<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748</id><updated>2012-01-15T04:43:05.463-08:00</updated><category term='Mark Gorman'/><category term='Kenneth E. Hagin'/><category term='John G. Lake'/><category term='Charles - Frances Hunter'/><category term='Watchman Nee'/><category term='Dick Eastman'/><category term='Frederick K.C. Price'/><category term='Benny Hinn'/><title type='text'>Gleanings for Life</title><subtitle type='html'>Anyone who hears and obeys these teachings of mine is like a wise person who built a house on solid rock. Rain poured down, rivers flooded, and winds beat against that house. But it did not fall, because it was built on solid rock. - Matthew 7:24,25</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-3443026113949334932</id><published>2012-01-10T20:44:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T04:43:05.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>AJARLAH KAMI MENGHITUNG HARI - HARI KAMI</title><content type='html'>Oleh Watchman Nee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."  (Mazmur 90:12)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Efesus 5:16,17)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentaraKu yang besar yangKukirim ke antara kamu." (Yoel 2:25)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagaimana tercatat di dalam kitab Mazmur, Musa berdoa kepada Allah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ajarlah kami menghitung ha&lt;br /&gt;ri-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan kalender, hari-hari yang kita lalui dapat dihitung dengan mudah, karena satu hari berarti satu hari dan satu tahun berarti satu tahun.Tetapi menurut perhitungan Allah, beberapa hari diperhitungkan sementara  beberapa hari lainnya tidak diperhitungkan, melainkan ditolak. Karena  hari-hari kita di dunia ini terbatas, kita perlu belajar bagaimana cara menghitungnya supaya bisa menyenangkan Tuhan dan supaya setiap hari dan setiap tahun senantiasa dikuduskan olehNya. Itulah masalah yang akan kita bahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Kejadian 4 dan 5 kita melihat dua garis keturunan. Di dalam pasal empat ada daftar keturunan Kain, dan di dalam pasal lima terdapat daftar keturunan Set. Cara pencatatan kedua garis keturunan ini benar-benar berbeda. Yang dari Kain sangat singkat: tidak ada catatan tentang usia Kain dan keturunannya.Tetapi keturunan Set  dicatat dengan lebih jelas: namanya disebut dengan jelas, usianya pada saat memiliki keturunan, dan usia yang dicapainya sebelum akhirnya meninggal. Generasi demi generasi, tahun-tahun usia tersebut dicatat dengan teliti. Dari kedua garis keturunan ini - satu singkat dan satu lengkap - kita dapat menemukan dasar yang dipakai Allah untuk menghitung hari-hari kita. Alasan mengapa garis keturunan Kain begitu singkat adalah karena ia berdosa terhadap Allah dan terpisah jauh dari Allah, tidak memiliki persekutuan denganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain, garis keturunan Set tercatat lengkap karena ia telah menggantikan Habel dan telah bersekutu dengan Allah dan Allah senang dengannya. Jadi dapat dikatakan bahwa usia rohani kita dihitung berdasarkan kondisi rohani kita di hadapan Allah. Pada saat kita jauh dari Dia, mati di dalam dosa dan pelanggaran, hari-hari kita tidak dihitung di hadapan Allah. Usia rohani kita mulai diperhitungkan pada saat kita bertobat, pada saat kita berbalik kepada Tuhan, yaitu pada saat kita mulai bersekutu denganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat anak-anak Israel ke luar dari Mesir Allah memerintahkan mereka,&lt;span style="font-style:italic;"&gt; "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun." (Keluaran 12:2)&lt;/span&gt;. Bulan pertama adalah awal tahun, dan merupakan awal perhitungan kalender. Di dalam bulan inilah anak-anak Israel menyembelih domba Paskah, keluar dari Mesir, dan terlepas dari tangan Firaun. Kemudian Allah menetapkan bulan yang khusus ini sebagai awal tahun. Selanjutnya mereka memiliki sesuatu yang baru di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya bertanya kepada Saudara, Berapa usia rohani Saudara? Beberapa orang mungkin secara fisik berumur 50 atau 60 tahun, tetapi usia rohaninya mungkin cuma satu tahun, atau bahkan satu bulan. Usia rohani seseorang dihitung hanya pada saat ia lahir baru. Pada saat Saudara menerima keselamatan dari Tuhan, pada saat itulah Saudara memulai sejarah kerohanian Saudara. Sebelum saat itu, Saudara tidak mempunyai usia rohani yang dapat diperhitungkan di hadapan Allah.  Lebih jauh, bahkan setelah Saudara percaya kepada Tuhan, tidak berarti setiap hari atau setiap tahun langsung dihitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Saudara telah percaya Tuhan selama lima tahun penuh, tetapi belum &lt;br /&gt;tentu kekristenan Saudara di hadapan Allah juga berusia lima tahun.  Artinya, beberapa hari yang Saudara miliki setelah menjadi Kristen ada yang tidak dihitung. Di dalam Alkitab kita dapat melihat bahwa hari-hari tersebut diabaikan dan tidak dicatat, karena Allah menganggapnya sebagai hari-hari yang terbuang, oleh sebab itu tidak diperhitungkan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat berapa tahun waktu yang ada dari sejak keluarnya bangsa Israel dari Mesir sampai permulaan pembangunan bait suci oleh Salomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun. Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel. Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kisy dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka...." Kisah Para Rasul 13:18-22a.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daud memerintah selama 40 tahun (lihat II Samuel 5:4). Jadi, berapa tahun waktu yang ada dari sejak keluarnya bangsa Israel sampai tahun ke empat pemerintahan Salomo pada saat ia mulai membangun bait suci? 40 tahun + 450 tahun = 490 tahun; tambahkan dua kali 40 tahun (pemerintahan Saul dan Daud) akan menghasilkan 570 tahun; tambahkan lagi tiga tahun pemerintahan Salomo sebelum ia mulai mendirikan bait suci, akan menghasilkan total 573 tahun. Tetapi di dalam I Raja-raja 6:1 dikatakan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN." &lt;/span&gt;Di sini tercatat 480 tahun, bukan 573 - ada selisih 93 tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada perbedaan? Apakah catatan pada kitab Kisah Para Rasul tidak benar, atau justru kitab I Raja-raja yang salah? Tidak, keduanya tidak salah. Di balik perbedaan tahun antara catatan yang ada pada kedua kitab ini terdapat satu prinsip rohani yang sangat penting. Dengan membandingkan catatan pada Kisah Para Rasul dengan yang ada di dalam Perjanjian Lama, kita melihat bahwa 40 tahun di padang gurun, 40 tahun pemerintahan Saul, 40 tahun pemerintahan Daud, dan 3 tahun pemerintahan Salomo sebelum ia memulai pembangunan bait suci, tidak perlu diragukan lagi. Yang menjadi masalah adalah 450 tahun. Pada rentang waktu tersebut, angka yang ada di I Raja-raja ternyata 93 tahun lebih kecil dari yang ada di Kisah Para Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa menghitung angka 93 tahun yang nampaknya hilang ini? Melalui kitab Hakim-hakim kita akan menemukan bahwa selama tahun-tahun tersebut anak-anak Israel ada dalam keadaan ditekan, dijajah oleh bangsa-bangsa asing beberapa kali. Jadi, mari kita lihat di dalam kitab Hakim-hakim berapa tahun lamanya bangsa Israel &lt;br /&gt;mengalami penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya." (Hakim 3:8). &lt;/span&gt;Inilah penjajahan pertama yang dialami Israel, yang berlangsung selama delapan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Delapan belas tahun lamanya orang Israel menjadi takluk kepada Eglon, raja Moab." (Hakim 3:14).&lt;/span&gt; Ini adalah penjajahan kedua, yang berlangsung selama 18 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim. Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras." (Hakim 4:2,3). Ini adalah penjajahan ketiga yang dialami bangsa Israel, yang berlangsung selama 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya," (Hakim 6:1). Ini penjajahan keempat yang berlangsung selama tujuh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya." (Hakim 13:1). &lt;/span&gt;Ini adalah penjajahan kelima yang dialami bangsa Israel, dimana mereka melayani bangsa Filistin selama 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berapa tahun Israel lima kali dijajah oleh bangsa-bangsa asing ini? 8 tahun + 18 tahun + 20 tahun + 7 tahun + 40 tahun = 93 tahun,  tidak kurang dan tidak lebih. Dengan demikian, kita sudah menemukan jawabannya. Di dalam Kisah Para Rasul Paulus menceritakan sejarah bangsa Israel; jadi, ia memasukkan angka 93 tahun ini. Tetapi, di dalam I Raja-raja, yang ditekankan adalah kondisi anak-anak Israel di hadapan Allah, jadi angka 93 tahun ini tidak diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa angka 93 tahun ini tidak dihitung merupakan hal yang sangat penting. Ini adalah tahun-tahun yang hilang, karena pada saat anak-anak Israel kehilangan kemerdekaan mereka dan kemudian melayani bangsa-bangsa kafir serta tidak memiliki hakim di dalam bangsa mereka sendiri, tahun-tahun mereka sama sekali tidak dihitung. Mereka adalah orang-orang milik Allah yang telah keluar dari Mesir. Tetapi pada saat mereka diperintah musuh mereka - menjadi hamba dan di bawah perbudakan lagi - mereka tidak dapat melayani Allah dengan bebas. Oleh karena itu hari-hari tersebut tidak pernah dihitung: hari-hari dimana mereka tidak melayani Allah, tetapi melayani orang lain, secara otomatis dianggap hilang, dan akibatnya Allah tidak menghitungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kita harus berhenti sebentar dan mulai berpikir, berapa hari - sejak kita diselamatkan sampai saat ini - yang benar-benar diperhitungkan Tuhan. Mungkin Saudara sudah percaya Tuhan selama delapan atau sepuluh tahun, tetapi berapa banyak dari tahun-tahun tersebut yang pada kenyataannya dilalui dengan kebodohan? Berapa besar pemotongan yang sudah dilakukan pada hari-hari terakhir kita?  Oh, kita telah menyia-nyiakan begitu banyak waktu! Mungkin kita akan terkejut ketika, dari sekian banyak tahun yang kita lalui, sejumlah hari yang cukup banyak hanya dapat menjadi satu tahun di hadapan Allah! Kita harus menyadari bahwa hari-hari dimana kita hidup menurut keinginan manusiawi kita sendiri, terpisah dari Allah, kalah dan jatuh, tidak akan dihitung oleh Tuhan. Hendaknya kita dengan jujur bertanya kepada diri kita sendiri: saya sudah menjadi Kristen selama beberapa tahun, tetapi berapa banyak dari tahun-tahun tersebut telah disia-siakan, dan berapa banyak yang diperhitungkan Tuhan? Hendaknya kita benar-benar menyadari bahwa semua hari pada saat kita kehilangan persekutuan dengan Tuhan tidak diperhitungkan. Tidak ada yang dapat menggantikan waktu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tiga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyangka bahwa hari-hari yang hilang tersebut tidak akan berjumlah banyak, karena nampaknya hari-hari tersebut cuma beberapa hari yang terhambur di sana sini. Sebab jika kita coba melihat perjalanan bangsa Israel di padang gurun, kita akan melihat betapa seriusnya hari-hari yang terbuang percuma. Pada bulan ketiga setelah mereka keluar dari Mesir mereka tiba di Gunung Sinai (lihat Keluaran 19:1). Mereka tinggal di Sinai selama sepuluh bulan, tetapi pada hari kedua puluh dari bulan yang kedua pada tahun yang kedua setelah mereka keluar dari Mesir mereka meninggalkan Sinai dan melanjutkan perjalanan ke arah tanah yang telah Allah janjikan sebagai milik pusaka mereka (Bilangan 10:11,12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat di Alkitab bahwa jarak dari Horeb ke Kadesy-Barnea, melalui jalan pegunungan Seir, hanya memerlukan "sebelas hari" perjalanan (Ulangan 1:2). Harap diingat bahwa Kadesy-Barnea ada di perbatasan dari tanah Kanaan. Jadi, setelah meninggalkan Gunung Sinai, anak-anak Israel dapat segera memasuki tanah Kanaan setelah sebelas hari perjalanan. Tetapi karena ketidakpercayaan mereka, mereka tidak memasuki tanah Kanaan setelah mencapai Kadesy-Barnea, melainkan mengembara di padang gurun selama 38 tahun sebelum keturunan mereka pada akhirnya memasuki Tanah Perjanjian. Betapa besar lingkaran perjalanan yang mereka buat! Bukan tiga atau lima tahun, tetapi 38 tahun. Pada mulanya mereka dapat segera memasuki Tanah Perjanjian dalam dua tahun setelah meninggalkan Mesir; tetapi, selanjutnya mereka harus melalui 38 tahun lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, betapa banyak hari-hari yang telah kita buang di dalam perjalanan rohani kita! Sementara sebuah masalah mungkin dapat diselesaikan dalam tiga atau lima hari, pada beberapa orang hal itu dapat tetap tidak terselesaikan sampai tiga atau lima tahun. Situasi yang demikian tidak berbeda dengan apa yang dihadapi anak-anak Israel yang berputar-putar di padang gurun menghabiskan waktu bertahun-tahun. Kehilangan tersebut benar-benar besar, dan seharusnya jangan pernah dianggap tidak berarti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Empat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan Abraham kita dapat melihat dengan jelas berapa banyak dari hari-harinya dihitung dan berapa banyak yang tidak dihitung. Menurut Kisah Para Rasul 7:2,3, sementara Abraham di Mesopotamia, Allah menampakkan diri kepadanya dan berfirman: "Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi Abraham? Jika ia tidak menuruti perintah Allah sama sekali, ia akan merasa tidak enak di dalam hatinya; tetapi mengikuti sepenuhnya apa yang dikatakan Allah, ia merasa enggan. Jadi ia hanya taat sebagian. Allah menyuruh Abraham untuk meninggalkan keluarganya, tetapi ia membawa keluarganya bersama-sama dengan dia ia membawa keponakannya, Lot, dan ayahnya, Terah, bersama-sama dengannya. Lebih jauh, rencana Allah adalah agar Abraham langsung pergi ke Kanaan, tetapi ia berhenti di Haran (lihat Kejadian 11:3). Sikap yang demikian adalah gambaran yang tepat dari orang Kristen yang mendua hati. Abraham seperti itu. Benar, ia memang keluar dari Ur- Kasdim, tetapi ia berhenti di tengah perjalanan ke Kanaan. Ia bersikap seperti orang Kristen yang setengah hati mengikut Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian ayahnya, Terah, Allah memanggil Abraham kembali (lihat Kejadian 12:1). Kali ini Ia memanggilnya di Haran. Rencana Allah tidak pernah berubah. Sekali Ia memutuskan sesuatu, Ia pasti akan melaksanakannya. Karena Allah ingin Abraham pergi ke Kanaan, Ia tidak akan mengubah pikiranNya sekalipun Abraham menundanya di &lt;br /&gt;Haran. Pada panggilan Allah yang pertama, Abraham hanya taat setengah. Jadi Ia memanggilnya lagi. Selanjutnya tercatat di Alkitab bahwa ketika Abraham mentaati Allah dan meninggalkan Haran, ia berumur 75 tahun pada saat itu (lihat Kejadian 12:4). Harap diingat bahwa tidak ada catatan usianya pada saat ia berada di Haran. Hanya pada saat ia keluar dari Haran menuju Kanaan, umurnya yang 75 tahun disebutkan. Saya percaya, hal ini menunjukkan kepada kita permulaan dari hari-harinya yang baru. Hari-hari Abraham di Haran, pada saat ia berhenti dalam perjalanannya memenuhi kehendak Allah, adalah hari- hari yang hilang; karenanya, tidak dicatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita melihat kembali ke sejarah masa lampau kita, betapa banyak yang telah hilang! Kita perlu belajar dari kehidupan Abraham bahwa semua hari-hari di tempat-tempat seperti Haran diabaikan Tuhan. Seringkali kita berjalan menurut keinginan kita sendiri dan mencari kemudahan dan kenikmatan. Kita berhenti dan menetap di tengah perjalanan. Ini adalah hari-hari di Haran dan tidak akan diperhitungkan. Untuk diberkati Tuhan, kita - seperti Abraham - harus keluar dari Haran. Pada saat Abraham berumur 75 tahun, pada tahun itu ia meninggalkan Haran. Alkitab mencatatnya, karena Allah menganggapnya layak untuk diperhitungkan. Hal ini menyingkapkan betapa Ia menginginkan ketaatan yang penuh dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Abraham tidak cuma sekali kehilangan beberapa dari hari- harinya. Ia juga menderita kehilangan ketika memperoleh keturunan. Allah telah menjanjikan seorang anak kepadanya; tetapi, ia mengambil hambanya Hagar sebagai gundik dengan seijin isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abraham melakukan dosa yang terlalu berani di hadapan Allah. Kemudian, Hagar melahirkan seorang anak laki-laki. Tetapi anak laki- laki ini lahir melalui kekuatan daging Abraham, bukan melalui janji Tuhan. Sesuai dengan itu, kita melihat di akhir kitab Kejadian pasal 16 bahwa umur Abraham 86 tahun dan pada permulaan pasal 17 umurnya disebutkan 99 tahun. Tiga belas tahun hilang dari catatan. Selama 13 tahun ini, tidak ada catatan mengenai dia. Tidak ada altar yang dibangun Abraham, juga tidak ada catatan bahwa Allah menampakkan diri atau memberi wahyu atau janji kepada Abraham. Ini adalah hari-hari yang kosong, seolah-olah tidak pernah ada. Selama hari-hari ini, Ismael bertambah besar. Jadi, tahun-tahun ini di dalam kehidupan Abraham merupakan tahun-tahun yang sia-sia dan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, selama tahun-tahun yang ada pada Saudara, apakah Saudara mendapatkan pengalaman-pengalaman baru, wahyu-wahyu baru dan firman-firman baru dari Tuhan? Adakah seseorang yang dilepaskan melalui Saudara? Adakah seseorang yang ditolong Saudara? Apakah Saudara memiliki pengenalan akan Allah yang lebih dalam? Apakah Saudara sedang menerima jaminan-jaminan baru tentang janji-janji Tuhan? Apakah Saudara mengalami persembahan hidup yang diperbaharui di hadapanNya? Jika Saudara tidak mengalami hal-hal yang demikian, maka hari-hari yang Saudara miliki tersebut adalah hari- hari yang hilang. Hari-hari tersebut adalah hari-hari yang terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Saudari yang lebih tua suatu saat berkata bahwa "bagi seorang Kristen, cara untuk membalas apa yang telah Tuhan perbuat adalah membuat setiap hari diperhitungkan". Betapa menyedihkan bahwa kadang-kadang di dalam perjalanan kekristenan kita sepuluh hari dilalui tanpa memberikan tambahan satu hari pun di hadapan Allah! Hendaknya kita menjadi orang Kristen yang rajin hari demi hari. Jika kita melalui hari-hari kita dengan bodoh - yaitu, jika kita berontak kepada Tuhan, melakukan dosa, atau berjalan mengikuti keinginan diri kita sendiri - hari-hari kita semuanya akan terbuang sebagaimana yang Allah tetapkan. Sangat mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, mengapa Alkitab mencatat usia Abraham 99 tahun? Karena pada tahun tersebut ia menerima hukum sunat dan setahun kemudian ia mendapat Ishak. Arti sunat adalah membuang kedagingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita berjalan di dalam kedagingan, hari-hari kita akan terbuang. Hendaknya kita membuang semua yang berasal dari kedagingan dan mempersembahkan sepenuh diri kita di atas altar sehingga kita tidak lagi membuang-buang waktu kita. Janganlah kita kehilangan 49 tahun dari 50 tahun milik kita. Marilah kita ingat betapa banyaknya hari-hari yang telah dilalui dengan kebodohan dan berapa hari yang masih tersisa. Jika setiap hari kita menanti kedatangan Tuhan, kita harus hati-hati dalam kehidupan sehari-hari kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menceritakan sebuah perumpamaan, seperti yang tercatat di dalam Matius 20, tentang seseorang yang keluar beberapa kali untuk mendapatkan pekerja-pekerja bagi kebun anggurnya. Mari kita perhatikan khususnya satu kata yang ada di dalam perumpamaan tersebut: "menganggur" (ayat 3 dan 4a).&lt;span style="font-style:italic;"&gt; "Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? .... Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku." (ayat 6, 7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan ini menunjukkan bahwa Allah tidak ingin kita menganggur; Ia ingin kita bekerja. Lebih jauh, perumpamaan ini juga menjelaskan kepada kita bahwa Allah mempunyai lapangan pekerjaan yang telah Ia tentukan, yaitu kebun anggur. Mungkin Saudara akan berkata bahwa Saudara begitu sibuk dan tidak ada waktu. Tetapi dimana Saudara begitu sibuk? Jika Saudara tidak bekerja di kebun anggur, apa bedanya dengan "menganggur"? Jika Saudara tidak hidup di dalam kehendak Allah, dalam pandangan Allah Saudara dianggap menganggur, tidak menjadi soal berapa banyak pekerjaan lain yang sedang Saudara kerjakan. Atau mungkin Saudara terikat kesibukan di dalam apa yang disebut dengan pekerjaan rohani, tetapi Allah bisa tetap berkata kepada Saudara: "Mengapa kamu menganggur? Pekerjaan yang dilakukan di luar kebun anggur ini bukan berasal dari Aku." Walaupun mungkin Saudara sangat sibuk, di hadapan Allah Saudara cuma menganggur. Hanyalah pekerjaan yang dilakukan di dalam kebun anggur yang diperhitungkan oleh Dia. Jika pekerjaan Saudara dilakukan di luar kehendakNya, semua hari-hari yang Saudara lalui pada pekerjaan tersebut dianggapNya sebagai hari-hari yang kosong, sebagai hari-hari pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan tuan rumah kepada mereka yang menganggur pada pukul lima petang adalah: "Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?" "Sepanjang hari" berbicara tentang suatu masa kehidupan. Bagaimana dengan Saudara? Apakah Saudara menganggur sepanjang hidup Saudara? Ataukah Saudara bekerja di kebun anggur? Jangan salah mengerti, saya tidak menganjurkan bahwa Saudara harus berhenti dari pekerjaan Saudara dan kemudian berkotbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting adalah apapun yang kita lakukan haruslah jelas bahwa kita berada di dalam kehendak Allah. Bekerja di dalam kebun anggur berarti bekerja di dalam kehendak Allah. Di dalam kebun anggurNya ada berbagai macam pekerja: beberapa pekerja sedang mencangkul, beberapa sedang menyebarkan benih, dan beberapa sedang melakukan perbaikan. Tidak menjadi soal pekerjaan apa yang sedang dikerjakan, yang penting semuanya dikerjakan untuk mendatangkan kebaikan bagi kebun anggur tersebut. Jadi, jangan kita menjadi begitu eksklusif sehingga menganggap bahwa hanya pekerjaan-pekerjaan tertentu yang dikerjakan oleh orang-orang tertentu saja yang dapat disebut pekerjaan Allah. Tidak! Selama hari-hari tersebut dilakukan di dalam kebun anggur, hal itu akan dicatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Saudara sudah diselamatkan selama tiga atau lima tahun, atau bahkan sepuluh atau 20 tahun. Tetapi, berapa banyak dari waktu Saudara yang digunakan untuk Allah? Tidak dapat diragukan bahwa Saudara sudah banyak bekerja, tetapi untuk siapa Saudara bekerja? Semua menjadi baik jika Saudara tahu dengan pasti bahwa Saudara sedang mengerjakan apa yang Allah kehendaki. Allah tidak menghendaki setiap &lt;br /&gt;orang Kristen untuk melepaskan pekerjaannya dan berkotbah sepenuh waktu. Beberapa orang yang sedang full-time mengabarkan Injil pun belum tentu berada penuh di dalam kehendakNya. Karenanya, pertanyaannya adalah: apakah sikap hati Saudara terhadap kehendak Allah? Hal ini jelas membuat persembahan hidup menjadi sesuatu yang sangat penting. Jika Saudara hanya mempunyai sedikit hati untuk Allah sejak diselamatkan, kehidupan Saudara dianggap tidak ada artinya, dianggap menganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Enam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya." (I Korintus 3:1,2)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus menuliskan hal ini kepada orang-orang kudus di Korintus. Sejauh ini sebagaimana yang kita ketahui, hanya beberapa tahun waktu yang ada dari sejak pertama kali Paulus berkotbah di Korintus sampai ia menulis suratnya yang pertama ini kepada jemaat di Korintus. Waktu itu Paulus sudah merasa bahwa orang-orang kudus di Korintus belum bertumbuh sebagaimana seharusnya. Walaupun mereka baru menjadi Kristen beberapa tahun, Paulus tidak memaklumi mereka karena masih bersifat kekanak-kanakan. Sebaliknya, ia menegor mereka karena membuang-buang banyak waktu dengan percuma, karena seharusnya mereka telah bertumbuh tetapi ternyata tidak. Menurut pendapat Paulus orang-orang muda rohani ini seharusnya sudah cukup kuat dan mampu untuk makan daging, tetapi mereka telah menyia-nyiakan waktu begitu banyak sehingga masih tetap dalam keadaan bayi. Seharusnya mereka sudah cukup berpengalaman dalam jalan Tuhan - baik dalam hal ketaatan dan kepercayaan kepada Tuhan - sehingga bisa menjadi pengajar bagi yang lain, tetapi mereka masih belum bisa diandalkan, sama seperti sebelumnya. Benar, mereka baru menjadi Kristen selama beberapa tahun, tetapi Paulus sangat merasa bahwa seharusnya mereka tidak lagi bayi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada sesuatu di sini yang harus kita camkan. Jika kita berpikir bahwa kita dapat tinggal terus dalam keadaan bayi karena kita belum terlalu lama diselamatkan, kita benar-benar tersesat. Berapa lama kita sudah hidup sebagai orang Kristen? Jika kita telah percaya Tuhan selama delapan atau sepuluh tahun tetapi tidak ada perbedaan dari sejak kita lahir baru, jika kita masih tetap bersifat kedagingan, itu artinya kita telah mengabaikan sebagian besar dari hari-hari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama seseorang dapat hidup di dunia? Secara normal, hanya 70 atau 80 tahun. Karenanya, betapa singkat hari-hari kita. Berapa hari yang tersisa setelah dikurangi dengan hari-hari ketika kita belum diselamatkan? Dan lagi, apakah ada di antara kita yang tahu berapa lama lagi kita akan hidup di dunia ini? Misalkan seseorang sudah mencapai umur 60 tahun; mungkin Allah akan berkata kepadanya: "Usiamu di hadapanKu tidak mencapai sepuluh tahun". Atau, seseorang mungkin berusia 40; dan mungkin Allah akan berkata: "Usiamu di hadapanKu hanya beberapa hari". Betapa menyedihkan jika begitu banyak hari yang terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu bahwa hati kita terasa sakit selama kita menyia-nyiakan tahun-tahun hidup kita dalam kebodohan. Tetapi syukur kepada Allah, Ia memberikan penghiburan kepada kita; Ia berkata melalui kitab Yoel: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentaraKu yang besar yang Kukirim ke antara kamu." (Yoel 2:25).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur kepada Allah, Ia tetap mempunyai jalan. Mungkin usia Saudara sekarang sudah 60 tahun, dan Saudara telah menghabiskan 30 atau 40 tahun dari tahun-tahun Saudara. Saudara akan meratap: "Sayang, kesempatan telah hilang. Tahun-tahun terbaikku telah dimakan belalang. Tahun-tahun yang hilang tidak akan  pernah kembali lagi. Apa yang akan kukerjakan?" Puji Tuhan, Ia akan memulihkan bagi kita tahun-tahun yang telah dimakan belalang. Karena hari-hari yang terbuang, sepuluh tahun mungkin hanya terhitung menjadi satu hari.Tetapi jika kita kemudian kembali menggunakan waktu dengan benar, satu hari dapat menjadi sama dengan seribu hari - &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"sebab lebih baik satu hari di pelataranMu dari pada seribu hari di tempat lain," &lt;/span&gt;kata Daud (Mazmur 84:11). Satu hari di bumi tidak sama dengan 24 jam di surga.Allah mempunyai cara tersendiri untuk menghitung. Jika pelayanan kita sesuai dengan kehendakNya, satu hari di dalam pandanganNya dapat dianggap sebagai banyak hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu ada seorang pemuda yang jatuh ke dalam dosa dan sedang sekarat karena penyakit tbc. Seorang hamba Tuhan senior menyampaikan berita Injil kepadanya, mengatakan bahwa Yesus sudah memikul semua dosanya. Hamba Tuhan itu menantangnya untuk bertobat, mengakui dosanya dan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. Pada mulanya anak muda ini merasa ragu, karena dikuasai dengan pikiran bagaimana mungkin Tuhan mengampuni orang berdosa seperti dia. Tetapi akhirnya ia menerima Tuhan dan diselamatkan. Ia merasa sangat gembira dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari hamba Tuhan tersebut mengunjungi dia lagi, dan melihat wajah pemuda ini dalam keadaan penuh dengan duka dan kesedihan. Jadi ia bertanya kepada anak muda itu: "Mengapa engkau begitu sedih? Jangan biarkan setan memperdayakanmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: "Saya tahu dosa-dosa saya sudah diampuni."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu mengapa kau sedih?" Dengan muram ia menjawab: "Hari-hariku di dunia hampir habis. Apa yang dapat aku bawa kepada Tuhan ketika aku berdiri di hadapanNya? Tanganku kosong. Haruskah aku pergi dan bertemu dengan Tuhan dengan tangan kosong?" Itulah alasannya mengapa ia bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Tuhan tersebut menjawab: "Saudara, jangan merasa kecewa. Aku akan gunakan kata-katamu untuk menulis sebuah lagu. Dan untuk setiap orang yang oleh karena lagu ini terdorong untuk pergi ke luar negeri memberitakan injil dan memenangkan jiwa, engkau akan mendapat upahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah lagu yang ditulis oleh Charles C. Luther yang kemudian menjadi terkenal: "Haruskah aku pergi dengan tangan kosong? Haruskah aku menemui Juruselamatku dalam keadaan begini saja? Banyak orang yang dibangkitkan dengan lagu ini dan kemudian dengan semangat menyala-nyala melayani Tuhan. Walaupun anak muda ini telah kehilangan banyak dari hari-harinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terjemahan dari PRACTICAL ISSUES OF THIS LIFE by Watchman Nee (Bab 5, Numbering Our Days, jcb, 30121992)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-3443026113949334932?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/3443026113949334932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=3443026113949334932' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/3443026113949334932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/3443026113949334932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2012/01/ajarlah-kami-menghitung-hari-hari-kami.html' title='AJARLAH KAMI MENGHITUNG HARI - HARI KAMI'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-3391415591939234899</id><published>2009-11-16T23:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T23:21:29.499-08:00</updated><title type='text'>Pemulihan (Restorasi) dari Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Definisi Restorasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;o Definisi kamus Webster: Restorasi atau pemulihan = mengembalikan kepada kondisi awal&lt;br /&gt;o Restorasi adalah akhir yang menjadi titik permulaan yang baru&lt;br /&gt;o Restorasi terjadi ketika Allah mengubah tempat peperangan menjadi lading tuaian&lt;br /&gt;o Restorasi dimulai ketika kita sanggup menuai harta dari keadaan yang mati&lt;br /&gt;Kesalahan yg sering kita lakukan adalah memandang restorasi sebagai sesuatu yg selalu spektakuler. Restorasi bisa tejadi dalam bentuk yg spektakuler, tetapi bisa juga terjadi dalam bentuk yg kecil-kecil atau sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Restorasi Yang Spektakuler&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. Ketika akan pelayanan di Indonesia, saya meminjam kamera isteri saya dan membawanya sampai di hotel tempat saya menginap. Tustel tsb adalah tustel konvensional yang masih menggunakan film; saya membeli dan memasang film yang berisi 24 foto dan menggunakannya sekali di airport Cengkareng, Jakarta. Ketika tiba di hotel jam satu siang, ternyata tustel saya dicuri oleh pegawai hotel. Rekan saya yang bersama saya mengetahui hal ini tetapi karena ibunya sedang sekarat yg menyebabkan hatinya sangat sedih, ia diam saja. Saya agak kecewa dan marah, tetapi saya ingat bahwa saya akan melayani pada sore harinya. Saya tidak melaporkan hal ini ke polisi, sebaliknya saya memutuskan untuk mengampuni pegawai hotel tsb dan berdoa kepada Tuhan. Saya meminta supaya Tuhan mengirimkan malaikat untuk mengembalikan tustel isteri saya tsb. Tuhan menjawab doa saya begitu spektakuler karena tustel tsb tiba-tiba sudah ada di Singapore di atas meja saya. Isteri saya ingat betul bahwa ia sdh memberikan tustel tsb kepada saya, dan ia bingung mengapa tustel tsb ‘tertinggal’. Ketika saya kembali ke Singapore dan memeriksanya, saya menemukan film 24 yang sudah saya pakai sekali di airport Jakarta. Saya mencetaknya dan memang cuma ada satu foto, yaitu foto di airport Cengkareng, Jakarta. Spektakuler! Malaikat membawa tustel tsb langsung ke Singapore.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Email dari salah seorang di AS tertanggal 25 Sep 200:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Dear Pastor Tan, terima kasih karena telah melayani kami di AS. Kami masih terus mendengar kesaksian ten-tang pemulihan barang-2 yg hilang dan pembatalan hutang. Seorang saudari secara ajaib menemukan kembali cincin berliannya muncul di toiletnya empat hari setelah hilang. Ia telah berdoa agar Allah mengembalikan cincinnya. Walaupun mereka telah membilas (flush) toilet mereka berkali-kali, 4 hari kemudian suaminya membilas toilet tsb dan tiba-tiba cincinnya muncul. Allah punya selera humor. Ia berkata Ia bisa memulihkan keadaan bahkan ketika nampaknya cincin tsb telah tenggelam ke dalam toilet.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa Saja Yang Allah Pulihkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Sukacita Pribad&lt;/strong&gt;i – &lt;em&gt;Mazmur 51:14 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan &lt;strong&gt;(SHUV = restore) &lt;/strong&gt;karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;2. Kesehatan Penuh -  Yeremia 30:17a Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan (ALAH = restore) bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN,&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Kehidupan Keluarg&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;a&lt;/strong&gt; – Maleakhi 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik (SHUV = turn) kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Keuangan &lt;/strong&gt;– Amsal 6:31 Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali (SHALAM = restore) tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan&lt;br /&gt;5. Hubungan-hubungan – Ayub 42:10 Lalu TUHAN memulihkan (SHUV = turn) keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Restorasi Dalam Perjanjian Lama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. SHUV (paling banyak digunakan); artinya: kembali ke posisi semula yaitu sebelum terjadi perubahan&lt;br /&gt;2. SHALAM; artinya: komplit dan penuh&lt;br /&gt;3. NATHAN; artinya: pemberian, membuat mapan, berbuah&lt;br /&gt;4. ALAH; artionya: naik, ditingkatkan, ditinggikan dan bertambah kaya&lt;br /&gt;5. TUWB; artinya: Allah menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Restorasi Dalam Perjanjian Baru&lt;br /&gt;1. APOKATASTSIS: memulihkan dan memperoleh kembali wilayah kekuasaan&lt;br /&gt;2. KATARTIZO: memastikan atau mengatur dengan sampai selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Allah Memulihkan&lt;br /&gt;1. Lewat FirmanNya dan Tanda Peneguhan – Kejadian 45:27 Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjem-putnya, maka bangkitlah kembali semangat Yakub, ayah mereka itu.&lt;br /&gt;2. Lewat Mendoakan Orang Lain – Ayub 42:10 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.&lt;br /&gt;3. Lewat Proses Kematian dan Kebangkitan – Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan mengha-silkan banyak buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Yang Berlawanan – The Law of Opposite&lt;br /&gt;Ketika kita mengalami kehilangan atau kerugian, kita berada di posisi minus. Pada saat itu kita harus belajar percaya bahwa Tuhan mau memulihkan kita tidak saja sampai pada posisi netral atau titik nol, tetapi sampai pada kondisi surplus atau pada posisi positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Ketika Donald Trump mengalami kerugian yang sangat besar sehingga terlibat hutang yang sangat banyak, ia berada pada posisi  negatif. Pada saat itu ia tetap berpikir bahwa ia akan kembali pada posisi positif. Ia tidak hanya akan membayar hutang-hutangnya sampai lunas, tetapi ia juga akan surplus; dan hal itu kemudian terjadi. Demikianlah seharusnya kita memikirkan janji Tuhan tentang pemulihan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Ayub pasal 1 menceritakan tentang kekayaan Ayub: ”Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yg sangat besar, sehingga orang itu adalah yg terkaya dari semua orang di sebelah timur (Ayub 1:3)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Kemudian Ayub kehilangan semua harta bendanya, anak-anaknya bahkan kesehatannya. Ia berada pada posisi nega-tif. Tetapi ketika Tuhan memulihkan keadaannya, Ayub menerima harta benda dua kali lipat dari apa yg dimilikinya sebelumnya.  ”Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.” (Ayub 42:12). – (Ayub 42:10,12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Ayub tidak hanya sembuh dari penyakitnya dan sehat, ia juga memperoleh umur yang panjang sampai keturunannya yang keempat. ”Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.” (Ayub 42:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Ayub juga tidak hanya mendapat anak lagi, tetapi ia juga memperoleh anak-anak yg cantik. ”Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.” (Ayub 42:15)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Itulah yang disebut dengan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;The Law of the Opposite. Iblis datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan, tetapi Yesus datang tidak hanya untuk memulihkan dan memberikan kehidupan kepada kita, tetapi juga supaya kehidupan itu berlimpah dan memberkati orang lain. &lt;em&gt;“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Restoration – Revelation – Reversal   (Restorasi – Pewahyuan – Pembalikan)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika proses restorasi akan terjadi, hal itu didahului dengan pewahyuan – yaitu saat Tuhan berfirman dan memberikan janji kepada kita untuk pemulihan (bisa lewat nubuat, penglihatan, dll). Setelah itu, umumnya terjadi keadaan yg bertolak belakang sehingga seolah-olah apa yang Tuhan janjikan semakin mustahil untuk terjadi. Setelah semuanya berlalu, baru restorasi itu menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa Contoh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;o Ketika Yusuf mendapatkan mimpi (= revelation) pada usia 17 tahun bahwa ia akan menjadi penguasa, ia segera menceritakan kepada saudara-saudaranya. Yang terjadi selanjutnya adalah pembalikan keadaan &lt;em&gt;(=reversal)&lt;/em&gt;. Ia justru dijual sebagai budak dan 13 tahun berlalu sampai akhirnya ia menjadi penguasa di Mesir pada usia 30 tahun (= restoration).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Ketika Daud diurapi oleh nabi Samuel untuk menjadi raja (= revelation), ia masih remaja. Setelah itu, ada waktu pu-luhan tahun ia dikejar-kejar Saul untuk dibunuh, yang merupakan pembalikan keadaan (= reversal). Tetapi pada akhirnya restorasi terjadi pada saat Daud menjadi raja di usia 30 tahun (= restoration)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, ketika kita menerima janji Tuhan untuk dipulihkan (= revelation) lalu kemudian kita mengalami keadaan yg tidak bertambah baik malah semakin buruk (= reversal), kita harus tetap percaya bahwa waktu restorasi terse-but akan tiba. (=restoration).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;Dr. Tan Khian Seng - 06 Nov 2009 @ Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-3391415591939234899?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/3391415591939234899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=3391415591939234899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/3391415591939234899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/3391415591939234899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2009/11/pemulihan-restorasi-dari-tuhan.html' title='Pemulihan (Restorasi) dari Tuhan'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-9166702860152354228</id><published>2009-03-06T02:05:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T02:08:52.790-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Pelayanan Para Nabi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." - Kisah 6:4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. - I Korintus 12:28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. -  Kisah 13:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. – I Korintus 14:1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar [dalam bahasa Inggris dikatakan "dan Dia menjadikan beberapa orang rasul, beberapa orang nabi ...."], - Efesus 4:11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Dalam hubungannya dengan karunia, Allah memberikan penekanan yang lebih besar terhadap karunia berkata-kata seperti nabi, guru dll dari pada terhadap karunia melakukan seperti penyembuhan dan mengadakan mujizat. Namun nabi ini berkata melalui Roh Kudus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis karunia dalam gereja: yang satu adalah karunia yang dapat terlihat - seperti mengadakan mujizat, penyembuhan, bahasa lidah dll; yang lain adalah karunia yang diberikan untuk melayani orang-orang seperti nabi, pengajar, gembala dan pemberita Injil. Karunia yang disebutkan terakhir - untuk orang-orang berhubungan dengan pelayanan firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karunia menyembuhkan dan mengadakan mujizat tidak membuat kita mengetahui lebih banyak tentang kehidupan Kristus. Memang terkandung firman Tuhan di dalamnya, namun hanya itu; itu adalah hal-hal yang di luar bukan yang di dalam. Bagaimanapun, pelayanan firman Tuhan melalui karunia seperti nabi, pengajar dll, membangun kehidupan rohani gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nabi dan Pengajar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin Allah ingin kita melihat secara khusus pada pelayanan nabi dan pengajar. Dalam Perjanjian Lama kita melihat 2 macam nabi : (1) mereka yang meramalkan kejadian di masa yang akan datang seperti Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan Daniel; dan (2) orang-orang seperti Elia dan Elisa yang sebagian besar pekerjaannya bukanlah untuk menyingkapkan kejadian di masa yang akan datang, tetapi untuk menjelaskan kejadian masa kini. Mereka memberi pernyataan tentang apa yang Allah pikirkan dalam hal-hal yang dilakukan sekarang - mengapa Ia melakukannya dan apa yang Ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka harus menerangkan pekerjaan Allah dengan tepat dan pandangan apa yang menyertai pekerjaanNya dan apa yang ada dalam pikiranNya. Yohanes Pembaptis adalah nabi yang paling menonjol di antara nabi-nabi Perjanjian Baru. Seperti nabi-nabi lain sebelum dia, Yohanes memberi pernyataan tentang apa yang Allah pikirkan di masa sekarang. Jadi setiap nabi memiliki tempat khusus, dan tidak ada yang lebih penting dari pada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajar, di pihak lain, menerima perkataan Allah, menyatakan pada umat dan menerangkannya. Pengajar tidak pernah disebutkan sendiri, selalu ditemani, oleh nabi atau gembala dll. Allah tidak menunjuk manusia hanya sebagai pengajar. Allah tidak menginginkan pengajaran atau doktrin apa pun yang mempunyai nilai akademis namun tanpa nilai rohani. Benar, Dia sudah mempergunakan beberapa orang sebagai pengajar, namun ini adalah pelayanan yang terbatas karena hal itu hanyalah mendapatkan pengertian dan terang tentang Firman dan dapat membagikannya dengan jelas pada yang lain dengan memecah-mecah atau menggabungkan menjadi satu. Semua ini bersifat objektif. Ini adalah pengertian yang datang dari luar, dari Firman, dan bukan terang yang datang dari pengenalan yang sungguh-sungguh akan Allah dan berjalan dengan Dia. Pengertian tentang firman Tuhan ini dan membagikannya pada yang lain menimbulkan kesulitan dan belajar tanpa henti untuk memecahkan masalah. Namun itu bukanlah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun waktunya akan tiba ketika Allah bertemu dengan saudara dan menunjukkan pada saudara bahwa persoalan sebenarnya bukanlah Firman Tuhan, melainkan diri saudara sendiri - bahwa segala sesuatu yang sudah saudara cari dan temukan adalah hal yang di luar, mental, tidak berguna dalam dunia pengetahuan bukan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelayanan Kenabian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila saudara ingin menjadi nabi, tiga hal ini penting:&lt;br /&gt;(1) Persiapan saudara sebagai sebuah bejana - Roh Kudus meremukkan saudara, berurusan dengan saudara, menerapkan salib, membawa saudara dalam kematian dan mengerjakan kehidupan Kristus di dalam saudara. Dengan kata lain, cerita rahasia bersama Allah.&lt;br /&gt;(2) Sebuah beban di dalam yang diberikan Allah - sebuah pikiran yang menjadi sebuah beban.&lt;br /&gt;(3) Kata-kata untuk beban tersebut, ungkapan untuk pikiran itu – sebuah interprestasi dan ungkapan yang jelas mengenai hal itu.&lt;br /&gt; Ada karunia kenabian yang datang lewat lidah atau ungkapan supra natural di bawah Roh yang dicurahkan; namun ini hanyalah cara Allah yang bersifat sementara ketika Dia tidak menemukan kedalaman rohani dan sejarah dan kematangan yang dapat dipergunakanNya sebagai bejana yang berakal budi untuk pembangunan gereja. &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Terjemahan bebas dari GOD'S WORK (Bab 6, Watchman Nee), mia wenas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-9166702860152354228?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/9166702860152354228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=9166702860152354228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/9166702860152354228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/9166702860152354228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2009/03/pelayanan-para-nabi.html' title='Pelayanan Para Nabi'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-7699796250152150732</id><published>2009-02-19T03:41:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T03:57:53.684-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Penghancuran   Menghasilkan   Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap dan nubuat kita tidak sempurna (I Kor 13:8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari padaNyalah seluruh tubuh, - yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota - menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih (Ef 4:16).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ada dua cara untuk melayani tubuh: yang pertama adalah yang melewati karunia yang bersifat objektif; dan yang kedua adalah yang melewati salib yang ditempa oleh Roh Kudus yang bersifat subjektif. Dalam beberapa gereja lokal Allah mengharuskan mempergunakan yang satu dan dalam gereja lokal yang lain Dia dapat mempergunakan yang lain. Karunia Roh dapat diartikan sebagai "Pinjaman Ilahi"; Ia meminjamkan kekuatanNya sendiri dan mengarunia-kanNya kepada saudara. Hal itu sungguh-sungguh di luar diri saudara, terpisah dari diri saudara. Ambil contoh manusia Samson: dia tidak dapat melakukan hal-hal yang tidak biasa, hal-hal yang cukup unik dan berbeda dari yang lain; namun manusianya sendiri sama sekali tidak istimewa di mata Allah. Allah hanya meminjamkan kekuatanNya kepada orang-orang biasa untuk sementara waktu karena Dia memiliki kebutuhan yang khusus. Namun itu sama sekali tidak berarti bahwa individu tersebut adalah orang dengan kekudusan atau yang bernilai rohaniah yang khusus; pada kenyataannya, akan terbukti bahwa yang benar adalah kebalikan-nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bukan Melakukan, Tetapi Menjadi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Gereja masa kini yang teroganisir menekankan pada apa yang dikatakan orang dan apa yang dilakukan orang namun memberikan sedikit perhatian pada apa orang itu. Banyak pekerja muda sungguh-sungguh ingin dapat berbicara dengan kekuatan, punya kerinduan untuk dapat berbicara dengan cara yang menarik, ingin dapat berkhotbah dengan baik untuk dapat mengge-rakkan dan mengubah orang. Mereka tidak menyadari bahwa ini bukanlah hal yang terpenting. Masalah yang terpenting adalah : siapakah dan apakah saudara? Hal yang bernilai dan penting bukanlah bahwa saudara diberikan karunia dan karenanya saudara dapat berbicara, melainkan bahwa saudara mengenal Allah dan karenanya saudara berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak mengumpulkan orang-orang muda untuk mengajarkan pada mereka doktrin atau bahkan Firman Tuhan, atau mengajarkan mereka berkhotbah tentang Injil atau untuk mencari karunia bahkan kekuatan, melainkan untuk menolong mereka untuk menjadi pria dan wanita yang lebih baik, untuk mempelajari salib. Mereka dapat pergi ke berbagai tempat untuk mempergunakan karunia yang mereka miliki atau untuk belajar berkhotbah dan seterusnya, namun bukan ke tempat mereka mempelajari salib. Bila mereka berharap untuk menambah pengetahuan mereka atau karunia mereka untuk menolong orang, ini bukanlah tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karunia dibutuhkan? Ya, sampai suatu titik tertentu; namun tidaklah terus demikian karena Allah tidak akan melanjutkannya supaya Ia membawa pekerjaan salib, penghancuran, pelemahan dan pengenalan akan Allah - dimana kita tidak membutuhkan ungkapan supranatural. Dengan kenyataan bahwa mulut dapat berbicara karena kesempurnaan hati dan karena Kristus telah disusun oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita, kita dapat berbicara tentang kehidupan di dalam kita. Hari ini kita dapat berkata sama tepat dengan yang kita katakan sepuluh atau lima belas tahun yang lalu, namun itu benar-benar berbeda. Ya, saya mengetahui dan mempercayainya waktu itu, namun sekarang hal itu telah disusun dalam diri saya. Itu adalah diri saya sendiri, yaitu Kristus dan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penghancuran Menghasilkan Pelayanan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ishak mewakili orang yang memiliki segalanya karena karunia. Lihatlah bahwa segala sesuatu yang dia terima berasal dari ayahnya. Itu adalah hal bersifat objektif dan yang berada di luar dirinya. Bahkan ketika Ishak memberkati anak-anaknya, hal itu agak membingungkan. Dia hampir buta dan meimbulkan kekacauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian dengan Yakub. Yakub sudah diremukkan, benar-benar dihancurkan oleh Allah; dan Roh Allah telah membentuk kehidupan Allah dalam dirinya sehingga dia berkata, &lt;em&gt;"Aku menanti-nantikan keselamatan yang dari padaMu, ya Tuhan" (Kej 49:18). &lt;/em&gt;Ketika dia memberkati anak-anaknya atau anak-anak Yusuf, Yakub sungguh-sungguh mengetahui apa yang dilakukannya. Dia melakukannya dengan hati-hati. Katanya,&lt;em&gt; "Aku tahu, anakku, aku tahu" (Kej 48:19)&lt;/em&gt;. Yakub memiliki terang, Yakub memiliki wahyu, karena dia sudah diremukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang berkata, "Mengapa ada begitu banyak pelayan Allah yang jatuh atau berakhir dengan tersingkir, yaitu tidak lagi dipergunakan oleh Allah?" Siapa yang berkata bahwa Allah tidak pernah sungguh-sungguh memakai mereka? Dan bila Ia melakukan hal semacam ini, hal itu sama dengan memberikan karunia. Allah yang berdaulat tentang hakNya mengambil seseorang untuk memberikannya karunia sementara. Namun Ia mempergunakan orang ini tidak lama, karena apa yang ada di dalam diri orang ini tidak berharga untuk pelayanan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami" (II Kor 4:7)&lt;/em&gt;. Allah memimpin kita melewati ujian-ujian yang panas yang tidak dapat kita lewati dan yang tidak dapat kita tahan, di mana kita tidak dapat menang dan di mana kita akan mati; namun di sinilah kita menemukan bahwa hal yang berharga yang ada di dalam kita bekerja. Karena adanya hal berharga di dalam bejana, karena adanya kehidupan Kristus di dalam, kita melewatinya. Kita menang di mana kita tidak dapat menang. Kita menahannya di dalam tubuh kematian Kristus dan akibatnya kehidupan Yesus dimanifestasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara hanya dapat menolong orang dengan apa yang saudara sendiri alami. Semakin mahal harganya, semakin saudara dapat menolong orang lain; semakin murah harganya semakin saudara tidak dapat menolong orang lain. Ketika saudara melewati ujian-ujian yang panas, pencobaan, penderitaan, aniaya, konflik - ketika saudara membiarkan Roh Kudus mengerjakan kematian Kristus dalam kehidupan saudara - kehidupan akan memancar kepada yang lain, bahkan kehidupan Kristus. - &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terjemahan bebas dari GOD'S WORK (Bab 5, Watchman Nee), mia wenas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-7699796250152150732?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/7699796250152150732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=7699796250152150732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/7699796250152150732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/7699796250152150732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2009/02/penghancuran-menghasilkan-kehidupan.html' title='Penghancuran   Menghasilkan   Kehidupan'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-6094679323186958356</id><published>2009-02-15T22:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T22:55:27.594-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Kehidupan   Yang   Membangun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus... Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (Ef 4:7, 11-13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama, sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya (I Kor 12:7-11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat ia membangun Jemaat. Aku suka, supaya kamu berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun (I Kor 14:4,5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan (II Kor 3:5,6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati... Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami, Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu (II Kor 4:1, 7-12).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bila kita tidak melihat tujuan kekal Allah, kita tidak akan pernah melihat apa itu pekerjaan Allah. Semua pekerjaan Allah akan dilakukan di dalam dan lewat gereja. Pekerjaan ini mempunyai tujuan untuk membangun dan membentuk tubuh Kristus; pekerjaan ini harus dilakukan oleh keseluruhan tubuh itu sendiri, dan tidak oleh individu atau misi yang terisolasi, atau tindakan gereja yang tidak mau bergantung. Pekerjaan gereja semacam ini harus sungguh-sungguh berasal dari Allah dan untuk AnakNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi kawan sekerja Allah kita harus memiliki wahyu, bila tidak, kita tidak berjalan dalam tujuanNya yang kekal dan untuk tujuanNya yang kekal. Permulaan segala pekerjaan bagi Allah adalah sebuah penyerahan dan sebuah persembahan diri sendiri yang dihasilkan oleh wahyu. Wahyu harus ada, karena terang Allah ini membunuh semua yang tidak berasal dari Dia - semua yang ke luar dari manusia. Ketika wahyu datang, kita tidak mempunyai pilihan, tidak ada jalan lain yang kita tuju. Memilih jalan ini atau mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dua Cara Untuk Membangun Tubuh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bagaimana kita dapat menjadi kawan sekerja Allah dan membangun tubuh? Bila pekerjaan kita hanyalah menyelamatkan orang, pekerja akan menjadi bagian yang penting. Juga akan terlihat seperti bekerja bagi manusia. Namun bila pekerjaan kita bertujuan untuk membangun tubuh, manusia akan sungguh-sungguh dikesampingkan; karena tubuh adalah Kristus. Segalanya untuk Kristus dan karena itu tidak ada satu bagian pun dari manusia dapat masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam I Kor 12 dinyatakan banyak karunia Roh, dan Paulus menekankan baik kata-kata maupun tindakan; namun dalam II Kor 4 kita hanya menemukan tindakan. Ada dua cara yang berbeda untuk membangun gereja. Kalau begitu apa nilai karunia-karunia Roh ini dalam membangun gereja? Bagaimana kalau kita membandingkan nilai-nilai ini dengan nilai kehidupan dalam Roh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam II Kor psl 3-10 ditekankan apa itu pelayanan Perjanjian Baru. Pelayanan tersebut tidak terletak pada karunia, namun dalam kekayaan yang melimpah dari harta di dalam bejana tanah liat; yaitu, Kristus dalam dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;II Kor 4:10,12 "Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami... Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu"&lt;/em&gt; - yang sama sekali berbeda dengan apa yang tertera dalam Rm 6. Hal itu berarti kematian terus bekerja: kematian Kristus bekerja dan bekerja dari hari ke hari di dalam kita, dan hasilnya adalah meluapnya kehidupan kepada orang lain. Dan dengan cara inilah gereja dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, di sini kita mempunyai dua cara untuk membangun gereja: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(a) I Kor. 12 dengan karunia Roh; dan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(b) II Kor. 4, dengan kematian yang bekerja di dalam kita supaya kehidupan dapat bekerja bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara apa saudara paling banyak dibangun? Apakah kehidupan dalam diri saudara paling banyak dibangun oleh karunia Roh, atau oleh mereka yang saudara kenal yang mengetahui cara menerapkan salib dalam kehidupan batiniah mereka - yang dapat menanggung kematian Kristus dalam diri mereka - supaya kehidupan Kristus dapat dimanifestasikan? Inilah yang disebut menanggung salib. Biarlah kematian terus bekerja di dalam diri saudara dan saya supaya kehidupan dapat terus dialirkan dalam diri orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat orang-orang yang kaya dengan penggunaan karunia: karunia menyembuhkan, karunia mengusir setan, karunia berkata-kata dengan hikmat, karunia berbicara dengan bahasa lidah. Dan kita berfikir alangkah kayanya mereka, alangkah diberkatinya mereka dan alangkah dipakainya mereka oleh Tuhan! Namun apakah hal itu benar demikian? Ini adalah karunia masa anak-anak. Karunia-karunia ini hanyalah untuk bayi-bayi rohani, berguna dan penting selama periode itu; namun kita harus bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang memperbaiki dan menolong kita bukanlah karunia berkata-kata dengan hikmat, namun kehidupan orang-orang yang berhubungan dengan orang-orang yang sungguh-sungguh mengetahui tentang salib, yang tahu apa yang ada di dalam salib dan menanggungnya setiap hari. Ambil contoh, misalnya, perusahaan dengan orang-orang Kristen yang baru diselamatkan. Untuk tahun-tahun pertama Allah akan memberikan mereka karunia untuk membuat mereka menyadari tentang kekuatan dan kemuliaanNya dan untuk menguatkan iman mereka yang lemah. Namun ketika iman mereka sudah cukup kuat, Allah akan mengangkat karunia-karunia itu dan membawanya ke salib. Ada bahaya yang besar sehubungan dengan karunia-karunia tersebut, yaitu apa yang disebut kesombongan 'rohani'. Seseorang dapat berdiri dalam Roh (yaitu Roh yang dicurahkan) dan mengeluarkan kalimat-kalimat yang indah yang tidak dapat dikatakan oleh orang lain."Saya sungguh memiliki sesuatu yang indah!" dia pikir. Namun kehidupan rohaniahnya lebih kekanak-kanakan dibanding dengan orang percaya yang lain yang tidak memiliki karunia namun yang mengetahui salib dengan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kedaulatanNya Allah memberikan karunia kepada masing-masing orang supaya mereka dapat melayani sebagai mulutNya untuk satu waktu tertentu ketika tidak ada yang lain yang dapat kita mengerti karena kita adalah bayi dan Ia tidak dapat menemui kita pada tingkatan yang lain. Karenanya Dia akan mempergunakan mulut apa saja - bahkan mulut seekor keledai. Namun itu terbatas pada jenis pelayanan taman kanak-kanak, dan mudah membuat kita tinggi hati. Yang sungguh Allah inginkan dan tunggu-tunggu, dan yang sedang dikerjakanNya adalah bejana yang di dalamnya Ia dapat memberikan firmanNya untuk diungkapkan oleh RohNya dan disusun oleh salib di bagian yang paling dalam dari diri kita sampai firman itu sungguh-sungguh menjadi kehidupan kita. Kemudian, kehidupan kita menjadi pelayanan kehidupan, kehidupan yang terpancar dari kematian yang sedang bekerja di dalam kita. Jadi siapa pun yang percaya pada karunia adalah orang yang bodoh, karena karunia ini tidak mengubah manusia yang di dalam. Gereja yang ingin membangun dirinya sendiri dengan mempergunakan karunia akan terus menjadi gereja yang bersifat jasmaniah, karena bukanlah cara Allah dengan membangun gereja dengan tingkatan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CaraNya adalah KehidupanNya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Cara Allah adalah kehidupan dan melalui kehidupan. Seringkali ketika saudara pergi ke tempat persekutuan, beberapa orang saudara yang sombong dan tidak berpengetahuan berdoa atau bangkit dan mengatakan beberapa kata. Mungkin bukan dalam kata-kata yang diucapkan, namun saudara merasa diberkati dalam bagian yang paling dalam dari diri saudara. .... (Mzm 42:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang telah terjadi adalah bahwa saudara sudah menyentuh kehidupan, dan saudara diperbaiki dan dikuatkan dan ditolong. Bahwa ada yang memberikan pelayanan kehidupan pada saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang dengan segala keberadaannya, orang-orang yang utuh, tidak pernah dapat memberikan pelayanan kehidupan, karena hanya orang-orang yang hancurlah yang dapat melakukannya. Hanya lewat penghancuran, kehidupan dapat muncul. Ini adalah jalan Allah yang sempurna. Biarlah Allah menundukkan setiap orang yang sombong; biarlah Dia menghancurkan, menghancurkan dan menghancurkan kita lagi. Biarlah Dia berurusan dengan kehidupan alamiah kita. Biarlah salib diterapkan secara mendalam - sehingga pelayanan kehidupan dapat dilakukan kepada yang membutuhkannya. &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Terjemahan bebas dari GOD'S WORK  (Bab 4, Watchman Nee),  mia wenas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-6094679323186958356?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/6094679323186958356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=6094679323186958356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/6094679323186958356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/6094679323186958356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2009/02/kehidupan-yang-membangun.html' title='Kehidupan   Yang   Membangun'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-709981225300487925</id><published>2009-02-04T21:55:00.001-08:00</published><updated>2009-02-04T22:05:20.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Wahyu Tentang Tujuan Kekal Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Berpikirlah Tuhan: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?" (Kej 18:17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya ... Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. (Kej 37:5,9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: "Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari. (Kej 49:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadaMu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya." (Kel 25:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalanNya kepada orang-orang yang rendah hati ... Tuhan bergaul karib dengan orang-orang yang takut akan Dia, dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka. (Mzm 25:9, 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu. (Kis 20:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. (Kis 20:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu; yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seprti yang telah kutulis di atas dengan singkat ... Dari Injil ini aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasaNya. (Ef 3:2,3,7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Tujuan kekal Allah tidak pernah dapat dimengerti dan dipahami oleh pikiran. Ia harus datang lewat wahyu. Semua pekerjaan Allah dimulai dengan pengabdian diri atau berdasarkan penyerahan. Namun pengabdian diri atau penyerahan semacam ini hanya muncul lewat wahyu. Sebenarnya, pekerjaan Allah (bukan pekerjaan kita, tetapi pekerjaan Allah melalui kita) dimulai hanya ketika wahyu datang. Secara jasmaniah itu adalah visi surgawi, secara batiniah itu adalah wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak ingin kita hanya melakukan jenis pekerjaan yang umum dan bermacam-macam dariNya. Dia ingin kita mengetahui seluruh rencana Dia dan bekerja denganNya lewat tujuan dan rencana yang jelas. Karena kita bukanlah hanya pelayanNya, namun kita adalah juga temanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penyerahan diri dan pengabdian diri berharga, namun bila kita sudah sampai di situ, ke dua hal itu dapat menjadi lebih berharga setelah melewati wahyu. Dan pada saat itu juga menjadi lengkap. Penyerahan diri kita di hadapan wahyu ini hanyalah masalah keselamatan. Dia telah membeli saya dengan darahNya, kasihNya bagi saya tidak terucapkan. Karenanya, saya harus memberikan diri saya padaNya. Saya harus memberikan diri saya dan semua yang saya miliki padaNya karena kasih karuniaNya yang menyelamatkan saya. Namun setelah wahyu, hal itu menjadi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita melihat tujuan kekal Allah, kita akan menyerahkan diri pada tujuan ini, dengan penyerahan yang tidak pernah kita impikan sebelumnya - sesuatu yang lebih mendalam dan lebih mengherankan. Paulus berkata:&lt;em&gt; "Kepada penglihatan dari sorga itu, tidak pernah aku tidak taat."&lt;/em&gt; (Kis 26:19). Dia dapat pergi melewati apa saja dan menahan apa saja karena penglihatan surgawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari orang-orang Allah, Yusuf adalah tipe yang sempurna, di dalam dia menjadi satu orang-orang yang ada sebelum dia. Namun krisis datang padanya ketika dia bermimpi. Ini adalah wahyu baginya yang di dalamnya dia melihat tujuan Allah dan bagian bagi dirinya di dalam tujuan Allah tersebut. Ini adalah permulaan pekerjaan Allah lewat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa harus naik keatas gunung untuk menerima pola untuk kehidupan umat Allah - Sepuluh Perintah Allah dan semua hukum Allah. Kemudian dia harus mencapai pola tabernakel: &lt;em&gt;"Ingatlah... bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu"&lt;/em&gt; (Ibrt 8:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian yang terkecil dari pekerjaan yang kita lakukan untuk Allah haruslah menurut contoh yang ditunjukkan kepada kita di atas gunung; yaitu, menurut wahyu tentang tujuan dan rencanaNya yang kekal yang sudah Allah berikan kepada kita. Namun wahyu yang didapatkan oleh Yusuf dan Musa dan yang lainnnya bersifat individual. Tidaklah demikian sekarang. Sekarang wahyu ditujukan kepada gereja. Itu bukanlah wahyu yang berbeda untuk setiap individu, namun wahyu yang sama diberikan pada seluruh gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pekerjaan Rohani Yang Berdasarkan Pada Wahyu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semua pekerjaan Allah yang bersifat rohani berasal dari wahyu. Bila tujuan kekal Allah terpisah dari wahyu, tidak ada pekerjaan rohani yang sesungguhnya. Mungkin ada bermacam-macam pekerjaan bagi Allah yang tersebar yang diberkati olehNya, namun hal itu tidak dapat sungguh-sungguh disebut pekerjaan rohani atau kerja sama dengan Dia, jika pekerjaan itu bukanlah hasil dari wahyu mengenai tujuan kekal Allah. Haruslah sebuah wahyu dan bukan semata-mata pemahaman batiniah mengenai wahyu - bukan hanya mengerti dan melihat secara intelektual, karena hal itu sia-sia. Hal itu haruslah berupa sebuah "penglihatan" di dalam roh saudara: sebuah penglihatan tentang bidang dan pembatasan pekerjaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hanya wahyulah yang dapat berurusan dengan pekerjaan dan pekerja. Terang dari surga menghancurkan kita berkeping-keping. Ia menghancurkan dan membunuh kita dan pekerjaan kita. Bila itu hanyalah berupa doktrin atau pengajaran, hal itu akan segera meninggalkan kita. Ia pergi dan menguap. Namun bila itu adalah terang atau wahyu, ia adalah hidup kita, dan kita tidak dapat melarikan diri darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Tuhan Yesus berkata: &lt;em&gt;"Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan Dia pada akhir zaman...Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku." Banyak orang tersandung karena hal ini dan meninggalkanNya. Namun, murid-muridNya ketika ditanya apakah mereka akan meniggalkanNya juga, menjawab: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal."(&lt;/em&gt;Yoh 6:54, 56, 57, 68).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita melihat terang, terang itu menjadi hidup kita dan tidak pilihan lain. Kita tidak memiliki jalan lain, karena itulah yang sungguh-sungguh menjadi hidup kita. Bila kita tidak melewati jalan itu, kita mati. Namun syukur pada Allah karena hal itu bukanlah sesuatu yang harus kita ingat, atau coba kita ingat. Bila kita sudah melihatnya, kita sudah melihatnya dan akan selalu melihatnya. Ia tidak pernah meninggalakan kita. Kita menemukan bahwa tubuh adalah jawaban untuk semuanya: itu adalah kehidupan kita yang sesungguhnya. Kita tidak dapat hidup di luar tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepada Siapa Diwahyukan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap hal rohani yang kita miliki, datang kepada kita oleh wahyu. Hal itu datang dengan urutan seperti ini: (1) terang, (2) wahyu, (3) kehidupan, yaitu kehidupan Allah, dan (4) seluruh kekayaanNya, seluruh diriNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Allah ingin melakukan hal yang baru - hal yang khusus - di Shanghai, di Cina, atau di mana pun di dunia apakah Ia akan menyingkapkan atau menyembunyikannya dari saudara? Ada berapa orang di Shanghai yang bisa dipercayaiNya bila Dia ingin melakukan sesuatu di sana? Biarlah kita melihat bahwa kepada orang- orang yang paling dikasihiNya dan yang paling dekat denganNyalah Dia akan menyingkapkan rahasiaNya dan rencana-rencanaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya hal ini menjadi sesuatu yang menenangkan pikiran kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Terjemahan bebas dari GOD'S WORK (Bab 3, Watchman Nee), mia wenas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-709981225300487925?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/709981225300487925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=709981225300487925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/709981225300487925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/709981225300487925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2009/02/wahyu-tentang-tujuan-kekal-allah.html' title='Wahyu Tentang Tujuan Kekal Allah'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-526595825589034534</id><published>2009-01-08T17:33:00.001-08:00</published><updated>2009-01-08T17:38:46.289-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Pekerjaan Allah Pada Masa Kini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus .... dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil, maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebe naran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari padaNyalah seluruh tubuh,- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota - menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Ef 4:7, 11-16)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita akan mengetengahkan pokok pembicaraan tentang apa pekerjaan Allah pada zaman ini. Pekerjaan Allah pada zaman ini adalah membentuk tubuh Kristus. Dan pekerjaan gereja, sama persis - membentuk tubuh Kristus. "Seluruh tubuh.... menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih". Tidak ada misi, tidak ada sekolah Alkitab, tidak ada kelompok pengabar Injil dll yang dapat pernah menggantikan gereja atau melakukan pekerjaan gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Untuk Penyempurnaan Orang-Orang Kudus&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pada zaman sekarang, rata-rata gereja hanyalah memperhatikan keselamatan jiwa; namun dalam Perjanjian Baru - di sini, di Efesus - bukan hanya itu yang diperhatikan.Kristus telah menjadikan orang-orang sebagai rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar. Mengapa? Untuk penyempurnaan orang-orang kudus. Yang diperhatikan gereja pada masa ini nampaknya hanyalah menyelamatkan manusia dari neraka, dari hukuman, dari kesedihan dan dari kehilangan. Ini baik, namun ini bukanlah pikiran Allah untuk gereja. Ini bukanlah pekerjaan Allah untuk gereja. Tugas yang ditujukNya bagi gereja adalah "penyempurnaan orang-orang kudus", karena pekerjaanNya dan pekerjaan gereja adalah membentuk dan memperbaiki tubuh. Dikatakan bahwa mengingat penjelmaan Yesus Kristus, Allah bertujuan untuk memberikan padaNya sebuah tubuh; bahkan Tuhan Allah sekarang sedang mempersiapkan sebuah tubuh bagiNya. Rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan guru diberikan kepada gereja untuk menambah kekuatan tubuh; yaitu bahwa, mereka sebagai anggota tubuh diharuskan menambah kekuatan tubuh. Anggota tubuh adalah untuk tubuh. Karunia kepada gereja yang adalah anggota tubuh adalah untuk tubuh. Tubuh adalah untuk menambah kekuatan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bukan Pengajaran, Namun Kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, dapatkah pekerjaan Allah berada di luar gereja dalam misi atau kelompok pengabar Injil atau bagian yang lain? Tidak pernah! Karena hal itu haruslah gereja itu sendiri - tubuh itu - yang melakukan pekerjaan tubuh. Hal ini menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pekerja-pekerja atau pekerjaan-pekerjaan atau misi-misi yang bersifat mandiri, besar atau kecil, yang terorganisir dengan sangat baik atau yang didorong oleh iman. Bila terpisah dari tubuh, terpisah juga dari perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini bukanlah masalah prinsip atau pengajaran, ini adalah masalah kehidupan. Bila saudara mempunyai wahyu mengenai hal ini, ketika saudara melakukan hal yang paling kecil yang bersifat individualistis dan tidak berhubungan dengan tubuh, saudara akan merasakannya dan mengetahui bahwa itu salah, walau itu adalah hal yang sangat kecil. Sama sekali tidak ada tempat bagi kemandirian atau individualis - karena itu adalah diri sendiri, itu adalah saudara dan bukan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah saudara memiliki ini sebagai pengajaran? Bila saudara tidak memiliki kesadaran tubuh, saudara memilikinya dalam dunia roh dan bukan dengan wahyu. Dan jika demikian, itu adalah sesuatu yang saudara ambil dari luar; hal itu tidak datang dari dalam. Hal itu tidaklah bersifat spontan dan bukan-lah kehidupan bagi saudara. Melainkan, itu adalah sesuatu dalam pikiran saudara dan bukanlah suatu wahyu; sebaliknya saudara akan memiliki kesadaran tubuh. Bila itu adalah sesuatu yang dapat saudara lepaskan atau sesuatu yang darinya saudara dapat melarikan diri atau dapat saudara kesampingkan, saudara tidak memiliki wahyu dalam tubuh.&lt;br /&gt;Bila saudara sungguh-sungguh berada dalam tubuh berdasrkan pengalaman karena wahyu, saudara tidak dapat melarikan diri darinya .Saudara tidak mempunyai jalan lain, tidak ada pilihan, hanya ada satu pilihan bagi saudara. Bila saudara tidak mempergunakan jalan ini, tidak ada jalan lain bagi saudara karena saudara sudah melihat tubuh lewat wahyu. Bila ini adalah wahyu ada hal batiniah - dalam roh saudara, bukan hal jasmaniah, dalam pikiran saudara.&lt;br /&gt;Di luar gereja yang adalah tubuhNya, tidak ada kemungkinan bagi pekerjaan Allah. Bila saudara pergi ke satu tempat di mana ada gereja yang sesungguhnya, yaitu ekspresi tubuh Kristus yang benar-benar merupakan gerejaNya, saudara tidak dapat bekerja terlepas dari gereja itu, yaitu yang tidak berhubungan dengan ekspresi tubuh Kristus. Jangan berpendapat bahwa pekerja hanyalah rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar yang Allah susun dalam dan untuk tubuh. Tidak; setiap anggota tubuh dimaksudkan Allah untuk bekerja bagi Allah dan bagi tubuh untuk memperbaiki tubuh. Salah bila dikatakan bahwa beberapa orang adalah pekerja dan beberapa orang hanyalah anggota tubuh. Semua orang adalah pekerja. Tubuh Kristus bukanlah untuk membangun tubuh itu sendiri. Semua harus berasal dari tubuh dan semua haruslah bagi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keberadaan kita di sini bukanlah untuk menyusun sesuatu, untuk mendirikan sesuatu, menjadi pola dalam penyembahan, untuk mewakili gerakan yang baru. Keberadaan kita di sini adalah untuk mewakili ekspresi kehidupan Kristus dalam tubuhNya. Apa pun yang berada di Shanghai berasal dari Allah, siapa pun milik Allah, apapun dan siapa pun yang mewakili tindakan kehidupan Kristus adalah milik kita. Mereka adalah bagian dari kita, apakah mereka menyadari atau mengakuinya atau tidak, dan kita adalah bagian dari mereka. Jika ia bukan mahluk hidup, ia bukanlah gereja. Benda mati tidak dapat menjadi tubuhNya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alangkah seringnya sebuah misi atau pekerjaan bersama hanyalah membawa seperangkat doktrin, pengajaran-pengajaran khusus, atau pendirinya sendiri yang mungkin sudah menjadi orang yang saleh. Allah melepaskan kita dari semua ini, karena semuanya adalah benda mati. Roh Kudus tidak dapat mendukung atau melayaninya, karena itu adalah "benda" dan Roh Kudus hanyalah dapat mempergunakan mahluk hidup - tubuh, gereja. Semua pekerjaan haruslah berasal dari gereja sampai kepada penambahan kekuatan dan perbaikan gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebagai Sebuah Tubuh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tujuan dari semua ini ditemukan dalam Ef 4:13 &lt;em&gt;"Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus". &lt;/em&gt;Hal ini tidak dapat direalisasikan secara individual; ia hanya dapat direalisasikan dan dicapai lewat sebuah tubuh. Oleh karena itu, marilah kita meminta Allah untuk berurusan dengan kita, untuk mengerat semua individualisme, semua pikiran dan keputusan sendiri, semua gerakan dan tindakan individualis. Seluruh kehidupan kita haruslah terletak dalam tubuh. Mintalah pada Allah untuk mengajarkan pada kita bagaimana hidup di situ. Kehidupan tubuh bukanlah sesuatu yang dapat kita pelajari. Itu adalah hal yang paling alamiah dan spontan bila kita berada di dalam tubuh oleh wahyu. – &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Terjemahan bebas dari GOD'S WORK (Bab 2, Watchman Nee), mia wenas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-526595825589034534?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/526595825589034534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=526595825589034534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/526595825589034534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/526595825589034534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2009/01/pekerjaan-allah-pada-masa-kini.html' title='Pekerjaan Allah Pada Masa Kini'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-1635162142495329442</id><published>2008-10-28T19:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T19:52:35.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Apa Yang Dimaksud Dengan "Pekerjaan Allah"?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;"Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." - (Fil 3:12-14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai teman-teman sekerja, ...." (II Kor 6:1)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memiliki pekerjaan. Pekerjaan ini bukan pekerjaan Saudara atau pekerjaan saya; juga bukan pekerjaan suatu badan misi atau organisasi tertentu. Pekerjaan ini adalah pekerjaan Allah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian 1 menceritakan kepada kita bahwa Allah bekerja dan kemudian beristirahat. Mula-mula Allah menciptakan terang, makhluk hidup, manusia dan seterusnya. Hanya Dia yang dapat melakukan penciptaan ini. Dan sekarang Ia juga memiliki pekerjaan; pekerjaan ini bukan pekerjaan manusia, dan tidak dapat dikerjakan oleh manusia manapun. Pekerjaan Allah tidak dapat dilakukan oleh siapapun kecuali oleh Allah sendiri. Semakin cepat kita menyadari hal ini semakin baik. Sebab pekerjaan manusia, pikiran manusia, metode manusia, semangat manusia, kesungguhan dan usaha manusia, juga kegiatan tanpa kenal lelah yang dilakukan manusia, sama sekali tidak mendapat bagian dalam pekerjaan Allah. Manusia tidak dapat mengambil bagian dalam pekerjaan Allah, baik pada waktu yang lampau, maupun pada masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surat Filipi Paulus berkata: "&lt;em&gt;Kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus."&lt;/em&gt; Tuhan Yesus mempunyai tujuan yang khusus ketika menangkap kita; tujuan khusus inilah yang ingin kita pegang. Ia memiliki tujuan, yaitu supaya kita menjadi kawan sekerjaNya. Meskipun demikian kita tetap tidak dapat melakukan pekerjaan Allah, karena pekerjaan itu adalah milik Allah sepenuhnya. Namun pada sisi lain kita adalah kawan sekerjaNya. Jadi, pada satu sisi kita harus tahu dan sadar bahwa sedikitpun kita tidak dapat mengambil bagian dalam pekerjaan Allah; tetapi pada sisi yang lain kita dipanggil untuk menjadi kawan sekerjaNya! Untuk alasan inilah Ia menangkap kita. Allah mempunyai tujuan yang pasti dalam penyelamatan - sebuah tujuan yang khusus dan jelas - yaitu menjadikan kita kawan sekerjaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa Yang Dimaksud Dengan "Pekerjaan Allah"?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang dimaksud dengan pekerjaan Allah? Kitab Efesus memberikan keterangan yang lebih jelas dari pada kitab yang lain dalam Perjanjian Baru. Ayat 4 dalam pasal 1 mengatakan: &lt;em&gt;"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya"&lt;/em&gt;. Pasal 2 ayat 7 mengatakan: &lt;em&gt;"supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karuniaNya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikanNya terhadap kita dalam Kristus Yesus."&lt;/em&gt; Sebagai tambahan dalam pasal 1 ayat 9 dikatakan: &lt;em&gt;"Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendakNya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaanNya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula ditetapkanNya dalam Kristus."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebaktian di gereja kita sering menjumpai orang yang melayani dan berkotbah menurut pikiran mereka sendiri. Mereka tidak berbicara dalam Roh tetapi menyimpang dari kebenaran. Apa yang mereka katakan cuma memiliki nilai yang kecil atau bahkan sama sekali tidak memiliki nilai. Namun pada waktu Allah menciptakan dunia ini, karena Dia yang merancangnya, tidak ada yang tidak harmonis. Segalanya adalah untuk Anak, segalanya berasal dari Kristus dan bagi Kristus. Tidak ada yang di luar Dia, karena segalanya telah termasuk di dalam Kristus. &lt;em&gt;"Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia" (Kol 1:16).&lt;/em&gt; Semuanya berada dalam keharmonisan rencana Allah yang sempurna. Dan Allah akan membawa semua ciptaanNya sampai tingkat ini, pada tempat yang benar-benar harmonis. Namun, sedikitpun kita tidak dapat melakukan bagian ini. Allahlah yang sedang melakukannya dan akan melakukan semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah Kawan Sekerja Allah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kawan sekerja Allah adalah gereja. Dalam dua ayat di Efesus yang disebutkan sebelumnya kita dibawa untuk melihat sekejap ke dalam dua keadaan kekal: (1) &lt;em&gt;"Dia memilih kita sebelum dunia dijadikan"&lt;/em&gt;, dan (2) &lt;em&gt;"Supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karuniaNya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikanNya terhadap kita dalam Kristus Yesus."&lt;/em&gt; Dan sarana tempat pekerjaan ini dilaksanakan adalah tubuh Kristus, yang juga merupakan wadah Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, siapakah yang bisa disebut sebagai seorang kawan sekerja Allah? Ia bukan orang yang ingin bekerja untuk Allah, bukan orang yang melihat kebutuhan dan kemudian ingin memenuhinya; bahkan bukan orang yang memimpin orang lain kepada keselamatan. Ia adalah orang yang melakukan apa yang Allah tunjukkan kepadanya sehubungan dengan rencanaNya yang kekal, dan hanya itulah yang dia lakukan. Bila kita sungguh-sungguh melihat alasan mengapa Allah menangkap kita, maka semua kerja keras kita, semua pekerjaan yang pernah kita lakukan untuk Dia akan nampak tidak berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran dan tujuan Allah dalam segala perkara adalah untuk menyatakan AnakNya, untuk memanifestasikan AnakNya&lt;em&gt;,"untuk menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karuniaNya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikanNya terhadap kita dalam Kristus Yesus."&lt;/em&gt; Inilah tujuan kekalNya. Apakah ini sasaran Saudara dalam pekerjaan yang Saudara lakukan sekarang? Bila sasaran Saudara lebih rendah daripada ini, Saudara bukanlah kawan sekerja Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara mungkin bertanya: Bagaimana saya tahu bahwa saya sedang bekerja bersama Allah? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan mudah. Apakah Saudara merasa puas dengan apa yang Saudara lakukan? Bila Saudara tidak memuaskan Allah, Saudara tidak dapat memuaskan diri sendiri. Hal ini bukanlah tentang membandingkan pekerjaan Saudara dengan pekerjaan orang lain. Yang dipermasalahkan di sini adalah apakah yang Saudara lakukan itu benar-benar baik atau tidak. Yang dimaksud dengan baik di sini adalah baik dalam pandangan Allah; dapat diterima Allah, berasal dari Allah dan sejalan dengan tujuanNya yang kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus menyatakan: &lt;em&gt;"Kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya karena aku telah ditangkap oleh Kristus Yesus."&lt;/em&gt; Kita tidak perlu melihat sekeliling kita dan mengeritik orang lain, dan bertanya-tanya apakah mungkin banyak orang lain yang salah dan hanya kita, yang sedikit, yang benar. Sikap seperti ini tidak berharga dan menyakitkan. Biarkanlah yang lain. Biarlah kita yakin bahwa kita &lt;em&gt;"berlari-lari kepada tujuan dan memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah Yang Dimaksud Dengan Gereja?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika kita mulai mencari sesuatu di sini, di bumi ini - sebuah gereja, sebuah kesaksian, sebuah gerakan, sebuah doktrin, hal yang dapat dilihat dari luar dan yang nyata, kita segera melihat bahwa hal-hal tersebut hanyalah "kekristenan yang bersifat teknis". Hal itu hanya bersifat dunia; mati dan tidak berguna. Tubuh Kristus hidup dan bersifat rohani. Namun bila ia mati, dengan segera ia hanya menjadi sebuah benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya perlu menjadi biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati dan kemudian menghasilkan tuaian. Hal ini terus menerus diulang selama berabad-abad, dan selamanya selalu merupakan urusan surgawi; tidak pernah ada campur tangan dunia. Gereja bukan merupakan kumpulan orang Yahudi, orang kafir, orang Inggris, orang Amerika, orang Cina dan seterusnya. Karena bukankah di dalam Kitab Kolose tertulis &lt;em&gt;"dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu" (3:11)&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang berpendapat bahwa untuk masuk ke dalam kerajaan Surga, kita harus memiliki "sepotong" Kristus di dalam kita - dan itulah yang membuat kita masuk. Ini adalah konsep yang salah yang mengerikan. Karena di pintu masuk kerajaan Surga terlihat salib, dan di atas salib itulah Saudara dan saya dan setiap orang digantung. Setiap orang Yahudi, Yunani, Inggris, Amerika, Cina dan seterusnya dipakukan pada salib itu dan tidak pernah masuk ke dalam kerajaan Surga. Segala sesuatu yang masuk adalah Kristus, tidak ada sesuatupun dari kita yang dapat masuk. Jadi, itulah yang disebut gereja. Apapun yang ada di dalam kita dan tentang kita yang adalah Kristus dan berasal dari Kristus adalah gereja; apa pun yang bukan Kristus sendiri yang diam di dalam kita - bukanlah gereja dan tidak akan akan pernah masuk ke dalam kerajaan Surga, tetapi akan dihancurkan. Yang ada di dalam kita, yang di dalamnya terdapat kehidupan Kristus, hanya itulah yang akan dikenali dan yang akan diolah. Dan hanya elemen inilah yang dapat bekerja sama dengan Allah – &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Te&lt;span style="font-family:arial;"&gt;rjemahan bebas dari GOD'S WORK (Bab 1, Watchman Nee), mia wenas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-1635162142495329442?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/1635162142495329442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=1635162142495329442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/1635162142495329442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/1635162142495329442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/10/apa-yang-dimaksud-dengan-pekerjaan.html' title='Apa Yang Dimaksud Dengan &quot;Pekerjaan Allah&quot;?'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-6217944345173372903</id><published>2008-10-06T18:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T18:11:50.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Charles - Frances Hunter'/><title type='text'>Kunjungan Malaikat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Charles &amp;amp; Frances Hunter&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Charles dan Frances Hunter adalah hamba Tuhan, suami-isteri, yang banyak melayani kesembuhan ilahi di seluruh dunia. Berikut ini adalah salah satu kisah pelayanan mereka yang diambil dari buku SUPERNATURAL HORIZON.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Charles&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah malaikat-malaikat akan lebih banyak terlihat oleh Tubuh Kristus pada zaman akhir ini dibandingkan dengan pada zaman gereja mula-mula? Kira-kira sepertiga dari pernyataan tentang malaikat di dalam Alkitab ada di dalam kitab Wahyu, dan kami percaya bahwa inilah saat di mana kita hidup sekarang!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak kami menulis buku  yang  banyak  membuat  orang  bertobat,  yaitu KUNJUNGAN UTUSAN SORGAWI, ratusan orang datang kepada kami dengan kesaksian telah melihat malaikat atau telah dikunjungi malaikat. Ada hal yang menarik dari beberapa kesaksian mereka. Ternyata kami juga telah melihat  malaikat-malaikat muncul pada tempat yang sama yang dilihat oleh mereka, dan  mereka juga menjelaskan malaikat-malaikat tersebut sama  seperti  apa  yang  telah kami lihat. Allah meneguhkan FirmanNya dengan banyak saksi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kunjungan malaikat di dalam kehidupan kami yang pertama kali terjadi pada waktu malam kelahiran saya. Ibu saya tidak menceritakan hal ini sampai masa tuanya, sampai Allah menempatkan kami dalam pelayanan. Ia mengatakan bahwa malaikat muncul di samping tempat tidurnya, memberikan ia sebuah&lt;br /&gt;Bingkisan kecil dan berkata, "Inilah anakmu yang kau kasihi!" Kemudian malaikat tersebut menghilang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Segera setelah kami menerima baptisan Roh Kudus, kami melayani kebaktian mujizat di Austin, Texas. Frances dan saya, pemimpin pujian dan seorang lain sedang berada di panggung auditorium. Ketika kami sedang dalam suasana penyembahan yang indah, Frances berpaling kepada pemimpin  pujian dan berkata, "Bagaimana kalau Saudara  memimpin  kita  untuk  bernyanyi di dalam Roh?" Ia agak kaget mendengar hal itu, tetapi Paulus berkata bahwa ia juga menyanyi di dalam Roh, jadi kenapa kita tidak?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tepat sebelum pemimpin pujian mulai bernyanyi di dalam bahasa roh, kami berdua berpaling ke piano. Dari arah  tersebut  kami  mendengar  sesuatu  seperti  seribu  anggota orkestra  sedang  menyiapkan  (tuning)  alat  musik  mereka  tepat  sebelum melakukan konser. Tetapi ....bangku piano dalam keadaan kosong dan  sebuah gitar terletak di atas  bangku  tersebut!  Suara tersebut semakin keras. Nampaknya mereka sudah siap menantikan aba-aba yang akan diberikan dirijen. Lalu, bersamaan dengan  pemimpin  pujian  mulai  bernyanyi  di  dalam  Roh, seluruh orkestra yang tidak kelihatan ini memainkan  alat  musiknya  dengan harmonis mengiringi nyanyian dalam bahasa roh  yang  sangat  indah.  Benar-benar merupakan pengalaman yang luar  biasa  bagi  kami  pada  saat  kami mendengar musik dari seribu malaikat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Frances&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian di Montana kami  melayani  suatu  kebaktian  di dalam sebuah tenda besar dengan  jemaat  kira-kira  700  orang  yang  sudah dipenuhi Roh Kudus. Kami baru saja menceritakan  tentang pesan  yang  luar biasa yang disampaikan oleh Gabriel seperti yang tertulis di  dalam  pasal, "Ia mengalami kematian" dan "Engkau dibungkus (Penebusan)"  di  dalam  buku KUNJUNGAN UTUSAN SORGAWI. Tidak ada yang mengundang kemuliaan Tuhan selain meninggikan Yesus melalui pengorbananNya dan darahNya  yang  dipersembahkan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada saat Charles selesai  menyampaikan  pesan  penebusan  yang  sangat indah ini, saya melangkah ke  mikrofon. Biasanya  kami  langsung  melayani kesembuhan pada saat seperti itu. Tetapi saya justru mulai menyanyi dalam Roh dan kemudian suara 700 orang jemaat mulai bersama-sama bersatu di dalam penyembahan yang indah. Nampaknya seperti suatu pernyataan ucapan syukur yang menyatu, yang disampaikan kepada Allah karena telah mengirimkan Yesus kepada kita. Volume suara tersebut membesar dengan harmonis dan benar-benar merupakan nyanyian terindah yang pernah kami dengar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian, nampaknya setiap orang mulai memperhatikan dan melihat ke atas pada saat mereka menyembah. Hal ini terus berlangsung selama beberapa menit dan tidak seorangpun yang ingin berhenti. Tiba-tiba nyanyian tersebut berakhir dalam ketenangan yang kudus!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah  berbicara  melalui  nubuat  dan  berkata,  "Karena  pujian   dan penganggungan yang kalian naikkan kepadaKu malam ini,  Aku  telah  mengirim sepasukan malaikat dari tempat lain untuk bersatu dengan  kalian  di  dalam pujian dan penyembahan!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang kami lihat dan kami dengar merupakan pernyataan kemuliaan Allah yang sangat luar biasa. Ada lebih banyak malaikat-malaikat penyembah dari pada jemaat yang hadir; malaikat-malaikat menutupi bagian atas dekat puncak tenda yang besar tersebut, dan untuk pertama kalinya dalam  hidup saya, saya mendengar mereka bernyanyi.  Suara mereka seperti biola yang sangat tinggi tetapi mereka bernyanyi di dalam bahasa malaikat!  Kemuliaan hanya bagi Allah!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hati kami sangat bergetar ketika orang-orang berlari kepada kami setelah kebaktian dan berkata, "Apakah kalian melihat malaikat-malaikat dan mendengar mereka bernyanyi bersama-sama kita ketika kita sedang bernyanyi dalam bahasa roh?" Setiap pernyataan selalu sama, dan kemudian mereka berkata, "Ketika akhirnya mereka pergi, suatu kabut sorgawi turun dari atap tenda."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita sedang hidup di dalam abad yang paling menarik  sepanjang  waktu! Haleluyah! Kami suka untuk menyembah Allah dan Kristus Yesus. Di dalam setiap kebaktian mujizat yang kami layani, kami selalu menghabiskan banyak waktu untuk pujian dan penyembahan. Umumnya jemaat akan masuk ke dalam pujian  di dalam Roh  pada  saat  mereka  menyanyi  dengan  roh  mereka  seperti  yang dilakukan Paulus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada suatu kebaktian pagi di Abilene, Texas Civic Center, gembala yang mensponsori kebaktian  tersebut,  Wilson  Estes,  datang  kepada  kami  dan merasakan kekaguman yang tidak biasa karena apa yang baru saja ia lihat dan alami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia berkata, pada saat ia sedang di dalam suasana penyembahan yang tinggi, ia melihat ke atas panggung dan seluruh bagian atas dari panggung tersebut dipenuhi dengan satu baris malaikat kecil. Ia terus memuji Tuhan, bernyanyi di dalam Roh, dan melihat kembali.  Kali ini ada dua baris malaikat; di belakang baris yang pertama ia melihat satu baris malaikat perang yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia bertanya, "Allah, apa artinya ini?"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah berkata, "Baris pertama adalah malaikat-malaikat penyembah yang Aku kirim untuk bergabung dengan kalian dalam pujian dan penyembahan. Baris kedua adalah malaikat-malaikat perang yang Aku kirim untuk melawan  roh-roh keagamaan yang ada di Abilene."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami melihat ke sekeliling, ke atas, dan ke sekitar panggung tetapi tidak ada sesuatu yang menyerupai malaikat! Kami meminta Pendeta Estes untuk menceritakan tentang malaikat pada saat kebaktian malam. Setelah ia selesai, saya mulai bernubuat tentang apa yang akan Allah kerjakan di Abilene; ketika saya selesai, Charles melangkah ke mikrofon untuk berbicara. Tiba-tiba saya menyadari bahwa ada seseorang di panggung bersama-sama dengan kami. Di dalam roh saya tahu bahwa itu bukan orang biasa, tetapi saya tidak tahu apa itu, jadi saya mulai  mundur perlahan-lahan sehingga saya bisa berdiri satu baris dengan dia. Saya  tahu bahwa itu bukan Allah atau Yesus, tetapi jelas sesuatu  yang  berasal  dari surga; saya terus bergerak perlahan ke belakang sehingga saya dapat melihat siapakah itu tanpa mengganggu jalannya kebaktian. Tiba-tiba saya berpaling. Ternyata ada SEORANG PRIA PALING BESAR YANG PERNAH SAYA LIHAT DALAM  HIDUP SAYA. Langsung saya tahu bahwa itu  adalah malaikat! Dan sambil menahan nafas  (karena  tidak  ingin  mengganggu  kebaktian) saya  berkata  "WOW!" Kemuliaan yang luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tingginya kira-kira 2,5 meter dan ia memiliki bahu  yang  paling  besar yang pernah saya lihat seumur hidup saya. Saya benar-benar terpesona dengan kehadiran malaikat ini sehingga saya tidak bisa mengatakan apa-apa!  Lalu Allah berkata di dalam hati saya, "Itulah malaikat penjaga yang saya tempatkan di sisimu dan Charles, untuk melindungi kalian dari panah-panah api si jahat sampai Yesus Kristus datang kembali!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata-kata tersebut berkobar di hati saya, dan bahkan pada saat saya menulis ini, saya dapat mendengarnya kembali! Yang paling menarik hati saya adalah lima kata terakhir "sampai Yesus Kristus datang kembali!"  Haleluya! Kita pasti sedang berada di ujung zaman!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak saat itu saya sering melihat malaikat dan selalu menyadari akan kehadirannya, baik ketika kami sedang di pesawat terbang atau di dalam mobil. Betapa sangat menghibur dan sangat menyenangkan pada saat kita mengetahui bahwa ada malaikat yang senantiasa melindungi kita dari  panah-panah berapi si jahat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Charles&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Minggu malam, kami diundang ke acara pernikahan.  Waktu itu kira-kira satu jam  sebelum  kebaktian  dan  pemberkatan  pernikahan. Seorang pria membawa isterinya yang pincang ke dalam ruang tunggu gereja. Kami melayaninya, berdoa untuk kesembuhannya tetapi Allah menggerakkan kami untuk juga menyembuhkan punggungnya.  Dibutuhkan waktu sekitar 10 menit sampai ia sembuh total. Mempelai pria menjadi sangat gelisah, tetapi kami berkata bahwa Allah ingin agar wanita tersebut sembuh total.  Ia  mengalami kesembuhan total setelah berbulan-bulan  mengalami  kesakitan yang  sangat menyiksa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara pendeta sedang memimpin acara pernikahan, saya meminta izin untuk menginterupsinya selama beberapa saat. Kedua mempelai memandang kami ketika kami melihat ke jemaat. Saya berkata kepada  jemaat  bahwa  hal  ini bukan acara pernikahan  yang  biasa  karena  malaikat  raksasa  yang  Allah tempatkan bersama kami sedang berdiri di belakang kedua mempelai dan sedang melihat ke arah kami. Kemudian saya berkata bahwa ia sedang bergerak ke arah kanan saya; kemudian ia kembali bergerak ke arah Frances.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya belum pernah melihat malaikat ini atau malaikat raksasa lainnya, tetapi Allah memberikan saya kemampuan di  dalam  Roh  untuk  menceritakan dengan tepat di mana malaikat tersebut  berada  dan  mengetahui  gerakannya tanpa melihatnya  dengan  mata  jasmani.  Frances mengambil mikrofon dan berkata, "Charles menjelaskannya dengan tepat  (Frances  melihat  malaikat tersebut dengan jelas sama seperti ia dapat melihat saya), kecuali bahwa ia bergerak ke sebelah kanan kami dan ia meletakkan  tangannya  di  atas  bahu pria yang duduk di sana!" Pada malam itu juga, setelah acara pernikahan pria tersebut menerima Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu malam kami  sedang  menyembah  di  sebuah  gereja  di  Kalamazoo, Michigan, dan saya  menyenggol  Frances  pada  saat  kami  sedang  memimpin penyembahan, dan berkata,  "Apakah  kau  melihat  malaikat-malaikat?"  Kami sedang menyembah Yesus dan malaikat-malaikat penyembah muncul dalam lima atau enam kelompok. Mereka sedang bertepuk tangan dengan penuh sukacita di dalam puji-pujian yang sangat riang. Mereka nampak sangat terpesona pada saat menyembah Yesus yang sangat mereka  kasihi,  dan  yang  sangat  mereka muliakan dengan penuh hormat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malaikat-malaikat penyembah tersebut kira-kira 1,2  atau  1,5  meter tingginya,  sementara malaikat-malaikat  perang   yang   besar   nampaknya mempunyai tinggi antara 2 sampai 2,5 meter.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu malam di Massachusetts, pada hari terakhir dari suatu seminar tiga hari, kami mendorong jemaat untuk ikut pergi memberitakan keselamatan kepada mereka yang belum mengenal Yesus di dalam  kegiatan  mereka  sehari-hari. Tiba-tiba Frances berhenti berbicara dan mulai menceritakan apa yang ia lihat dengan penuh kekaguman. Sekitar seratus malaikat perang berbaris sepanjang kedua sisi auditorium dan juga di belakang  auditorium. Mereka berdiri dalam formasi militer. Allah memberikan sebuah pesan nubuat bagi jemaat lewat Frances: "Jangan takut untuk menceritakan tentang Yesus dan Injil, karena pada saat kalian melakukan hal ini kalian tidak pernah sendirian. Aku akan mengirimkan salah satu dari malaikat-malaikat  raksasa ini bersama kalian!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua belas orang datang kepada kami setelah kebaktian dan  masing-masing menceritakan malaikat-malaikat yang Frances lihat secara lebih terperinci. Ketika Pendeta Buck (Buku KUNJUNGAN UTUSAN SURGAWI) menceritakan tentang kira-kira seratus malaikat perang yang berdiri di halaman rumput di depan rumahnya, kami percaya. Kunjungan khusus dari surga ini memberikan kami peneguhan pribadi tentang satu dari penglihatan-penglihatan yang luar biasa yang dialami Pendeta Buck.  Pengalaman tersebut diceritakan kepada kami pada waktu kami menulis buku yang kemudian  membawa  1/4  juta  orang kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;SUPERNATURAL HORIZONS, Bab  16  (ANGEL  VISITATIONS),  jwm, 300793.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-6217944345173372903?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/6217944345173372903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=6217944345173372903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/6217944345173372903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/6217944345173372903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/10/kunjungan-malaikat.html' title='Kunjungan Malaikat'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-1044849232930085760</id><published>2008-08-26T18:22:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T18:29:55.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Frederick K.C. Price'/><title type='text'>Bagaimana Berdoa Untuk Pasangan Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bukan mustahil, kita seringkali mendapat kesulitan dalam memilih pasangan hidup, karena kita meminta hal-hal yang sesuai dengan keinginan kita sendiri. Demikian juga ketika saya belum menjadi seorang Kristen, yaitu sebelum saya mengerti untuk menerima sesuatu dengan iman. Pada saat itu perkawinan sangat jauh dari pikiran saya. Saya begitu menikmati hidup sendiri, sehingga saya bersikap tidak perlu ada perkawinan. Tetapi ketika saya mulai serius memikirkan perkawinan, mulailah pikiran saya merancang gambaran tentang pasangan yang bagaimana yang saya inginkan. Saya sudah membayangkan pasangan hidup idaman, kulitnya harus begini, rambutnya harus begitu. Pada saat itu saya tidak tahu bahwa Tuhanlah yang akan mengaturnya. Saya berpikir keinginan saya membuat saya bahagia.&lt;br /&gt;Ternyata yang terjadi tidaklah demikian. Saya menikah dengan pasangan berbeda dengan apa yang saya idamkan. Namun demikian, saya memiliki perkawinan yang bahagia.Yang ingin saya sampaikan ialah rupa seseorang tidak menjamin perkawinan itu bahagia.&lt;br /&gt;Jadi, semua hal yang sebelumnya pernah saya pikirkan itu bukanlah iman melainkan suatu kesalahan. Yang terbaik adalah menginginkan pasangan hidup yang Tuhan tahu cocok untukmu: biarlah keinginanmu itu dapat sejalan dengan kehendakNya.Tuhan tidak akan memilih seorang pasangan untukmu tanpa melibatkan engkau di dalamnya, atau tanpa mempedulikan engkau. Ia mengetahui apa yang terbaik untukmu. Apabila engkau meminta seorang suami atau istri kepada Allah, serahkan segala kualifikasinya kepadaNya. Mintalah di dalam nama Yesus dan percaya bahwa engkau sudah menerimanya. Dengan demikian engkau tidak perlu mencari-cari lagi, melainkan imanmu dapat lepas dan membuka pintu bagi Allah untuk membawa orang itu ke dalam hidupmu, dan orang itu pasti akan cocok untukmu seperti baju yang dibuat oleh seorang tukang jahit.&lt;br /&gt;Adalah suatu kebodohan jika kita menginginkan pasangan kita harus begini atau begitu. Itu dapat terjadi karena keinginan daging seperti yang kita baca dalam surat Yakobus 4:1-3. Barangkali itulah sebabnya engkau belum menerima hingga sekarang. Bukanlah iman jika engkau sekedar pergi kepada Tuhan dan meminta seseorang. Tetapi engkau harus mengizinkan Tuhan membawa orang itu kepadamu. Kita bisa saja meminta sesuatu atau melakukan hal-hal yang benar, tetapi tujuannya salah. Meminta pasangan hidup dengan motivasi yang salah adalah sangat tidak benar. "Kamu berdoa tetapi tidak menerima apa-apa karena kamu salah berdoa". Dengan kata lain, tujuan kita itu tidak benar karena meminta untuk keinginan daging agar terpenuhi. Kecantikan atau ketampanan tidak ada hubungannya dengan perkawinan yang bahagia. Saya mengenal orang-orang yang sangat cantik dengan rambut paling indah, tetapi mempunyai perkawinan terburuk di dunia. Sebaliknya saya juga mengenal orang yang biasa biasa saja tetapi perkawinannya sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BELAJAR PERCAYA KEPADA BAPA DI SURGA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita harus belajar untuk percaya kepada Bapa di surga. Singkirkanlah pikiran kita dari segala hal yang jasmani, apakah itu mengenai rupa atau kulit dan sebagainya. Mulailah dengan mencari kerajaan Allah terlebih dahulu. Serahkanlah permintaanmu itu kepadaNya:"Allah Bapa, saya menginginkan seorang suami atau seorang istri dan Engkau tahu bahwa saya menginginkan yang terbaik, tetapi saya akan mempercayakan itu kepadaMu,Tuhan. Semua ini saya minta di dalam nama Yesus dan saya percaya bahwa&lt;br /&gt;saya akan menerimanya sesuai firmanMu di dalam Markus 11:24".&lt;br /&gt;Selanjutnya serahkan kepada Tuhan agar Dia dapat membawa orang itu ke dalam hidupmu. Tetapi hati hati, jangan salah menafsirkan ayat di atas. Karena ada kata-kata 'apa saja yang kamu minta dan doakan', sehingga anda sudah menentukan si anu yang harus menjadi pasangan hidup saya. Bukan itu maksud yang dikatakan Yesus di dalam ayat tersebut. Engkau dapat meminta seorang suami atau istri, tetapi tidak bisa meminta orang tertentu, karena tidak ada disebutkan dalam Alkitab bahwa Allah pernah memberikan kita otoritas atas keinginan orang lain. Kita bisa saja menginginkan seseorang tetapi orang itu barangkali tidak menginginkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CARA YANG BENAR DALAM MEMINTA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau engkau akan meminta seorang suami atau seorang istri, saya menyarankan untuk melakukan seperti ini: katakanlah, : "Tuhan saya minta seorang suami atau seorang istri yang sepadan dan memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani saya. Saya percaya bahwa Engkau mengetahui yang terbaik untukku." Sesudah itu mulailah bersyukur Tuhan dan percaya kepadaNya bahwa Dia akan membawa orang itu ke dalam hidupmu, dan kamu akan tahu sewaktu ia datang. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-1044849232930085760?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/1044849232930085760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=1044849232930085760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/1044849232930085760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/1044849232930085760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/08/bagaimana-berdoa-untuk-pasangan-hidup.html' title='Bagaimana Berdoa Untuk Pasangan Hidup'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-3000009865359199635</id><published>2008-08-25T18:49:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T18:54:26.542-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dick Eastman'/><title type='text'>Orang-orang Besarpun Berdoa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jalan Doa, walaupun sulit dan tidak rata, namun telah ditempuh oleh orang-orang yang telah mencapai tingkat yang tinggi di bidang rohani.&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Samuel Rutherford telah melakukan amat banyak bagi Kristus. Apakah rahasianya? Setiap pagi dia bangun pukul tiga untuk bercakap-cakap dengan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keheningan malam yang gelap di Skotlandia dipecahkan oleh rintih tangis yang memilukan hati, ketika John Welch berdoa. Pernah ia mengatakan bahwa harinya tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, bila ia tidak berdoa seorang diri selama delapan atau sepuluh jam.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diceritakan bahwa Uskup Andrews, yang terkenal dan berhasil itu, menggunakan lebih dari lima jam setiap harinya untuk berdoa dan menekuni Alkitab.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap hari Charles Simeon bangun dari ranjangnya, berlutut dan berdoa dari pukul empat pagi sampai pukul delapan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Martin Luther mengatakan bahwa doa adalah karya suci yang sangat diharuskan. Ia mengakui, ”Bila saya tidak berdoa selama dua jam setiap pagi, maka iblis akan menang pada hari itu. Saya mempunyai begitu banyak tugas yang tak dapat saya lakukan tanpa menggunakan tiga jam sehari untuk berdoa.”&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walapun kehidupan John Wesley merupakan contoh terbaik dari orang-orang yang bekerja, namun saat-saat yang paling baik digunakan untuk berdoa. Semboyannya adalah, ”Dunia adalah jemaatku.” Bagaimana dia mencapai tujuan-tujuan yang kudus itu? Dia tak pernah bepergian kurang dari 4.500 mil setahunnya. Sering ia bepergian 8.000 mil dalam setahun. Sejak umur 36 tahun ia berkeliling sebagai pengkotbah Metodis, bepergian lebih dari 225.000 mil, berkotbah lebih dari 40.000 kali. Sering ia berkotbah kepada jemaat yang berjumlah 20.000 orang tanpa dibantu alat pengeras suara. Rupanya keadan cuaca tak pernah mengganggu Wesley. Bila hujan turun dengan derasnya atau tanah tertutup embun beku, pelayanannya berjalan terus. Seringkali kotbahnya berlangsung beberapa jam. Akan tetapi setiap perjalanan dan kotbahnya didukung oleh doa dan air mata.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kekuatan rohani Wesley diperoleh melalui doa yang setia dari seseorang. Kebanyakan orang mengenang keberhasilan dan keistimewaan Wesley bersaudara, tetapi melupakan doa seorang ibu. Sementara John dan Charles mengadakan kebaktian-kebaktian penginjilan, ibu mereka tekun dalam doa. Sayang sekali, kita tidak mempunyai catatan mengenai orang-orang lain yang berpuasa dan berdoa bagi Wesley bersaudara.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang yang telah berdoa, bekerja untuk penginjil-penginjil ini yang berkotbah dan menyanyi sehingga menjadi termasyur di kalangan Kristen. Tak seorangpun yang menyanjung pekerjaan banyak hamba Tuhan yang tak dikenal ini. Hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa mereka ikut memperbesar pengaruh rohani Wesley bersaudara.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tetapi camkanlah fakta ini: di balik rahmat yang menyelamatkan setiap insan ada doa seseorang. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-3000009865359199635?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/3000009865359199635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=3000009865359199635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/3000009865359199635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/3000009865359199635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/08/orang-orang-besarpun-berdoa.html' title='Orang-orang Besarpun Berdoa'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-7001075408812549908</id><published>2008-08-14T20:34:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T18:49:08.890-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mark Gorman'/><title type='text'>Tujuh Langkah Menuju Sukses</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mark Gorman – &lt;em&gt;The Winning Attitude&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Saudara melihat seseorang yang sangat sukses dan bertanya apa yang dikerjakannya sehingga bisa berhasil? Faktor-faktor apa yang menyebabkan orangorang tertentu menjadi sangat berhasil sementara Saudara sendiri nampaknya tidak pernah mendapat kesempatan untuk sedikit berhasil? Kini saatnya buat Saudara untuk berhasil. Saya akan berikan tujuh kunci – 7 D - yang kalau dilakukan dengan benar dan teratur akan membuka jalan Saudara menuju sukses.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Destination - &lt;em&gt;Tujuan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keputusan-keputusan yang harus diambil di tengah berbagai pilihan dalam kehidupan bisa sangat menekan dan tindakan mengambil keputusan bisa sangat membingungkan. Pernahkah Saudara bingung akan langkah berikut apa yang harus diambil? Perhatikan baikbaik, tidak ada yang perlu ditakutkan untuk memilih kalau&lt;br /&gt;Saudara sendiri tidak menetapkan tujuan akhir Saudara. Sekali Saudara memutuskan tujuan akhir Saudara, maka langkah-langkah yang perlu diambil akan terlihat dengan jelas. Milikilah tujuan akhir yang jelas bagi hidup Saudara.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dream. - &lt;em&gt;Mimpi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berikutnya, ubah tujuan yang mungkin fantastis tersebut ke dalam mimpi. Saudara harus bisa melihat diri Saudara sendiri berdiri di pantai Hawaii, baru tujuan yang spektakuler tersebut bisa menjadi mimpi Saudara. Tempatkan tujuan tersebut dari imajinasi Saudara ke dalam kenyataan di masa yang akan datang dalam hidup Saudara. Ini yang disebut dengan visualisasi. Kalau Saudara berhasil melakukannya maka artinya Saudara sudah berhasil untuk bermimpi.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Deadline. – &lt;em&gt;Batas Waktu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hati-hati, jangan sampai mimpi Saudara cuma tempat pelarian ketika Saudara merasa tertekan. Berikan batas waktu bagi mimpi Saudara. Itulah caranya membuat sasaran atau goal. Tuliskan sasaran-sasaran Saudara. Dengan cara ini Saudara akan memotivasi diri sendiri ke arah sesuatu yang lebih dari sekedar pelarian dari kenyataan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Decision. - &lt;em&gt;Keputusan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saudara harus membuat keputusan untuk merealisasikan sasaran-sasaran Saudara. Akan banyak kesempatan penting untuk mengambil keputusan, tetapi tidak ada yang lebih penting dari pada keputusan pertama untuk berhenti menjadi penonton dan mulai aktif terlibat dalam kehidupan Saudara sendiri.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Drive. - &lt;em&gt;Dorongan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saudara perlu belajar untuk membangun semangat Saudara sendiri, mendorong diri Saudara sendiri di tengah-tengah dunia yang sangat negatif. Beberapa orang akan tetap pada keputusannya kalau keputusan tersebut membuat mereka selalu gembira. Masalahnya, kegembiraan sangat tergantung pada keadaan. Kalau Saudara mau memenuhi mimpi Saudara, Saudara butuh sesuatu yang lebih kuat dari sekedar kegembiraan. Saudara membutuhkan sukacita. Tidak seperti kegembiraan yang tergantung oleh keadaan, sukacita muncul karena tujuan yang akan Saudara capai. Ini yang Saudara butuhkan untuk melalui semua rintangan yang ada di antara Saudara dan mimpi Saudara.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Discipline. &lt;em&gt;- Disiplin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alkitab berkata, “Tanpa visi rakyat menjadi liar” (Amsal 29:18). Sebenarnya, mimpi adalah bahan bakar dari disiplin. Disiplin adalah melakukan hal-hal yang tidak Saudara sukai karena Saudara menyukai hasil akhir yang diperoleh. Pemain bola tidak suka latihan yang harus dijalani tetapi mereka suka hasilnya kalau menang. Jadi mereka membangun disiplin dalam latihan sehari-hari. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang melakukan apa yang orang lain tidak suka lakukan sehingga mereka bisa berada di tempat di mana orang lain tidak bisa.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Determination. &lt;em&gt;- Tekad&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Jangan menyerah, berapa lamapun proses yang Saudara lalui. Alkitab berkata dengan jelas, pada waktunya kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9). Berdiri tetap pada janji-janjiNya dan terus berjuang untuk mencapai mimpi Saudara.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-7001075408812549908?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/7001075408812549908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=7001075408812549908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/7001075408812549908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/7001075408812549908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/08/tujuh-langkah-menuju-sukses.html' title='Tujuh Langkah Menuju Sukses'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-6723274909648471195</id><published>2008-08-14T20:26:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T20:33:38.664-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Mengapa Harus Berdoa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Watchman Nee&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah bekerja, Ia melakukannya dengan aturan-aturan.Walaupun Ia bisa melakukan apa saja yang dikehendakiNya, Ia tidak bertindak sembarangan. Ia selalu bertindak sesuai dengan hukum dan prinsipNya yang pasti. Tanpa perlu diragukan, Ia bisa mengabaikan semua hukum dan prinsip ini karena Ia adalah Allah dan Ia mampu untuk bertindak sesuai dengan kehendakNya. Namun demikian, kita temukan dalam Alkitab satu kenyataan yang sangat mengherankan. Walaupun Ia mampu bertindak menurut kehendakNya, Ia selalu bertindak menurut prinsip atau hukum yang telah Ia tetapkan. Nampaknya Ia membatasi diriNya sendiri untuk diatur oleh hukum-hukumNya. Apa yang menjadi hukum atau prinsip yang mengatur tindakan Allah? Doa. Allah menghendaki manusia untuk bekerja sama dengan Dia melalui doa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seorang Kristen yang tahu cara berdoa pernah mengatakan bahwa semua pekerjaan rohani selalu melalui empat tahap.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tahap pertama&lt;/strong&gt;: Allah mempunyai rencana atau kehendak.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tahap kedua&lt;/strong&gt;: Allah menyatakan kehendakNya ini kepada kita, anak-anakNya, melalui Roh Kudus sehingga kita tahu apa yang Ia kehendaki.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tahap ketiga&lt;/strong&gt;: kita menyatakan kehendakNya di dalam doa kita kepada Dia. Kita menanggapi, kita "mengembalikan" kehendakNya dengan cara berdoa kepada Allah. Doa adalah tanggapan kita terhadap kehendak Allah. Doa harus lahir dari Allah dan kemudian harus ditanggapi oleh kita untuk kemudian kembali kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tahap keempat&lt;/strong&gt;: Allah menjawab doa kita, melakukan apa yang menjadi kehendakNya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hanya doa yang seperti itu yang berarti. Semua pekerjaan Allah diatur oleh doa yang demikian. Betapa banyak yang Allah ingin untuk dilakukan, tetapi Ia tidak melakukannya karena umatNya tidak berdoa. Ia akan menunggu sampai manusia setuju dengan Dia. Ini adalah prinsip yang penting di dalam pekerjaan Allah dan merupakan satu dari beberapa prinsip paling penting di dalam Alkitab.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa &lt;/em&gt;- Yakobus 2:4&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu &lt;/em&gt;- Yohanes 16:24&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya &lt;/em&gt;- Matius 7:11&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. &lt;/em&gt;- Yohanes 15:7&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya - &lt;/em&gt;Yohanes 14:14&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-6723274909648471195?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/6723274909648471195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=6723274909648471195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/6723274909648471195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/6723274909648471195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/08/watchman-nee-ketika-allah-bekerja-ia.html' title='Mengapa Harus Berdoa'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-7042016231772401119</id><published>2008-07-29T03:44:00.001-07:00</published><updated>2008-07-31T19:42:22.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Orang Benar Yang Kalah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pelajaran Dari Kehidupan Lot&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa"&lt;br /&gt;II Petrus 2:6-8 &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menceritakan sebuah kisah tentang seorang yang kalah, yang juga merupakan orang benar. Sebab ada orang benar yang kalah, sama seperti ada orang benar yang menang. Jika kita ingin berada di antara orang-orang benar yang menang, kita harus mengambil cerita tentang "orang benar yang kalah" ini sebagai suatu peringatan yang serius bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang benar yang kalah ini adalah Lot. Lot adalah orang benar yang hatinya tersiksa setiap hari oleh kelakuan-kelakuan bejat yang ia lihat dan yang ia dengar. Sebagai orang benar, mengapa selanjutnya Lot menjadi seorang yang kalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita perhatikan siapa Lot sebenarnya, karena ia sendiri bukan seorang yang terkenal atau seorang yang luar biasa. Kita mengenalnya terutama karena pamannya yang terkenal, yaitu Abraham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asal Mula Lot &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana." (Kejadian 11:31).&lt;/em&gt; Jika kita juga membaca di Kisah Para Rasul pasal 7, kita akan mengetahui bahwa ketika Abram masih tinggal di Mesopotamia - sebelum ia ke Haran - Allah menampakkan diri kepadanya, memanggil ia untuk meninggalkan lingkungannya dan keluarganya untuk pergi ke tempat yang akan ditunjukkan Allah. Jadi Abram meninggalkan Ur-Kasdim untuk pergi ke Kanaan. Tetapi tidak hanya ayahnya, bahkan keponakannya, yaitu Lot, ikut bersama Abram. Jadi kita dapat menganggap kehidupan Lot seperti seorang jemaat gereja atau anggota keluarga dari seorang percaya. Karena pamannya - yang sekarang menjadi seorang yang takut akan Allah - menyatakan bahwa ia harus meninggalkan Ur-Kasdim - sebuah kota yang tidak bermoral dan kota yang berdosa di hadapan Allah - maka Lot meninggalkan kota tersebut. Karena pamannya memutuskan untuk pergi ke Kanaan, Lot juga ikut ke Kanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tradisi Yahudi, keluarga Terah juga termasuk salah satu penyembah berhala. Sehubungan dengan hal ini, marilah kita perhatikan bahwa di dalam kitab Yosua terdapat informasi berikut:&lt;em&gt; "Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain. Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan....." (Yosua 24:2,3).&lt;/em&gt; Setelah mendengar pamannya mengatakan bahwa ia ingin memisahkan diri dari dunia dan menjalani kehidupan yang baik, Lot mengikuti tindakan pamannya tersebut dengan keluar dari Ur-Kasdim bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara para pembaca mungkin ada beberapa yang tidak pernah mendapat panggilan Allah secara pribadi, tetapi ikut keluar dari kehidupan dunia karena mengikuti saudaranya yang mendengar panggilan Allah. Lot sendiri adalah seorang yang tidak secara langsung mendengar panggilan Allah; ia cuma mengikuti pamannya, Abram, yang mendapat panggilan tersebut. Mungkin ayah atau kakak atau adik atau isteri saudara yang lebih dulu percaya kepada Allah, baru kemudian saudara mengikuti tindakan mereka. Kalau demikian, saudara adalah "Lot". Tidak baik bagi saudara untuk menolak mengikuti salah seorang anggota keluarga yang percaya kepada Allah; sebaliknya sangat baik jika saudara mengikutinya dalam iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lot memberikan teladan yang baik dalam hal ini karena ia tidak hanya mengikuti pamannya, tetapi ia sendiri menjadi orang benar. Kita dapat menyamakan Abram dengan orang percaya senior, dan Lot dengan orang percaya yunior. Mereka mempunyai iman yang sama karena mereka bersaudara secara jasmani. Permulaan kedua pria ini sangat membesarkan hati. Tetapi, selanjutnya mereka berpisah, dan kerohanian mereka menyimpang jauh. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pilihan Lot&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama." (Kejadian 13:5,6).&lt;/em&gt; Selalu mudah untuk menanggung penderitaan bersama-sama, tetapi sangat sukar untuk menikmati kemakmuran bersama-sama. Kedua orang ini keluar dari Ur-Kasdim bersama-sama dan masuk ke Kanaan bersama-sama. Betapa indahnya. Allah sangat memberkati mereka sehingga harta milik mereka berlipat ganda. Dengan bertambahnya harta benda ini timbul suatu masalah. Tanah tempat tinggal mereka tersebut tidak dapat menampung mereka bersama-sama. Padang rumput yang tersedia hanya cukup untuk ternak-ternak milik salah seorang dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mereka sendiri tidak saling mengatakan sesuatu terhadap yang lain, hamba-hamba mereka bertengkar karena masalah padang rumput: &lt;em&gt;"Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot." (Kejadian 13:7a).&lt;/em&gt; Masing-masing mengklaim daerah penggembalaan yang sama. Mereka tidak dapat tinggal bersama karena harta benda mereka terlalu banyak. Banyak orang Kristen yang seperti ini sekarang - seperti kedua orang ini - dapat meninggalkan Ur-Kasdim bersama-sama tetapi mereka segera berselisih pendapat setelah tiba di Kanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil lalu, izinkan saya mengatakan bahwa ada sejumlah tempat di dalam Alkitab yang menyatakan dunia: Kasdim, sebagai contoh, mewakili kekacauan dunia; Sodom dan Gomora mewakili kenikmatan dosa dunia; dan Mesir mewakili dunia di bawah pengaruh kekejaman iblis. Ketiga tempat ini melambangkan dunia, tetapi masing-masing mewakili satu segi khusus dari dunia. Lot rela meninggalkan Kasdim yang penuh kekacauan, tetapi tidak rela melepaskan sesuatupun setelah tiba di Kanaan. Betapa banyak di antara kita, sebagai orang Kristen, yang bersikap demikian. Setelah kita percaya kepada Tuhan, kita enggan melepaskan ketenaran dan posisi kita di dalam kerohanian. Dan karena alasan ini, banyak terjadi pertengkaran di dalam Gereja. &lt;em&gt;"Maka berkatalah Abram kepada Lot: 'Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau ? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri." (Kejadian 13:8,9).&lt;/em&gt; Salah satu penyebab kegagalan orang Kristen adalah karena mereka tidak dapat tinggal bersama-sama. Jika saudara menemukan bahwa saudara sendiri tidak dapat bersekutu dan tinggal bersama dengan orang Kristen lainnya, atau jika saudara menganggap sanak keluarga jauh lebih baik dari saudara di dalam Kristus, atau jika saudara menghindar dari orang-orang Kristen lainnya yang bersekutu maka semua ini membuktikan bahwa ada sesuatu yang salah dengan kehidupan rohani saudara. Kegagalan saudara untuk bersekutu dengan orang Kristen lain adalah tanda yang jelas dari kekalahan saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kesalahan ada pada pihak Lot. Abram adalah kepala keluarga, sementara Lot hanya seorang anak muda. Lebih jauh, semua yang dimiliki Lot sebenarnya datang lewat pamannya. Seharusnya ia melarang para gembalanya bertengkar dengan para gembala Abram. Abram menyadari bahwa ia tidak boleh bertengkar; dan ini dianggap sebagai kemenangannya. Seharusnya Lot mengakui bahwa lebih baik ternaknya kelaparan dari pada ia harus meninggalkan pamannya. Hanya satu keluarga di Kanaan yang percaya kepada Allah; bagaimana mungkin ia dapat memisahkan diri dari keluarga tersebut ? Sayangnya, Lot tidak berpikir seperti itu. Ia menganggap padang rumput untuk ternak dan dombanya lebih penting dari pada kesatuan keluarga. Lebih baik baginya untuk kehilangan persekutuan dengan pamannya dari pada kehilangan ternak dan domba-dombanya; ia lebih suka meninggalkan kehidupan rohaninya dalam keadaan mundur dari pada menderita karena kehilangan harta bendanya; ia lebih suka membiarkan pamannya, Abram yang takut akan Allah, pergi dari pada membiarkan salah satu ternaknya hilang. Tetapi yang lebih buruk lagi, kita melihat bahwa setelah pamannya memberikan ia pilihan, ia lebih suka memilih yang lebih baik dan meninggalkan yang buruk untuk pamannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar." (Kejadian 13:10). &lt;/em&gt;Di sini, uang atau kekayaan menjadi pertimbangan utama. Sebelumnya kita menyaksikan seorang muda yang mengikuti pamannya dengan berani. Tetapi, setelah beberapa lama, kita melihat ia merasakan kesenangan dunia. Akan nampak bahwa sekarang Lot dapat lebih mudah untuk mengenyampingkan imannya di dalam Tuhan dan persekutuannya dengan orang-orang kudus - ia "melihat bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya" - dan tidak merasa keberatan jika ternak Abram tidak mendapat padang rumput yang baik. Tidak, Lot hanya memikirkan miliknya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini saya ingin bertanya, sudah berapa lama saudara percaya kepada Tuhan; saya cuma ingin mengatakan bahwa saat ini Allah menempatkan dua jalan di depan saudara. Ia menempatkan dunia di depan saudara sama seperti tanah Kanaan yang Ia janjikan. Dan Ia menunggu untuk melihat apa yang saudara pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lot melihat semua Lembah Yordan, sampai ke Zoar, dan nampaknya "seperti taman TUHAN". Ya, memang, lembah tersebut nampak seperti Taman Eden milik Tuhan. Bukankah demikian juga dunia ini pada umumnya? Sodom dan Gomora menyatakan kenikmatan dosa dari dunia. Betapa banyak orang-orang dunia yang mencari berbagai macam kesenangan di dalam dosa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu" (Kejadian 13:11a). &lt;/em&gt;Lot memilih seluruh Lembah Yordan karena, seperti dunia, banyak berkatnya, banyak kemuliaan dan kesenangan. Bukankah itu benar-benar mirip dengan taman TUHAN? Pernah saya bertanya pada seorang saudara, apa yang ia rasakan ketika berbuat dosa. Ia menjawab bahwa hal itu seperti merasakan kesenangan surga. Ketika seseorang mula-mula percaya kepada Tuhan, ia benar-benar tidak ingin mengerjakan banyak hal. Tetapi kemudian, ketika berbuat dosa, ia menemukan kesenangan di dalam dosa. Bagi Lot, Sodom dan Gomora nampak seperti taman TUHAN. Bukankah demikian nampaknya dunia ini bagi kita - bahkan nampak seperti surga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita membaca di ayat 10 bahwa Sodom dan Gomora juga kelihatan bagi Lot "seperti tanah Mesir"! Betapa menarik; hati nurani seorang anak Allah sanggup untuk melihat dua hal yang berbeda: bahwa dunia ini nampak seperti taman TUHAN, tetapi juga seperti tanah Mesir. Ada kesenangan, tetapi juga ada penderitaan. Kita perlu ingat bahwa orang Israel sudah pernah menjadi budak di Mesir, yang sangat menderita di bawah tangan mandor-mandor Mesir. Mereka di tekan dan dicambuk dengan kasar. Mereka bahkan dipaksa untuk membuat batu bata tanpa diberi jerami sebagai bahan yang dibutuhkan. Itulah sebabnya bangsa Israel ingin meninggalkan Mesir. Hal ini merupakan gambaran yang jelas bagi mereka yang mengasihi dunia: mereka mungkin mengalami sukacita dan berkat sehingga seolah-olah berada di dalam taman TUHAN; tetapi hati nurani mereka tidak memberi sukacita. Betapa banyak orang Kristen saat ini yang mengalami kesenangan pada satu sisi tetapi pada sisi lain merasakan ketidaktenangan di dalam hati nurani ketika berbuat dosa - mengalami kesenangan dan sukacita dari taman TUHAN pada satu sisi, tetapi merasakan tekanan yang keras dan kekejaman dari Mesir pada sisi yang lain !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya bertanya pada orang-orang Kristen muda: Apa yang saudara pilih? Dunia dan kesenangannya? Allah tidak pernah memaksa saudara untuk memilih jalanNya; Ia cuma menunggu saudara untuk mengambil keputusan. Apakah saudara akan memilih Kanaan seperti yang dipilih Abram atau apakah saudara akan memilih dunia dengan kesenangan dan penderitaan sama seperti yang dipilih Lot? Yang mana akan saudara pilih untuk melewatkan hidup saudara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Alkitab setelah Lot memilih seluruh Lembah Yordan? &lt;em&gt;"....lalu ia berangkat ke sebelah timur..." (Kejadian 13:11b) &lt;/em&gt;- yang berarti bergerak ke arah Sodom, dan pada akhirnya berbicara tentang kejatuhan karena &lt;em&gt;"... orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN." (Kejadian 13:13). &lt;/em&gt;Dengan membuat keputusan demikian, lambat laun seseorang akan bergerak ke arah timur. Tidak seorangpun yang melakukan dosa dalam satu hari; tidak ada seorangpun yang jatuh dalam sehari. Cuma semata-mata berjalan menyimpang sedikit hari ini, kemudian menyimpang sedikit lagi besok sampai akhirnya berdosa dan jatuh. Bagi Lot, dengan memilih Lembah Yordan membuatnya lebih mudah untuk menjaga ternaknya; air relatif lebih banyak tersedia dan tidak ada bukit yang harus didaki. Seseorang yang bergerak ke arah dunia mungkin saja hidup lebih enak; sebagai ganti kerja keras ia dapat menikmati kenikmatan dan kemudahan. Tetapi 'kemah' orang tersebut lambat laun bergerak ke arah timur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika saudara sebagai orang percaya mengasihi kenikmatan dosa dunia, kaki saudara pada akhirnya akan membawa saudara ke arah dunia. Jika saudara tidak dapat menjaga langkah pertama, maka saudara tidak akan dapat menjaga langkah kedua saudara. Sejak hatimu sudah cenderung ke arah dunia, saudara tidak akan sanggup menahan kaki saudara untuk tidak bergerak sedikit demi sedikit ke arah dunia. Dengan mata saudara terpaku pada dunia, saudara tidak bisa untuk tidak berjalan ke arah dunia dan masuk ke dalamnya. Apa yang telah saudara pilih adalah dunia, dan akibatnya, saudara juga berjalan ke arah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom." (Kejadian 13:12). &lt;/em&gt;Setelah membiarkan Lot memilih tanah yang subur, Abram terus tinggal di Kanaan - tanah tujuan yang Allah tetapkan ketika ia dipanggil dan tanah tempat Allah dapat memberkati dia dan tempat Abram dapat bertumbuh secara rohani. Sementara itu, Lot mulai tinggal di antara kota-kota Lembah Yordan - daerah yang telah ia pilih sendiri. Apakah kita seperti Abram, tinggal di Kanaan tempat Allah memanggil kita; atau kita seperti Lot, tinggal di tempat yang kita pilih sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kristen Perbatasan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom." (Kejadian 13:12b). &lt;/em&gt;Pada mulanya Lot mungkin berpikir bahwa sebagai orang benar ia tidak patut memilih Sodom tetapi tidak apa-apa jika memilih daerah di dekat Sodom - artinya, suatu daerah dekat Sodom, tetapi sesungguhnya bukan Sodom. Untuk tinggal di dalam kota tersebut, tanpa ragu ia mengakui bahwa hal tersebut sama sekali tidak baik, tetapi untuk tinggal di dekat kota tersebut tentunya tidak dilarang. Bukankah kita juga membuat alasan yang demikian? Kita mengatakan pada diri kita sendiri bahwa merupakan hal yang jelas tidak baik bagi seorang percaya untuk memilih dunia, tetapi jika kita memilih suatu tempat yang dekat dengan dunia mungkin tidak jelek. Alasan-alasan demikian membuat kita menjadi orang Kristen perbatasan; orang-orang dunia menganggap kita bukan bagian dari mereka tetapi orang-orang di Kanaan juga menganggap kita sebagai 'orang asing'. Merupakan kenyataan, bahwa orang Kristen perbatasan begitu dekat dengan dunia sehingga mereka sama sekali tidak dapat dikatakan tinggal di Kanaan. Mungkin kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri, di mana kita tinggal saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, ketika saya sedang berada di luar daerah, saya bertanya kepada seorang prajurit mengapa beberapa resimen begitu mudah menjadi pembelot. Jawabannya adalah karena seragam mereka berwarna abu-abu. Warna ini, sebagaimana kita ketahui, adalah perpaduan antara hitam dan putih; jadi bukan hitam dan bukan juga putih. Sayangnya, banyak orang Kristen yang seperti warna abu-abu ini. Mereka nampaknya berada di taman TUHAN, tetapi mereka muncul juga di tanah Mesir. Mereka melekat kepada dunia sama seperti melekat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya bertanya kepada saudara - di sisi mana saudara berada? Apakah saudara seorang Kristen abu-abu, tidak putih dan juga tidak hitam? Ketika orang-orang dunia bertemu dengan saudara, apakah mereka mengeritik atau mengejek saudara sebagai orang-orang yang 'ketinggalan zaman' karena saudara terlalu berbeda dengan mereka? Betapa sangat menyakitkan jika orang-orang berkata, "Kami pikir, sebagai orang Kristen, seharusnya saudara sangat berbeda dengan kami, tetapi pada kenyataannya saudara sama dengan kami!" Hal tersebut adalah pernyataan memalukan tentang orang Kristen dari seorang duniawi. Banyak orang percaya yang tidak rela untuk berdiri dan mengakui bahwa mereka adalah milik Kristus. Mereka menghibur diri mereka dengan pikiran bahwa tidak penting untuk mengatakan hal tersebut. Di satu sisi, mereka tidak mau meninggalkan taman TUHAN, dan di sisi lain mereka tetap setia kepada tanah Mesir. Mereka menganggap diri mereka Kristen karena setiap Minggu pagi pergi ke kebaktian gereja dan menyediakan lima menit pembacaan Alkitab setiap hari. Tetapi di dalam kehidupan mereka tidak ada persekutuan Kristen; mereka tidak dapat melepaskan diri mereka dari ikatan terhadap segala harta milik mereka. Hendaknya kita meminta Allah melepaskan kita dari tindakan berbahaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Lot mengetahui keadaan di Sodom? Pasti ia mengetahuinya, karena orang-orang Sodom ini benar-benar terkenal jahat dan sangat berdosa kepada Allah, seperti catatan Alkitab yang membuat hal ini jelas:&lt;em&gt; "Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN." (Kejadian 13:13)&lt;/em&gt;. Namun dengan mengabaikan apa yang ia ketahui tentang kebejatan di sana, Lot bergerak sedikit demi sedikit ke arah Sodom dan, seperti yang akan kita lihat, Lot sebenarnya bergerak ke dalam kota tersebut. Pada waktu kaki saudara bergerak menjauhi orang-orang Kristen lainnya, 'tenda' saudara secara lambat namun pasti bergerak mendekati Sodom dunia ini. Saudara bahkan tidak akan membenci lagi apa yang Allah benci; saudara tidak akan lagi menganggap salah apa yang Allah anggap salah, pada saat kaki saudara secara berangsur-angsur bergerak menjauh dan menjauh ke arah timur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu peribahasa di antara orang-orang Cina Utara yang mengatakan: Jangan takut pada gerakan yang lambat, tetapi takutlah pada keadaan tetap berdiri. Ironisnya, tetap berdiri adalah apa yang ditakuti setan; di pihak lain, bergerak lambat memberikan kesempatan bagi keinginan setan, karena dari sinilah pencobaan datang. Abaikan sedikit suara hatimu hari ini dan abaikan sedikit lagi besok; kurangi sedikit pembacaan Alkitab saudara hari ini dan kurangi lagi sedikit pada keesokan harinya; kurangi sedikit waktu doa saudara hari ini dan kurangi sedikit lagi keesokan harinya; kurangi sedikit kegiatan bersaksi saudara hari ini dan kurangi sedikit lagi keesokan harinya. Demikianlah caranya saudara undur. Setan tidak akan secara tiba-tiba menghalangi pembacaan Alkitab saudara, waktu doa saudara, atau kegiatan bersaksi saudara. Tidak! Sebagai gantinya ia akan menarik saudara ke belakang sedikit demi sedikit. Dan walaupun lambat laun, ia paling sabar untuk melakukan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akhirnya Lot Tinggal di Sodom&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekarang setelah tenda Lot bergerak dengan lambat namun pasti ke arah Sodom, bahaya apa yang dihadapinya ? &lt;em&gt;"... empat raja lawan lima. Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan. Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan di rampas musuh, lalu mereka pergi. Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi - sebab Lot itu diam di Sodom" (Kejadian 14:9-12). &lt;/em&gt;Selama peperangan yang diceritakan di sini antara gabungan lima raja melawan empat raja, kelima raja tersebut kalah. Dalam proses ini Lot dan segala miliknya dibawa pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, ia menemui bencana karena pada waktu itu ia sudah tinggal di dalam Sodom. Pada mulanya, Lot hanya tinggal di dekat Sodom sebagai orang yang masih tetap percaya kepada Allah. Ia merupakan seorang yang belum memasuki kota Sodom tetapi tinggal di dekat kota tersebut. Garis batasnya masih jelas. Tetapi kita tahu dari cerita tersebut bahwa pada akhirnya Lot berdiam di dalam Sodom. Pada mulanya kita melihat ia tinggal di luar kota, tetapi sekarang ia sudah masuk ke dalam kota tersebut. Pada mulanya saudara masih memiliki ciri sebagai orang Kristen tetapi sekarang saudara sudah menjadi warga kota Sodom. Berdosa sedikit di sini dan berdosa sedikit di sana, dan saudara akan ditarik semakin dekat ke arah Sodom dunia ini. Dan setelah beberapa lama, saudara akan merasa bahwa desa di dekat kota Sodom yang saudara pilih tersebut tidak sebaik dan menguntungkan seperti kota Sodom sendiri, dan bahwa Lembah Yordan tidak begitu cocok sebagai tempat tinggal seperti kota Sodom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu cerita tentang seorang anak yang diberi enam buah permen oleh ibunya, yang baru boleh dimakan keesokan harinya. Anak tersebut meletakkan permen di hadapannya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ia tidak berani memakan keenam permen tersebut hari ini, tetapi ia tidak dapat menahan keinginan untuk menikmatinya. Jadi ia mulai menjilat setiap permen tersebut dengan lidahnya. Pada mulanya, masih ada enam buah permen. Tetapi permen-permen tersebut lama-lama menjadi kecil. Lalu anak tersebut mulai memakan satu buah dan meninggalkan yang lima; memakan dua dan meninggalkan tiga; dan akhirnya ia memakan semuanya. Demikianlah caranya banyak orang Kristen yang pada akhirnya berbuat dosa. Abaikan bisikan hati nurani sekali, lalu dua kali, dan tanpa sadar mereka bergerak lambat laun menuju dunia untuk mencari kesenangannya. Orang-orang Kristen perlu diingatkan satu hal: dosa bukanlah sesuatu yang dilakukan sekali dan kemudian berhenti. Karena sekali dosa dilakukan, hal itu akan menyebabkan suatu keinginan yang kuat untuk berbuat dosa lagi. Setiap kali seseorang berbuat dosa, akan timbul dua hal: pertama, timbul kesenangan atas dosa; dan kedua, timbul keinginan yang kuat untuk berbuat dosa lagi. Tepat seperti Lot yang lambat laun bergerak menuju Sodom dan akhirnya masuk ke dalam kota Sodom, maka kita juga bisa lambat laun bergerak dan akhirnya masuk ke dalam kota-kota dunia pada suatu saat nanti. Janganlah kita membohongi diri kita dengan berpikir bahwa kita tidak dapat berbuat dosa sedemikian rupa sehingga menempatkan diri kita sendiri ke dalam dunia. Jika saudara dan saya berada di manapun di dekat Sodom duniawi, maka akhirnya kita akan memasuki halamannya. Paling baik kalau kita tidak berbuat dosa. Jika kita berbuat dosa, kita tidak akan mempunyai kuasa untuk menguasai diri kita agar tidak berbuat dosa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peringatan Allah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak gagal dalam memberi peringatan yang cukup bagi Lot tentang masa depan. Kenyataan bahwa Lot telah ditangkap sebagai tawanan setelah kekalahan lima raja adalah peringatan Allah bahwa Sodom bukanlah tempat tinggal Lot untuk selanjutnya. Izinkan saya berkata terus terang bahwa sangat mungkin Allah sedang memperingatkan saudara ketika ada penyakit atau suatu masalah di dalam keluarga saudara atau ketika kegagalan bisnis menimpa saudara. Jika saudara seorang Kristen tetapi saudara setiap hari ditarik ke arah dunia, Allah akan memakai beberapa cara untuk membuat saudara bertobat dan kembali kepadaNya, seperti yang Ia lakukan terhadap Lot. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, seperti Lot dalam masa hidupnya, banyak orang percaya saat ini yang tidak peka. Walaupun mereka sakit, mempunyai masalah di rumah, dan/atau menderita bencana keuangan, mereka nampaknya tidak sadar bahwa ini semua mungkin adalah cambukan disiplin Allah untuk membuat mereka bertobat. Dan jika mereka tidak berubah, mereka akan mendatangkan kehilangan yang lebih besar, seperti yang kita lihat di dalam kasus Lot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang saudara yang berangsur-angsur menjadi dingin di dalam kehidupan kekristenannya. Suatu hari, seorang saudara mendorong dia agar tidak undur rohani lagi. Tetapi jawabannya adalah ini: "Tidak menjadi soal. Bukankah si Ini dan si Itu, yang mula-mula semangat, juga menjadi suam? Sekarang umurnya enam puluh tahun, dan anak laki-laki tertuanya, setelah lulus dari perguruan tinggi, tiba-tiba meninggal; akibatnya orang tua ini sekarang bangkit lagi rohaninya!". "Jika ini yang kau inginkan untuk terjadi, Allah akan mengabulkan permohonanmu," kata saudara yang lain. "Oh, tidak, saya tidak menginginkan hal itu !" teriaknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perlu dikatakan bahwa Allah akan mendisiplinkan saudara jika saudara adalah milikNya sementara saudara tetap bersikeras untuk tinggal di dalam dosa-dosa dunia. Saudara mungkin akan menderita penyakit atau mengalami masalah di rumah saudara atau menderita kemunduran usaha saudara. Jika demikian, sebaiknya saudara segera mencari Allah untuk mengetahui apakah masalah-masalah ini terjadi karena saudara meninggalkan Dia. Dan jika demikian, saudara harus kembali kepadaNya, secepat mungkin saudara bisa! Seringkali jika kasih Allah tidak dapat menarik saudara, maka Allah akan menghajar saudara supaya saudara kembali. Jika FirmanNya gagal untuk menggerakkan saudara, Ia akan menggunakan penderitaan untuk menekan saudara agar kembali kepadaNya. Sebab Ia tidak akan membiarkan saudara pergi tanpa berusaha membawa saudara kembali. Sayangnya, Lot tidak memperhatikan peringatan Allah, tetapi pergi kembali ke Sodom setelah Abram menolongnya dan keluarganya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akhir Kehidupan Lot&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom..." (Kejadian 19:1). &lt;/em&gt;Menurut kebiasaan negara-negara Timur pada waktu itu, persoalan-persoalan penduduk diadili di pintu gerbang kota (pengadilan tradisi modern belum ada). Orang-orang terkenal dipilih sebagai tua-tua dan hakim-hakim. Dan mereka duduk di pintu gerbang kota untuk mengadili masalah-masalah apa saja yang timbul di antara penduduk. Dan karena Lot duduk di pintu gerbang Sodom, jelaslah bahwa Lot sudah diangkat. Ia tidak lagi seorang awam, tetapi seorang hakim di Sodom. Kedudukannya di dalam dunia sudah meningkat. Demikianlah cara bekerjanya dosa: pada mulanya Lot hanya berada di dekat kebejatan, kemudian ia masuk ke dalam kota, dan selanjutnya ia menjadi hakim!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana akhir kehidupan Lot? Walaupun ia sendiri oleh kemurahan Allah diselamatkan malaikat-malaikat Allah, isterinya mati ketika di dalam perjalanan keluar dari Sodom; anak anak perempuannya, setelah keluar dari Sodom, kemudian secara sengaja melakukan percabulan dengannya ketika ia sedang mabuk; dan menantu-menantunya, yang menolak untuk diselamatkan, mati terbakar karena penghancuran yang Allah lakukan terhadap kota-kota di Lembah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Surat Petrus yang kedua menyatakan berulang-ulang bahwa Lot adalah orang benar: &lt;em&gt;"tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-rang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, sebab rang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa" (II Petrus 2:7,8). &lt;/em&gt;Tetapi orang benar ini sudah menjadi warga orang-orang jahat, Sodom dunia! Ia harus mencucurkan air mata karena perbuatan orang-orang Sodom yang tidak benar, tetapi ia tidak mau mencucurkan air mata untuk dirinya sendiri! Ia mengalami "tekanan yang menyakitkan" karena orang lain, tetapi ia tidak mau untuk "tersiksa jiwanya" karena dirinya yang berada dalam keadaan genting. Ketika ia melihat kebejatan yang luar biasa dari warga kota Sodom, ia berpikir untuk menolong mereka dengan membiarkan dirinya menjadi salah seorang hakim mereka, tetapi itu jelas merupakan tugas yang sia-sia (lihat Kejadian 19:1-11). Bukankah banyak orang Kristen yang demikian saat ini? Mereka sendiri sudah gagal, namun demikian mereka tetap berusaha untuk meyakinkan orang-orang lain untuk mengikut Tuhan Yesus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita tahu bahwa Allah memutuskan untuk menghancurkan kota Sodom, tetapi Ia mendengar doa Abraham dan mengirim dua malaikat untuk membebaskan Lot: &lt;em&gt;"Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot: 'Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka ke luar dari tempat ini, sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya.' Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: 'Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.' Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja." (Kejadian 19:12-14)&lt;/em&gt;. Kalimat terakhir ini menyingkapkan kenyataan yang menyedihkan bahwa Lot tidak mempunyai kesaksian yang sejati di hadapan menantu-menantunya, karena mereka menganggap peringatan Lot hanyalah olok-olok kepada mereka belaka. Siapa yang dapat percaya bahwa akan ada api turun dari langit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ketika ia berlambat-lambat.... (Kejadian 19:16a). &lt;/em&gt;Betapa banyak yang disingkapkan kata-kata ini tentang Lot! Seolah-olah pada saat itu ia berpikir: "Dengarkan, ternak-ternakku; untuk kepentinganmu aku memisahkan diri dari Abraham; untukmu aku memilih Lembah Yordan. Perhatikan, domba-dombaku; kalian sudah bersama saya selama bertahun-tahun; bagaimana mungkin saya bisa meninggalkan kalian sekarang ?" Dan dengan melihat sekali lagi kepada perlengkapan rumahnya, barang-barangnya, dan mungkin juga lumbungnya, ia pasti berkata kepada dirinya sendiri: "Aku kira aku dapat tinggal di Sodom untuk beberapa lama lagi. Aku sedang merencanakan untuk membangun gudang yang lebih besar di luar kota untuk menyimpan semua persediaan makanan, barang-barang dan harta milikku. Dan aku dapat berkata kepada jiwaku, Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Bagaimana init? Sekarang saya harus meninggalkan semuanya di belakang ?!? Betapa saya tidak rela untuk meninggalkan semua yang baik-baik ini !" (bandingkan dengan Lukas 12:19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: 'Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.'" (Kejadian 19:16,17). &lt;/em&gt;Kata-kata ini diberikan kepada mereka setelah kedua malaikat membawa mereka ke luar kota. Saat ini mungkin saudara berada di dalam dunia, dan walaupun saudara tidak memiliki banyak harta, saudara dapat juga dengan mudah berlambat-lambat di dalam dunia sementara bencana sudah di ambang pintu, sama seperti yang dikerjakan Lot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang wanita tua yang mempunyai lima belas dollar. Setiap hari ia selalu menghitung ke lima belas dollar miliknya tersebut. Kita mungkin akan tertawa melihat dirinya yang begitu gila uang. Tetapi kepada mereka yang saat ini begitu mendewakan segala macam sertifikat, ijazah, dan dokumen keuangan lainnya yang tersimpan di dalam laci lemari mereka, Allah di sorga juga tertawa, sama seperti kita mentertawakan wanita tua tersebut. Buat kita, lima belas dollar tidak berarti; bagi Allah, laci yang penuh dengan segala macam sertifikat dan harta-harta dunia juga tidak berarti apa-apa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus segera datang. Dan penghancuran Sodom, seperti yang Ia katakan, adalah gambaran dari penghancuran dunia ini yang akan datang (lihat di bawah). Jika semua harapan saudara dibangun di dunia ini, entah besar atau kecil, suatu hari semua ini akan dibakar api yang datang dari sorga. Suatu hari Allah akan menghancurkan semuanya. Dan pada saat hari itu tiba, tidak seorangpun yang bisa lolos. Izinkan saya berkata dengan jelas di sini, bahwa apa yang tidak mau dilepaskan oleh orang percaya dengan rela pada saat ini (seperti sikap Lot) harus dilepaskan pada saat itu. Pada waktu pengangkatan orang-orang percaya, Allah hanya mengangkat manusia, bukan barang-barang. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa rela melepaskan segala sesuatu saat ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutinya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam." (Kejadian 19:26). &lt;/em&gt;Isteri Lot tetap melakukan keinginan suaminya: ia menoleh ke belakang. Walaupun ia tidak lagi dapat melihat barang-barangnya, ia tetap sangat ingin melihat tempat dimana ia hidup; tetapi sekarang tempat tersebut sudah habis di dalam asap. Oh, pandangan matanya menyingkapkan di mana sebenarnya hatinya berada. Oh, pandangan ke belakang ini menyatakan banyak cerita yang tersembunyi dan menyingkapkan banyak perasaan di dalam hatinya! Dan pada waktu melihat ke belakang, ia menjadi tiang garam. Hal ini menjadi peringatan yang besar dan sangat serius bahkan sampai saat ini! Tuhan kita mengatakan: &lt;em&gt;"Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikanlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diriNya......... Ingatlah akan isteri Lot (Lukas 17:29-32). &lt;/em&gt;Pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali, dunia ini akan dihakimi, dan semua yang ada di dunia akan dibakar. Semua yang mencintai dunia akan menjadi tiang garam seperti isteri Lot dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa sebagai orang Kristen kita terlalu banyak memberi perhatian kepada hal-hal yang tidak berarti dan mengabaikan hal-hal yang kekal. Kita begitu disibukkan dengan kegiatan-kegiatan sosial, transaksi bisnis, dan pendidikan anak-anak. Memang kita harus memperhatikan pendidikan anak-anak kita dan kepentingan usaha kita; tetapi kita harus tetap memperhatikan hal-hal yang kekal. Secara khusus saya ingin menyampaikan beberapa kata bagi orang-orang muda. Jalan di depan saudara mungkin masih panjang. Jika Tuhan belum datang, pilihlah jalan yang benar untuk saudara lalui. Berikan perhatian khusus saat ini kepada segala sesuatu yang berharga, yang kekal, dan yang dari Allah. Jangan harapkan kemuliaan saat ini, tetapi belajar untuk semakin dekat kepada Allah sehingga saudara dapat menyelesaikan kewajiban saudara dengan baik yang masih terletak di depan saudara. Dan bagi kita semua saya ingin mengulangi kata-kata Tuhan kita Yesus yang sangat serius: "Ingatlah akan isteri Lot!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terjemahan dari FROM FAITH TO FAITH by Watchman Nee (Bab 8, A Defeated Righteous Man), jcb, 30121992. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-7042016231772401119?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/7042016231772401119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=7042016231772401119' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/7042016231772401119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/7042016231772401119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/orang-benar-yang-kalah.html' title='Orang Benar Yang Kalah'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-4359910299422714212</id><published>2008-07-29T03:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T00:41:48.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Pelajaran Dari Anak Yang Hilang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Watchman Nee&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bacaan : Lukas 15 :11-32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah pernah membahas perumpamaan yang ada di dalam perikop ini beberapa kali. Saat ini, saya tidak bermaksud membahas keseluruhan perumpamaan ini, tetapi hanya akan memberi penekanan pada beberapa bagian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S A T U &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku salah satu orang upahan bapa." (ayat 17-19). &lt;/em&gt;Seorang berdosa yang ditekan oleh lingkungan sehingga menjadi sadar akan keadaannya selalu memiliki konsep tersendiri tentang keselamatannya. Ia akan berpikir bagaimana caranya agar ia bisa diselamatkan. Ia akan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, "Apa yang harus saya perbuat supaya selamat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saudara bertanya kepada orang-orang berdosa bagaimana caranya supaya mereka dapat diselamatkan, maka saudara akan mendengar berbagai macam jawaban. Allah punya cara tersendiri supaya manusia bisa selamat, tetapi mereka yang tidak mengenal Tuhan juga punya cara tersendiri. Jika ada 100 orang berdosa, maka akan ada 100 macam jawaban yang berbeda tentang keselamatan. Semua itu tergantung pada pengertian dan penilaian mereka masing-masing. Demikian juga halnya dengan si anak hilang dalam perumpamaan tersebut di atas. Ia juga memiliki pengertian sendiri tentang keselamatan. Ia berpikir, jika ia datang menemui ayahnya, maka ayahnya pasti akan sangat marah terhadap dia. Dan akibatnya, mungkin ia sudah siap memberi jawaban seperti ini, "Saya sudah menghabiskan semua warisan saya, Bapa. Saya tidak mempunyai hak lagi untuk memakai sepeserpun dari uang Bapa. Tetapi Bapa adalah orang yang kaya, yang mempunyai banyak orang upahan. Maukah Bapa mempekerjakan saya seperti Bapa mempekerjakan orang-orang upahan Bapa yang lainnya?" Dari sini jelas terlihat bahwa pengertiannya tentang keselamatan cuma sebatas menjadi seorang pelayan, menjadi seorang upahan! Ia tidak berpikir untuk diterima kembali sebagai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang berdosa, keselamatan dari Tuhan cuma berarti: Saya bekerja untuk Tuhan dan Tuhan memberi saya upah. Menurut banyaknya pekerjaan yang saya lakukan untuk Tuhan, maka sebanyak itulah upah yang saya terima. Cara berpikir seperti ini adalah cara berpikir seorang upahan, bukan cara berpikir seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D U A&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari dan mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya." (ayat 20-22). &lt;/em&gt;Anak hilang tersebut akhirnya bangun dan kembali pulang kepada ayahnya. Ketika ia melihat ayahnya, ia mengucapkan kata-kata yang telah ia siapkan sebelumnya. Tetapi ketika ia hendak mengatakan kalimat: "Aku tidak layak lagi disebut anak bapa", kalimat yang akan diucapkannya itu segera terpotong. Tetapi ayahnya memerintahkan......! Haleluya! Saya mengucap syukur kepada Tuhan, karena keselamatan tidak tergantung pada konsep saya, tetapi tergantung pada apa yang ada di dalam pikiran Allah. Jika keselamatan itu tergantung pada pengertian yang dimiliki anak tersebut, maka ia cuma menjadi seorang upahan. Pikiran manusia penuh dengan aturan, penuh dengan "hukum". Artinya, seseorang hanya dapat berharap untuk menerima sesuatu sesuai dengan apa yang sudah dikerjakannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak hilang tersebut sudah menyiapkan kata-kata untuk diucapkan kepada ayahnya, tetapi kasih ayahnya begitu kuat menyentuh hatinya sehingga ia tidak mampu untuk menyelesaikan ucapannya dengan kata-kata,"Jadikanlah aku sebagai orang upahan Bapa saja." Kalau kita membaca bagian ini dengan seksama, maka kita akan melihat bahwa ayahnya sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk mengatakan hal tersebut. Kalimat yang diucapkan sebelumnya sudah cukup. Tanpa menunggu anaknya menyelesaikan kata-katanya, ia segera memerintahkan pelayan-pelayannya untuk membawa jubah yang terbaik untuk sang anak, juga cincin dan sepatu untuk dikenakan pada anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan di atas menyatakan bagaimana Allah memandang kita. Cara pandangNya tidak tergantung pada apa yang ada di dalam pikiran kita. Bila Ia bertindak berdasarkan pikiran kita, kita hanya akan menjadi orang upahan seumur hidup. Kita berpikir bahwa kita adalah orang yang berdosa; tetapi Tuhan menyatakan bahwa kita adalah anak-anakNya. Kita berpikir bahwa kita pasti akan binasa; tetapi Tuhan justru melayakkan kita untuk duduk bersama Dia di meja perjamuan. Jadi, sama sekali bukan hal yang berlebihan kalau kita katakan bahwa anugerahNya bagi kita sungguh luar biasa. Kita berpikir bahwa kita benar-benar tidak layak untuk disebut sebagai anak-anakNya, tetapi Ia melakukan sesuatu yang lebih jauh dari apa yang pernah kita pikirkan. Oleh sebab itu mari kita mengucap syukur kepada Tuhan, karena keselamatan yang telah diberikanNya kepada kita tidak berdasarkan konsep atau pikiran kita sendiri, melainkan berdasarkan pikiran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak tersebut masih jauh, ayahnya telah melihatnya dan tergerak oleh belas kasihan. Ada seorang pria yang dirampok habis-habisan, dan kemudian ada seorang Samaria yang melihat dia dan tergerak oleh belas kasihan (lihat Lukas 10:33). Apa yang dimaksud dengan belas kasihan itu? Belas kasihan ditujukan kepada orang yang berada dalam posisi yang begitu lemah. Belas kasihan selalu datang dari atas, dari posisi yang lebih tinggi, dan ditujukan kepada suatu keadaan atau suasana yang memprihatinkan. Seandainya anak tersebut pulang dalam keadaan yang berkecukupan atau dengan kekayaan yang berlimpah-limpah, maka ayahnya tidak bisa menunjukkan belas kasihan. Bagaimana hatinya bisa tergerak oleh belas kasihan? Hanya karena ia melihat bahwa anaknya telah jatuh sehingga keadaannya tidak beda dengan seorang pengemis. Sejak saat itu "si pengemis" telah diterima kembali sebagai anak; ia yang mulanya mengemis-ngemis di depan pintu, kini telah diangkat sehingga ia boleh duduk di meja. Kita yang sama seperti pengemis, jauh terpisah dari Allah, telah menggerakkan belas kasihanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita perhatikan hal yang lainnya; anak yang hilang itu berpikir bahwa dirinya tidak layak lagi disebut sebagai anak sehingga ia hanya berharap untuk bisa diterima sebagai orang upahan. Tetapi sang ayah memerintahkan supaya pelayan-pelayan mengenakan jubah yang terbaik, juga cincin dan sepatu kepada anaknya. Ini menunjukkan kekayaan Allah, bukan kemiskinan kita. Keselamatan berbicara tentang kekayaan Allah yang luar biasa. Betapa sering kita berpikir bahwa diri kita tidak layak, tidak berharga. Bahkan sekalipun kita sudah sadar, kalau kita berdoa tetap saja kita merasa tidak yakin apakah Allah mau mengampuni kita atau tidak. Kelihatannya orang-orang seperti kita ini tidak punya pengharapan dalam doa. Tetapi saat ini saya mau katakan kepada saudara, bahwa saudara sungguh keliru! Seorang yang sangat kaya tidak akan memikirkan tentang berapa banyaknya uang yang telah dipergunakan oleh anaknya. Sebaliknya ia akan berpikir berapa banyak uang yang bisa ia berikan kepada anaknya.&lt;br /&gt;Ada sebuah ilustrasi yang menarik. Suatu saat saya berjumpa dengan seorang anak dari keluarga yang kaya. Dengan sungguh-sungguh saya menasehati dia supaya bertobat dan percaya kepada Tuhan. Suatu kali ia mengajak saya untuk bertemu dengan ayahnya. Saya meminta kepada si ayah supaya tidak menghalangi anaknya untuk percaya kepada Tuhan. Saya katakan kepadanya bahwa kalau anaknya mau bertobat, ia tidak akan memboroskan harta kekayaannya lagi. Sang ayah berkata bahwa ia memiliki sejumlah besar uang; berapapun besarnya si anak mempergunakan uang tersebut, ia tidak kuatir sama sekali. Seperti itulah Allah kita. Ia tidak kuatir kita akan menghabiskan uangNya. Kita mungkin berpikir bahwa Tuhan hanya punya seratus dollar sementara yang kita butuhkan seratus satu dollar. Kita mungkin takut seandainya semua uang itu kita habiskan, maka kita tidak punya uang sama sekali. Tetapi karena yang Allah miliki begitu banyak, dan karena Ia begitu kaya maka kita tidak perlu membatasi Dia. Ingatlah bahwa keselamatan kita mewakili besarnya kekayaan Tuhan. Ia memiliki persediaan berlimpah-limpah untuk kita gunakan sampai habis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudara mungkin berpikir, saudara mempunyai suatu dosa yang tidak pernah bisa saudara kalahkan. Tetapi saya ingin bertanya kepada saudara, apakah Allah tidak mampu berbuat apa apa sehubungan dengan dosa saudara tersebut? Seringkali sebagai orang Kristen kita begitu lemah dan kalah oleh dosa; hati kita mengatakan bahwa riwayat kita sudah tamat. Tetapi yang dikatakan suara hati kita adalah keadaan kita sendiri. Hati kita mengatakan orang seperti apa kita ini, padahal darah Kristus yang mulia dan kudus telah menyatakan bagaimana sebenarnya pandangan Allah terhadap kita. Hati nurani kita telah diperciki oleh darah Kristus yang kudus itu sehingga yang kita miliki sekarang bukan lagi sekedar sebuah hati nurani dan semangkok darah, melainkan sebuah hati yang telah diperciki oleh darah Kristus. Jangan saudara pisahkan hati nurani dan darah Kristus ataupun sebaliknya. Yang ada sekarang adalah hati nurani yang sudah diperciki dengan darah Kristus, sehingga hati kita sekarang lebih putih dari salju.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah punya jubah untuk saudara kenakan dan Ia sama sekali tidak takut saudara akan menjualnya. Ia punya cincin untuk saudara pakai dan Ia juga tidak takut kalau saudara akan menggadaikannya; demikian juga Ia memberikan sepatu untuk saudara kenakan, dan Ia juga tidak kuatir kalau saudara akan melepaskannya. Sepantasnyalah kalau setiap anak Tuhan didandani dengan baik, karena di rumah Bapa banyak tersedia berbagai jenis benda yang bisa kita nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;T I G A &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Dan ambilah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan mari kita makan dan bersukacita" (ayat 23)&lt;/em&gt;. Jubah, cincin dan sepatu hanya dapat dipakai oleh si anak, karena benda-benda tersebut hanya dapat dikenakan kepada satu orang saja. Akan tetapi anak lembu tambun itu tentu tidak mungkin habis dimakan hanya oleh satu orang saja, karena dalam ayat itu juga dikatakan, "Marilah kita makan dan bersukacita." Ijinkan saya memberikan pengertian baru kepada saudara, yaitu tentang sukacita Allah. Pada malam ketika saya diselamatkan, semakin lama saya merenungkan hal itu, semakin saya bersukacita; saya ingin terus bernyanyi memuji Tuhan. Saya tidak peduli lagi bagaimana susunan kata-katanya ataupun nadanya. Itulah sukacita karena kelahiran baru. Tetapi ayat di atas dengan jelas menyatakan kepada kita bahwa ayahnyalah yang bersukacita saat itu. Jadi, yang ingin diceritakan di sini adalah sukacita Allah ketika Ia menyelamatkan satu orang berdosa. Yang biasa kita pikirkan adalah, betapa besar sukacita yang dimiliki oleh orang berdosa ketika ia bertobat, dan juga betapa besar sukacita kita ketika mendengar hal itu. Kita tidak menyadari sukacita Bapa di surga ketika Ia menyelamatkan satu orang berdosa. Kalau kita mengerti hal ini, barulah kita dapat mengerti hati Bapa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E M P A T&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tetapi ia (anak yang sulung) menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku." (ayat 29). &lt;/em&gt;Inilah kata-kata yang diucapkan anak yang sulung kepada ayahnya. Keinginan hati anak sulung tersebut adalah supaya ayahnya memberikan kepadanya "sukacita" supaya ia dapat bersenang-senang. Sementara itu si bungsu yang sudah berfoya-foya dan menghabiskan uangnya justru mendatangkan sukacita dan kebahagiaan kepada ayahnya ketika ia kembali. Sebenarnya si sulung telah benar-benar melakukan kewajibannya di rumah ayahnya, akan tetapi kekeliruannya adalah ia menghendaki ayahnya memberikan sukacita kepadanya. Padahal ayahnya mengundang dia untuk turut bersukacita bersamanya. Di sini kita perlu mengerti bagaimana hati Bapa. Ia ingin supaya kita juga turut merasakan sukacita dan kebahagiaanNya. Namun si sulung menginginkan anak kambing supaya ia bisa bersenang senang dengan teman-temannya sendiri. Ingatlah, Allah dengan caraNya sendiri tidak akan pernah memberikan sesuatu kepada seseorang kalau itu hanya untuk dinikmati oleh orang itu sendiri; Ia selalu menghendaki kita dapat menikmati segala sesuatu bersama-sama dengan Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;L I M A &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya marilah kita membandingkan kedua hal ini yaitu: "mencium" dan "meja". Sang ayah merangkul anaknya dan mencium dia. Ciuman seperti ini telah membuat anaknya bahagia dan puas. Dengan ciuman itu ia tahu bahwa ayahnya sudah mengampuni dia. Semua kesalahannya tidak diungkit-ungkit lagi. Jadi, ia dibebaskan (dimerdekakan) dan dipuaskan karena semua dosa-dosanya sudah diampuni. Si bungsu kini bisa duduk bersama-sama ayahnya di meja dan hati ayahnyapun puas dan bersukacita, karena hari itu ia telah mendapatkan anaknya yang hilang. Banyak orang tidak mengerti betapa besar sukacita Allah kita jika ada satu orang diselamatkan. Mereka mengira mereka bisa selamat karena mereka memohon dengan sungguh sungguh untuk diselamatkan. Siapa yang benar-benar tahu bagaimana sukacitanya Allah ketika Ia menyelamatkan jiwa-jiwa? Ketahuilah bahwa ada suatu sukacita yang luar biasa yang Allah rasakan ketika menyelamatan jiwa-jiwa yang tersesat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mendengar Bapa di surga berkata, "Aku telah mengampuni dosamu", kita merasakan damai dan sukacita. Kita tidak memerlukan hal-hal lain lagi untuk membuktikannya. Satu kata saja dari Allah sudah cukup buat kita, karena sekali Ia mengampuni kita, maka kita telah benar-benar diampuni. Sungguh sayang jika kita hanya memiliki sebagian sukacita dan tidak mau masuk sepenuhnya ke dalam sukacita Allah. Padahal kalau kita turut menikmati sukacita yang Allah rasakan sama artinya dengan kita menyenangkan Dia dan membuatNya bersukacita. Penyembahan keluar dari hati yang dipenuhi sukacita ilahi; penyembahan itu lebih dari sekedar ucapan syukur belaka. Penyembahan adalah kegembiraan di dalam Tuhan. Kita mengambil sukacita Allah menjadi sukacita kita. Pemazmur mengatakan, "... Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku," (Maz 43:4). Baiklah kita menjadikan Allah sebagai sukacita kita yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E N A M &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria." (ayat 24). &lt;/em&gt;Allah mengajak kita untuk bersukacita karena dua alasan: pertama, karena anak ini telah mati dan menjadi hidup kembali; dan yang kedua, karena ia telah hilang dan kemudian didapat kembali. "Mati dan hidup kembali" adalah sesuatu yang didapat si anak. "Hilang, dan kemudian didapat kembali" adalah apa yang diperoleh sang ayah. Dulunya ia adalah anak yang hilang. Sekarang ia menjadi anak bapanya lagi. Awalnya, manusiapun diciptakan oleh Allah, tetapi mereka jatuh ke dalam dosa dan binasa. Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan dan membangkitkan mereka dari kematian. Inilah kebangkitan&lt;br /&gt;itu. Tetapi penekanan kita sekarang adalah kepada pengertian "hilang dan didapatkan kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Lukas pasal 15 kita dapat menemukan tiga perumpamaan. Perumpamaan tentang domba yang hilang, perumpamaan tentang dirham yang hilang, dan perumpamaan tentang anak yang hilang. Pernahkah saudara merenungkan siapakah yang kehilangan semua itu? Yang sering menjadi pusat perhatian kita adalah betapa malangnya domba yang hilang tersebut. Barangkali ia tersesat dan berada di antara batu-batu yang tajam atau di tengah-tengah semak duri. Kita lupa untuk memperhatikan keadaan gembala yang kehilangan dombanya. Gembala tersebut pasti juga menderita. Betapa malangnya ia. Demikian pula kita sering memusatkan perhatian kita pada dirham atau mata uang yang hilang. Kita ikut berpikir di mana kira-kira jatuhnya uang tersebut. Kita lupa bahwa sesungguhnya si wanita itulah yang kehilangan uangnya. Ialah yang dirugikan karena kehilangan uang. Dan dalam perumpamaan anak yang hilang ini kita juga memikirkan betapa malangnya anak yang hilang itu. Berada jauh dari kampung halamannya dan bahkan tidak memiliki makanan walaupun sekedar makanan babi untuk meredakan laparnya. Kita juga turut bersukacita ketika ia diterima kembali di rumahnya, karena itu merupakan anugerah yang besar buat dia. Akan tetapi siapa yang menderita karena kehilangan anak? Sudah tentu bukan si anak hilang, tetapi ayahnya. Ayahnyalah yang paling menderita. Ia sudah menghabiskan uang untuk menyekolahkan anaknya tetapi tidak ada hasilnya. Oleh karena itu ia&lt;br /&gt;berkata, anaknya telah hilang namun didapat kembali. Itulah sebabnya sang ayah dan orang-orang lainnya mulai berpesta dan bersukaria. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan kita renungkan bahwa setiap pertobatan dan ketaatan selalu mendatangkan sukcita bagi hati Bapa di surga? Inti dari berita injil bukan terletak pada apa yang diterima oleh orang-orang berdosa, tetapi pada apa yang diterima Bapa di surga. Saudara dan saya yang menghambur-hamburkan uang, tetapi Bapa kitalah yang mengalami kerugian. Sungguh sepatutnyalah kita mempersembahkan seluruh hidup kita dan keberadaan kita kepadaNya. Berapa banyak yang bisa kita berikan kepada Tuhan? Jangan lagi kita beranggapan bahwa tidak apa-apa kalau kehidupan rohani kita agak suam-suam. Kita harus tahu apa akibatnya bagi Allah kalau kita bersikap suam-suam. Janganlah berpikir bahwa sedikit mengasihi dunia dan ikut-ikutan dengan dunia adalah hal sepele dan bukan persoalan besar. Kita harus mengerti bahwa hal itu sangat mempengaruhi hubungan kita dengan Allah, membuat Bapa kita dirugikan. Setiap kali kita menyadari keadaan kita seperti yang dialami anak yang hilang tersebut, kita memperbaharui penyerahan kita kepadaNya. Jika kita mau mempersembahkan diri kita kepada Allah, maka kita membuat Ia sangat bersukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya peroleh ataupun yang hilang dari milik saya tidaklah penting; yang penting adalah apa yang seharusnya Allah peroleh. Setiap kali saya menyadari bahwa saya sedang membuat hati Bapa gembira melalui ketaatan saya, betapa indahnya. Allah mampu menciptakan alam semesta ini dan Ia juga mampu memberikan segala sesuatu kepada manusia. Tetapi Ia bisa kehilangan hati manusia. Ia tak pernah memaksakan kehendakNya kepada siapapun. Ketika saya merenungkan kebesaranNya, kemahakuasaanNya dan segala kelimpahanNya, Ia yang adalah pencipta segala sesuatu, saya sungguh terpesona mengetahui bahwa Ia dapat memperoleh sesuatu dari makhluk seperti saya, yang tidak ubahnya seperti setitik debu atau seekor cacing yang sangat tak berarti. Ia berkata: "Marilah kita bersukacita !" Kembalinya anak yang hilang telah membuat hati Allah bersukacita. Ia yang mengisi alam semesta ini dapat bergembira dan bersukacita karena ketaatan kita yang kecil. Penyerahan tidak dipaksakan kepada kita untuk membuat kita menjadi budak; hal itu justru memampukan kita untuk masuk ke dalam sukacita ilahi, sukacitanya Allah, sehingga Ia boleh bersukacita karena kita. Betapa indahnya hal itu! Biarlah saat ini kita mau datang kepada kebahagiaan dan sukacita Allah sehingga Iapun dapat bersukacita oleh karena kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Terjemahan dari GRACE FOR GRACE by Watchman Nee (Bab 2, Gleanings from the Parable of the Prodigal Son), dea, 270793. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-4359910299422714212?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/4359910299422714212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=4359910299422714212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/4359910299422714212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/4359910299422714212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/pelajaran-dari-anak-yang-hilang.html' title='Pelajaran Dari Anak Yang Hilang'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-2092465865550333505</id><published>2008-07-29T03:38:00.001-07:00</published><updated>2008-07-31T20:23:47.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Prinsip Tentang "Yang Kedua"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Watchman Nee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. - I Korintus 15:45-47&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapanMu!". Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjianKu dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. - Kejadian 17:18,19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman TUHAN kepadanya: "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda." - Kejadian 25:23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau." - Roma 9:12,13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya kepada ayahnya: "Janganlah demikian, ayahku, sebab inilah yang sulung, letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya." Tetapi ayahnya menolak, katanya: "Aku tahu, anakku, aku tahu; ia juga akan menjadi suatu bangsa dan ia juga akan menjadi besar kuasanya; walaupun begitu, adiknya akan lebih besar kuasanya dari padanya, dan keturunan adiknya itu akan menjadi sejumlah besar bangsa-bangsa." - Kejadian 48:18,19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain." - I Samuel 8:5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagiKu." - I Samuel 16:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati." Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini dan dengan perantaraan nabi Natan Ia menyuruh menamakan anak itu Yedija, oleh karena TUHAN. - II Samuel 12:14,24,25&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat di atas menyatakan kepada kita suatu prinsip yang Allah pakai. Kita dapat menyebutnya "prinsip tentang 'yang kedua'" atau "hukum tentang 'yang kedua'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Allah Selalu Memilih Yang Kedua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat tersebut kita dapat belajar bahwa Allah selalu memilih yang kedua, bukan yang pertama. I Korintus 15 mengatakan kepada kita bahwa yang pertama berasal dari dunia, sedangkan yang kedua berasal dari sorga. Yang pertama alamiah, sementara yang kedua rohaniah. Saya sendiri sering heran mengapa di Alkitab nampaknya Allah selalu memilih orang yang kedua. Ismael adalah anak yang lebih tua, tetapi Allah memilih Ishak, yang lebih muda. Esau lebih tua, tetapi Allah memilih Yakub, yang lebih muda. Selanjutnya, kita juga melihat bahwa walaupun Efraim merupakan anak kedua sementara Manaseh anak pertama, Allah justru memilih Efraim. Batsyeba melahirkan dua anak. Allah membunuh anak pertama tetapi mengasihi anak kedua, yaitu Salomo. Ia sangat mengasihi Salomo sehingga menyuruh nabi Natan untuk memberi nama lain kepada Salomo, yaitu Yedija - yang artinya "kekasih TUHAN" (dan melalui keturunannyalah Yesus Kritus dilahirkan). Lebih jauh, raja Israel pertama yaitu Saul ditolak Allah; tetapi Daud, yang merupakan raja kedua, dipilih oleh Tuhan, karena Ia menyatakan bahwa Daud adalah orang yang berkenan di hatiNya (Kisah Para Rasul 13:22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Allah Menolak Yang Pertama dan Menerima Yang Kedua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Allah menolak yang lebih tua dan menerima yang lebih muda? Kenapa Ia membenci yang pertama dan mengasihi yang kedua? Jawaban terhadap pertanyaan itulah yang sedang kita cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita perhatikan bahwa Allah memakai prinsip ini pada orang berdosa sama seperti pada orang Israel dan orang percaya. Mengapa di kitab Keluaran Allah memerintahkan orang Israel untuk membubuhkan darah pada kedua tiang pintu dan ambang atas supaya anak-anak sulung tidak dibunuh? Mengapa hanya anak-anak sulung yang perlu dilindungi sementara yang bukan anak sulung tidak memerlukan perlindungan? Mengapa di Alkitab semua anak sulung ternak harus ditebus, kalau tidak lehernya harus dipatahkan (dan itu berarti kematian karena sistem syaraf pusat diputuskan)? Mengapa harus anak sulung, bukan anak kedua, dari ternak yang harus ditebus? Bahkan bukan hanya anak sulung ternak, anak-anak sulung orang Israelpun harus ditebus (anak kedua tidak perlu ditebus). Karena jika anak sulung tidak ditebus, ia akan disingkirkan dan tidak boleh berada di antara umat Tuhan. Mengapa Allah secara khusus tidak senang terhadap anak sulung? Mengapa Ia mengasihi anak kedua dan secara khusus memberi perhatian istimewa kepadanya? Mengapa Ia mengambil seluruh suku Lewi sebagai pengganti anak anak sulung orang Israel, dan mengapa Ia menghendaki orang-orang yang kelebihan itu ditebus dengan syikal? (lihat Bilangan 3:44-51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa apa yang ada di Alkitab tidak tercatat secara kebetulan. Hal ini menunjukkan adanya suatu prinsip yang sangat penting. Prinsip ini mungkin tidak dikenal secara umum, namun kita yakin bahwa Allah tidak pernah melakukan sesuatu tanpa maksud tertentu. Sekali, dua kali, dan banyak kali Ia melakukan sesuatu dalam suatu cara yang khusus dengan maksud agar kita dapat melihat prinsip yang digunakan Allah. Sebab "tindakanNya" diatur oleh "prinsip-prinsipNya". Kita akan mengalami kemajuan pesat dalam pengenalan akan Allah dan dalam hal-hal rohani jika kita mengerti prinsip dan cara yang digunakan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada di balik tindakan Allah dalam menolak yang pertama dan menerima yang kedua? Coba kita baca lagi I Korintus 15:46: &lt;em&gt;"Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah." &lt;/em&gt;Kita tahu bahwa I Korintus pasal 15 menjelaskan tentang kebangkitan tubuh. Maksud kita dalam membaca bagian ini tentunya bukan untuk menyelidiki tentang kebangkitan tubuh, tetapi untuk mengerti beberapa prinsip rohani. Menurut ayat-ayat di bagian ini, yang mula-mula datang adalah tubuh alamiah, baru kemudian tubuh rohaniah. Jadi dapat kita katakan bahwa prinsip rohani yang berlaku di sini adalah: yang rohaniah datang belakangan, sementara yang alamiah datang lebih dulu. Hal ini akan menjelaskan mengapa Allah memilih yang kedua dan menolak yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disebut dengan "pertama"? &lt;em&gt;"Yesus menjawab, kataNya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah....... Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.'" (Yohanes 3:3,6). &lt;/em&gt;Tuhan kita sedang membicarakan tentang kelahiran kembali. Ia menyatakan bahwa seseorang yang dilahirkan satu kali tidak cukup baik; ia harus dilahirkan kembali. Seseorang yang hanya mengalami satu kali kelahiran tidak dapat melihat Kerajaan Allah dan karenanya ia dianggap tidak berguna. Hanya dia - yang mengalami kelahiran baru - yang memiliki kehidupan kekal dan dapat melihat Kerajaan Allah. Kemudian Yesus menjelaskan apa yang dimaksud dengan kelahiran pertama, yaitu kelahiran dari daging. Tetapi apa yang dimaksud dengan kelahiran kedua? Itu adalah kelahiran dari Roh. Jadi, apa saja yang lahir dari daging - apa saja yang dihasilkan secara alami - berasal dari "yang pertama"; tetapi semua yang tidak berasal dari daging, melainkan dari kelahiran oleh Roh Kudus, berasal dari "yang kedua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lihat apa saja yang termasuk "yang lahir dari daging". Semua yang saya warisi dari orang tua saya - seperti rasa sayang, talenta, kepandaian, kelembutan, kerendahan hati, kasih, rasa damai, ambisi, dan kesabaran - semua ini, dan yang lainnya, datang bersamaan dengan kelahiran saya. Apa saja yang saya miliki sebelum kelahiran baru, betapapun bagusnya dalam pandangan mata manusia, oleh Tuhan Yesus dikatakan sebagai bagian dari "apa yang dilahirkan dari daging adalah daging". Karena itulah, kita perlu bertanya kepada diri sendiri apakah semua yang kita miliki setelah kelahiran baru benar-benar berasal dari Allah. Atau, apakah yang saya miliki ini termasuk "lahir dari daging"? Janganlah kita berdalih dengan mengatakan bahwa hanya dosa dan kecemaran dari daging yang harus dibuang, sementara kelembutan alami, kesabaran, kemurahan, kepandaian, dan talenta dapat tetap dipertahankan tanpa pernah mengalami kelahiran baru dari Allah. Siapa di antara kita yang benar-benar menyadari bahwa semua yang kita warisi dari "yang pertama" - yang berasal dari daging - harus ditolak dan dibuang? Hendaknya dengan rendah hati kita menyadari bahwa hanya yang datang karena percaya Tuhan Yesus, karena percaya kepada Allah, dan yang datang karena pekerjaan Roh Kudus, hanya itulah yang dapat diterima Allah dan yang dapat menyenangkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, hal pertama yang sangat penting bagi seseorang adalah masalah kelahiran kembali. Diberkatilah ia yang memiliki dua kehidupan dan dua keberadaan (di bumi dan di sorga). Seseorang bisa saja mengakui Tuhan Yesus dengan mulutnya, bahkan pergi ke kebaktian gereja, tetapi semua yang ia miliki secara alamiah berasal dari orang tuanya, dan akibatnya ia tetap merupakan orang berdosa yang sedang menuju kebinasaan. Apa yang dimiliki dan dipelajari seseorang secara alamiah tidak dapat diharapkan dan tidak dapat digunakan di hadapan Allah. Tetapi jika seseorang percaya kepada Tuhan, ia akan memiliki apa yang berasal dari "yang kedua" - bahkan kehidupan kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Kristen saat ini harus belajar membedakan antara "yang pertama" dan "yang kedua", antara apa yang diwariskan orang tua kepada kita dan apa yang diberikan oleh Allah kepada kita melalui Roh Kudus. Sayangnya, banyak orang percaya tidak mengerti hal ini dengan jelas. Mereka tidak dapat membedakan "yang pertama" dengan "yang kedua", tidak dapat membedakan apa yang datang dari yang pertama dan apa yang datang dari yang kedua. Mereka berpikir bahwa selama mereka bersemangat dan sabar, selama kotbah mereka bagus dan doa mereka baik, maka kehidupan dan pekerjaan/pelayanan mereka akan diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya untuk mengatakan bahwa saya tahu apa yang saya katakan. Allah tidak pernah melihat kepada pekerjaan yang dilakukan seseorang; Ia hanya melihat kepada sumber dari pekerjaan-perkerjaan baik tersebut. Apakah yang menjadi sumber pekerjaan-pekerjaan baik saudara? Bukan berarti Allah tidak menghendaki kelembutan, tetapi yang Ia tanyakan darimana kelembutan itu datang? Apakah datang dari diri saudara sendiri atau dari Roh Kudus? Dari mana sebenarnya semangat saudara berasal? Dari dirimu sendiri atau dari Roh Kudus? Prinsip apa yang menjadi dasar timbulnya pertanyaan-pertanyaan di atas? Hal ini berkisar pada pokok pembicaraan tentang "yang pertama" dan "yang kedua": Allah selalu menolak "yang pertama" tetapi menerima "yang kedua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, saya mempunyai temperamen yang kurang sabar. Ketika saya melihat kesabaran pada orang lain, saya mengaguminya. Tetapi Allah akan terus memeriksanya lebih dalam dengan pertanyaan: darimana kesabaran tersebut berasal? Begitu kita lihat sesuatu yang baik yang berasal dari "yang pertama" segera kita menganggapnya baik. Tetapi Allah baru akan&lt;br /&gt;mengatakan baik jika Ia melihat bahwa sumberNya adalah Ia sendiri. Dan kemudian kita dapat yakin bahwa apa yang Ia katakan baik adalah benar-benar baik. Apabila kita melihat seorang pengkotbah berbicara dengan berapi-api dan melayani dengan giat, mungkin kita akan berpendapat bahwa ia adalah seorang yang rohani. Tetapi Allah ingin tahu apakah kesungguhannya itu berasal dari "yang pertama" atau dari "yang kedua". Seorang saudara menceritakan betapa tidak mampunya orang-orang Kristen tertentu dalam hal ini. Mereka menganggap seorang pengkotbah yang memukul mimbar dengan kepalan tangannya adalah seorang yang hebat, berkuasa. Seharusnya kita bertanya, darimana kuasa itu berasal. Kita tidak dapat bergantung pada talenta, kuasa atau keberadaan yang berasal dari "yang pertama". Hanya yang muncul setelah kelahiran baru berasal dari "yang kedua", dan yang dengan sendirinya diterima Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prinsip Tentang Yang Kedua Berlaku Bagi Semua Orang Percaya &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ini berlaku untuk semua orang percaya, tidak hanya untuk pengkotbah/pendeta. Semua kebaikan alamiah - misalnya kesabaran - adalah seperti tali karet yang hanya dapat diregangkan sampai batas tertentu; tidak bisa diregangkan terus karena sudah mencapai kemampuan maksimumnya, dan sebagai akibatnya tidak bisa dipakai Allah. Berbeda jika kebaikan itu (dalam hal ini kesabaran) berasal dari Allah, ia dapat diregangkan sepanjang yang diinginkan. Hendaklah dimengerti bahwa sumber-sumber alamiah tidak dapat memenuhi kebutuhan rohani. Apa yang berasal dari "yang pertama", yaitu Adam, tidak akan pernah bisa menolong apa yang berasal dari "yang kedua", yaitu Kristus. Oh, betapa banyak yang berpikir bahwa selama mereka mengasihi orang lain, mereka dalam keadaan yang baik. Tetapi benarkah demikian? Apakah kasih tersebut berasal dari Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang saudara mengatakan bahwa yang boleh kembali ke sorga hanyalah yang berasal dari sorga. Kita menyebut sorga sebagai rumah kita karena kita dan semua yang kita miliki berasal dari sorga. Jadi, kembali ke sorga berarti kembali ke rumah. Tetapi jika apa yang kita punyai bukan berasal dari sorga, melainkan dari dunia, maka sorga cuma menjadi hotel, bukan rumah kita. Allah pasti tidak akan menerima kembali apa yang tidak berasal dari Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah ada perubahan dalam kehidupan kita setelah kita percaya? Apakah menjadi orang Kristen itu hanya berarti membuang semua dosa, kegagalan, kelemahan, dan kekotoran masa lalu? Memang benar bahwa itu semua dihapuskan; walaupun demikian Allah menyatakan dengan jelas di dalam FirmanNya bahwa itu saja tidak cukup. Ia tidak hanya menyebut segala yang jelek itu tidak baik, tetapi juga menganggap semua yang diberi nama "kebaikan dari daging" sebagai hal yang tidak baik juga. Ia menyatakan bahwa Ia tidak membutuhkan segala sesuatu yang berasal dari "yang pertama" - secara keseluruhan. Ia menolak kepandaian yang berasal dari daging sama seperti ia menolak dosa-dosa kotor yang berasal dari daging. Ia mencela kebaikan dari daging sama seperti ia mencela kecemaran dari daging. Ia tidak suka dengan segala sesuatu yang berasal dari kehidupan alamiah. Tidak satupun yang berasal dari kehidupan lama dapat dicampur dengan kehidupan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Injil kita membaca perkataan Tuhan Yesus:&lt;em&gt; "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripadaKu, ia tidak layak bagiKu; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripadaKu, ia tidak layak bagiKu." (Matius 10:37).&lt;/em&gt; Lebih jauh Ia mengatakan: &lt;em&gt;"Jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu." (Lukas 14:26). &lt;/em&gt;Tetapi Tuhan kita melalui salah satu dari surat-surat Paulus tidak hanya menasehati anak-anak untuk taat kepada orang tua mereka tetapi juga menasehati para orang tua untuk tidak membuat marah anak-anak mereka (lihat Efesus 6:1-4). Tuhan juga menunjukkan kepada kita hubungan yang seharusnya terjadi antara suami dan isteri: bagaimana suami harus mengasihi isterinya, dan juga sebaliknya isteri terhadap suami (lihat Efesus 5:22,25). Kitab Injil menekankan masalah "benci", sementara surat-surat dalam Perjanjian Baru menekankan masalah "kasih". Jika saudara tidak dapat membedakan antara "yang pertama" dan "yang kedua" - antara apa yang berasal dari daging dan apa yang berasal dari Roh - saudara tidak akan mengerti mengapa seolah-olah terjadi kontradiksi ; sebab pada waktu saudara mendengar Tuhan mengatakan "barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripadaKu, ia tidak layak bagiKu," mungkin saudara berkesimpulan bahwa saudara dapat memperlakukan keluarga saudara dengan sembarangan; atau ketika saudara mendengar Paulus berkata bahwa setiap anggota keluarga harus saling mengasihi, saudara berkesimpulan bahwa saudara harus mengasihi keluarga saudara lebih dari semuanya. Kalau demikian, saudara tidak mengerti bahwa apa yang tidak Tuhan kehendaki adalah kasih alami, sementara apa yang Paulus nasehati untuk dipelihara adalah kasih rohaniah. Jika kasih saudara bersifat alamiah, kasih tersebut terhadap keluarga saudara akan menjauhkan saudara dari Tuhan sampai persekutuan dengan Dia dan kasih kepadaNya berkurang, jika tidak hilang sama sekali. Tetapi jika saudara dengan rela menyerahkan ayah, ibu, isteri dan anak-anak saudara kepada Tuhan, bahkan mau membenci mereka jika Tuhan menghendakinya, maka saudara akan segera mengerti hukum kedua dari Allah - yaitu perintah untuk mengasihi ayah, ibu, isteri dan anak-anak saudara. Saudara akan dibebaskan dari "yang pertama" sehingga dapat&lt;br /&gt;mengalami "yang kedua". Betapa besar kesalahan yang dilakukan jika hanya menerima sebagian Kitab Injil atau sebagian surat-surat dari Perjanjian Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harus Tetap Dibebaskan dari Yang Pertama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dan pekerjaan/pelayanan kita harus terus dibebaskan dari "yang pertama". Mungkin saya dapat membuat ilustrasi sebagai berikut. Relatif mudah untuk mengerti kedagingan dan rohaniah secara abstrak; tetapi sangat sulit untuk membedakannya pada kehidupan nyata sehari-hari. Bagaimana kita dapat tahu kebaikan mana yang berasal dari "yang pertama" dan kebaikan mana yang berasal dari "yang kedua"? Apakah ada tanda khusus sehingga kita bisa mengenalinya? Izinkan saya memberikan satu prinsip utama di sini: bahwa semua yang bersifat rohani sudah melalui kematian (saya percaya semua saudara yang sudah mengalami hal ini akan mengatakan amin). Dengan kata lain, semua yang rohani adalah semua yang sudah dibangkitkan. Apa saja yang berasal dari kelahiran jasmani, tanpa pengalaman dengan campur tangan kuasa Allah yang adikodrati, adalah milik "yang pertama": semua kepandaian, kemurahan, kebaikan, atau talenta yang dimiliki seseorang dari sejak lahir sampai percaya Tuhan Yesus dipandang Allah sebagai kedagingan. Tidak ada yang menyenangkan Allah dalam bagian ini. Tetapi setelah seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, maka semua yang diberikan Tuhan kepadanya oleh kuasa Roh Kudus adalah milik "yang kedua"; dengan tulus ia telah menolak semua kebaikan alami dan talenta yang ia miliki - senantiasa menganggap semua itu tidak dapat diandalkan - dan sebagai gantinya bergantung pada Roh Kudus untuk pimpinan, kekuatan dan kemenangan sampai Tuhan Yesus datang. Semua yang berasal dari "yang kedua",&lt;br /&gt;semua yang berasal dari Allah, menghendaki orang percaya untuk melepaskan hikmat, kekuatan dan talenta pribadi. Semua yang kita peroleh setelah penolakan tersebut adalah "yang sudah dibangkitkan", yang rohani, dan "yang kedua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sedikit "yang kedua" pemberian Allah yang kita miliki! Betapa jarang kita diatur oleh kehidupan "yang kedua"! Apa yang biasanya kita praktekkan adalah hanya membuang yang jelek tetapi menggunakan yang baik dari "yang pertama". Bagaimanapun juga Allah menyatakan dengan jelas, bahwa kepandaian alami, talenta, kelembutan dan kemurahan harus juga melalui&lt;br /&gt;kematian sebagaimana kebejatan moral, kecemaran dan dosa harus dibuang. Walaupun demikian, mungkin kita bisa berspekulasi: Tidakkah kita bodoh jika kita tidak menggunakan kepandaian alami kita? Tidakkah kita jahat jika kita tidak menggunakan kelembutan alami kita ? Tetapi jawaban Alkitab terhadap pertanyaan tersebut adalah bahwa Allah menghendaki semua ini sudah melalui kematian. Misalkan saja saya sangat pandai. Dengan kepandaian saya, banyak ide baru yang bisa saya dapat dari Alkitab. Tetapi jika saya berharap untuk hidup menurut prinsip "yang kedua", saya tidak akan bergantung kepada kepandaian saya; sebagai gantinya saya akan bergantung penuh pada Allah. Apakah saya membaca Alkitab atau berdoa, saya akan&lt;br /&gt;bergantung pada Allah, seperti Firman Tuhan mengatakan: &lt;em&gt;"di luar Aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa" (Yohanes 15:5).&lt;/em&gt; Setelah itu baru saudara dapat mengerti bahwa saudara sudah melalui kematian. Saudara sudah mengosongkan diri saudara sendiri dalam hal ini. Dan selanjutnya saudara akan melihat bagaimana Allah mulai menggunakan kepandaian saudara yang sudah diperbaharui. Apa saja yang sudah melalui kematian, dengan kata lain telah melalui salib, dikehendaki Allah dan akan digunakan oleh Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kehidupan "Yang Kedua" - Sakit Terhadap Daging&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tentunya harap diperhatikan, bahwa kedagingan saudara pasti akan berteriak: "Ini kehidupan yang menyakitkan! Saya tidak punya kebebasan untuk bergerak secepat yang saya harapkan;  sebagai gantinya saya harus menantikan Tuhan! Saya harus mengakui kelemahan dan ketidakberdayaan saya dan harus menghabiskan waktu di dalam doa !" Tetapi kita harus ingat bahwa kehidupan jenis ini menghasilkan buah: &lt;em&gt;"Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah(Yohanes 12:24)&lt;/em&gt;. Walaupun Tuhan kita mengatakan demikian, banyak orang percaya yang menolak untuk menerima sikap hidup seperti itu (yaitu mati supaya menghasilkan banyak buah). Akibatnya semua bagian kehidupan mereka berada pada keadaan "yang pertama". Mereka sangat sedikit mengetahui bahkan sama sekali tidak pernah tahu tentang kehidupan "yang kedua". Kehidupan alami mereka menolak untuk melalui kematian. Dari luar mereka kelihatan sangat baik, tetapi mereka tidak bisa menghasilkan buah rohani yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya menggunakan Tuhan Yesus sendiri sebagai ilustrasi. Ketika berada di dunia Tuhan kita tidak pernah mengenal dosa. Bahkan semua yang Ia katakan dari diriNya sendiri, semua yang akan Ia kerjakan saat itu tetap baik, karena memang pada dasarnya Ia tidak berdosa, suci, dan tidak bercacat: kehidupan dan keberadaanNya benar-benar sempurna. Walaupun demikian, selama pelayananNya di dunia Tuhan Yesus berulang-ulang menyatakan: &lt;em&gt;"Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak." (Yohanes 5:19).&lt;/em&gt; Mengapa Ia tidak mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri? Semata-mata karena Ia mengetahui bahwa jika Ia berbuat demikian, maka semua itu akan dikerjakan secara alami dan bukan sesuatu yang dikerjakan oleh Bapa. Jika Tuhan Yesus saja - sebagai seorang yang secara alami benar-benar sempurna, suci dan baik - tidak dapat berbuat apa-apa dari diriNya sendiri, apalagi kita; kita tidak dapat berbuat apa-apa dengan kekuatan kita sendiri. Jika Dia yang datang dari sorga tidak bergantung kepada kekuatan dagingnya (yang sebenarnya sudah sempurna), melainkan bergantung kepada kekuatan Roh Kudus, apalagi kita; seharusnya kita jauh lebih tergantung kepada Roh Kudus. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang dikerjakan Tuhan Yesus, dilakukan sesuai dengan kehendak Allah, dengan bergantung pada kekuatan Roh Kudus. Dengan demikian Ia memperlihatkan kepada kita suatu kenyataan bahwa yang dilahirkan tanpa dosapun belum merupakan sesuatu yang cukup baik di hadapan Allah. Kehidupan kita harus mengalahkan kebaikan alamiah sama seperti mengalahkan dosa dan kecemaran. Betapa besar - sebenarnya - tekanan yang dialami kehidupan Allah di dalam kita oleh kehidupan alamiah kita! Kehidupan dan pekerjaan/ pelayanan kita terlalu banyak diatur oleh pikiran-pikiran kita. Kita terlalu percaya kepada hikmat dan kekuatan kita sendiri di dalam melayani Allah. Panggilan Allah untuk kita saat ini adalah untuk datang ke hadapanNya dengan ketulusan hati dan mengakui, bahwa semua yang alamiah tidak dapat digunakan. Hendaklah kita menanggapinya dengan merendahkan dan mengosongkan diri kita di hadapanNya, supaya kita dapat percaya dan taat kepadaNya dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami mengakui bahwa kehidupan seperti ini menyakitkan bagi daging. Merupakan kehidupan yang bergantung dan senantiasa "merendah". Tetapi jika kita ingin memiliki kehidupan "yang kedua", setiap hari kita harus hidup dalam "kerendahan" sebagai hamba-hamba Allah. Kehidupan ini sangat menyenangkan Allah dan pekerjaan rohani yang dilakukannya sangat berhasil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai kesimpulan izinkan saya mengatakan bahwa apa saja yang dapat dikerjakan tanpa membutuhkan doa, atau tanpa ketergantungan pada kuasa Roh Kudus, tidak akan menyenangkan Allah; hal ini justru akan dianggap salah oleh Dia, karena pasti berasal dari daging. Semoga semua keberadaan kita - dan semua yang kita miliki - muncul karena kepercayaan kita kepada Allah dengan merendahkan diri. Semoga setiap hari kita selalu mematikan kehidupan alamiah kita melalui kehidupan Allah, sampai kedatangan Tuhan kembali. Semoga ciptaan baru Allah menenggelamkan ciptaan lama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Terjemahan dari FROM FAITH TO FAITH by Watchman Nee (Bab 2, The Principle of the Second), jwm, 27121992.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-2092465865550333505?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/2092465865550333505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=2092465865550333505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/2092465865550333505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/2092465865550333505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/prinsip-tentang-yang-kedua.html' title='Prinsip Tentang &quot;Yang Kedua&quot;'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-5275680918169459098</id><published>2008-07-28T19:46:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T19:54:37.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='John G. Lake'/><title type='text'>Di Dalam Allah Tidak Ada Sakit Penyakit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah telah berfirman, &lt;em&gt;“Pada hari engkau berbuat dosa, pastilah engkau akan mati.” (Kejadian 2:17). &lt;/em&gt;Jadi, pada hari engkau berbuat dosa, kondisi bumi menjadi hancur, proses kematian dimulai. Jadi kematian memerintah sejak dosa muncul. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sakit penyakit menyebabkan kematian. Kematian merupakan akibat dosa. Tidak ada sakit penyakit di dalam Allah. Tidak pernah ada, tidak akan pernah ada, dan tidak pernah dapat. Tidak ada sakit penyakit di dalam tubuh manusia, di dalam manusia Allah, sampai satu waktu menjadi manusia bumi, waktu manusia mulai mengarahkan kehidupannya kepada diri sendiri dan menjadi manusia daging. Oleh karena itu, dosa merupakan orang tua dari sakit penyakit. Sakit penyakit merupakan akibat dosa. Tidak akan ada sakit penyakit, kalau tidak ada dosa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi Yesus Kristus menang atas kondisi kejatuhan alami manusia dan Ia tidak berdosa, walaupun Firman Allah menekankan bahwa &lt;em&gt;“…. dalam segala hal Ia dicobai sama seperti kita, hanya Ia tidak berbuat dosa.” (Ibrani 4:15).&lt;/em&gt; Firman Allah juga berkata, &lt;em&gt;“Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai” (Ibrani 2:18).&lt;/em&gt; Hal inilah yang menjadikan Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat dan Kristus yang dikasihi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manusia merupakan makhluk tritunggal – terdiri dari tubuh, jiwa dan roh – sama seperti Allah yang juga merupakan pribadi tritunggal, yang terdiri dari Bapa, Anak dan Roh Kudus. Banyak umat Allah yang heran, mengapa, setelah mereka memberikan hati kepada Allah dan setelah menerima kesaksian roh, mereka diganggu keinginan-keinginan jahat dan dicobai oleh perkara-perkara jahat. Secara alami, manusia terdiri dari tiga bagian, oleh karena itu, penundukan roh kita kepada Allah bukan satu-satunya yang Allah minta. Allah juga meminta pikiran dan tubuh kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kristus adalah Juru Selamat bagi manusia secara lengkap; baik bagi roh, jiwa maupun tubuh. Orang-orang Kristen belum diajar untuk mempersembahkan tubuhnya bagi Allah, dan oleh karena itu mereka merasa benar jika mereka mempersembahkan tubuhnya bagi saudara yang lain ataupun sesuatu yang lain, lebih daripada kepada Allah. Jadi, sejak seseorang mempersembahkan tubuhnya kepada Allah, yaitu tubuhnya yang secara sempurna di dalam tangan Allah, sebenarnya demikian jugalah roh dan pikirannya (jiwanya). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah komitmen bagi Allah akan meletakkan seseorang pada tempat di mana hanya Allah yang menyediakan kesehatan bagi roh, dan kesehatan bagi jiwa , dan ia juga percaya Allah akan menyediakan kesehatan bagi tubuhnya. Kesembuhan ilahi merupakan transfer kuasa Allah untuk mengatasi sakit penyakit yang menyerang tubuh, tetapi kesehatan ilahi merupakan kehidupan dari hari ke hari dan dari jam ke jam dalam jamahan Allah sehingga kehidupan Allah mengalir ke dalam tubuh, ke dalam jiwa, dan ke dalam roh kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;John G. Lake - terjemahan Martha&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-5275680918169459098?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/5275680918169459098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=5275680918169459098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/5275680918169459098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/5275680918169459098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/di-dalam-allah-tidak-ada-sakit-penyakit.html' title='Di Dalam Allah Tidak Ada Sakit Penyakit'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-2835678471175053878</id><published>2008-07-28T19:24:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T00:43:02.076-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenneth E. Hagin'/><title type='text'>Temukan Tempat Pengurapan Saudara</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Satu alasan mengapa banyak pelayan Tuhan tidak memperoleh rencana Allah untuk hidup mereka adalah karena mereka berusaha untuk menjadi segalanya. Kita perlu menyadari hal ini - kemampuan setiap orang di antara kita terbatas! Jika Saudara bisa mengerjakan semuanya sendirian, maka tidak lagi dibutuhkan orang lain. Beberapa orang berpikir, "Jika Allah menyingkirkan saya dari pelayanan ini, maka pelayanan ini tidak bisa dilakukan!" Tidakkah mengherankan bagaimana Allah bisa melakukan segala sesuatu tanpa mereka selama bertahun-tahun? Itu adalah ego manusia yang suka berpikir seperti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...., tetapi hanya saya seorang yang mengerjakan segala sesuatu untuk Allah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, seringkali jemaat biasalah - yang tidak pernah Saudara kenal - yang bekerja lebih banyak bagi Allah daripada orang-orang yang mempunyai sikap seperti itu! Mungkin Saudara tidak diberi karunia atau tidak diurapi Roh Kudus untuk melayani dalam cara tertentu, tetapi temukan posisi Saudara dan Saudara akan sukses. Jika Saudara tidak tahu pasti dimana posisi Saudara, tetap beritakan Firman dan tetap tumpangkan tangan pada mereka dengan iman! Allah menghargai iman, dan Saudara akan menerima mujizat sebesar iman tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Howard Carter adalah Ketua Umum dari Sidang Jemaat Allah di Inggris Raya selama 19 tahun. Ia membangun sekolah Alkitab Pentakosta yang pertama di dunia. Ia dipakai Tuhan untuk mengajar beberapa hal yang paling jelas yang pernah saya dengar, yaitu tentang karunia-karunia Roh Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu saya mendengar ia berkata bahwa hampir semua orang yang ia tumpangkan tangan selalu dipenuhi dengan Roh Kudus, dan hampir semua orang yang ditumpangi tangan oleh isterinya mendapatkan kesembuhan. Saudara lihat, ia dan isterinya menemukan tempat pengurapan mereka masing-masing. Mereka mengalir bersama-sama dalam pengurapan mereka sebagai sebuah tim, dan juga sebagai suami isteri dalam pelayanan! Mereka belajar bahwa dengan tinggal dalam tempat pengurapan mereka masing-masing, mereka menjadi efektif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat orang-orang menemukan tempat pengurapan mereka dan tinggal di sana - tidak berusaha untuk menjadi orang lain - mereka menjadi efektif dalam semua hal yang mereka kerjakan untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang Allah akan memperlihatkan kepada Saudara apa yang Ia inginkan Saudara kerjakan - berarti Saudara tahu apa rencanaNya buat Saudara. Tetapi mungkin pada saat itu juga, Saudara akan merasakan di dalam roh Saudara bahwa saat untuk melakukannya belum tepat. Belajarlah untuk menantikan waktu yang tepat untuk melaksanakan rencana Allah; belajarlah untuk menunggu gerakan Roh Kudus. Pada saat yang lain, Allah akan memperlihatkan Saudara hal-hal yang ada di dalam kehendak Roh Kudus, dan walaupun Saudara tidak tahu setiap hal yang Allah inginkan untuk dikerjakan, pada saat Saudara melaksanakan apa yang Allah perintahkan kepada Saudara - sedikit demi sedikit, Saudara akan bergerak lebih dalam ke wilayah kehendak Roh Kudus. Pada saat Saudara taat untuk melakukan rencana Allah dan tujuanNya, Ia akan memberikan penjelasan dan mendemostrasikan beberapa hal kepada Saudara dan memimpin Saudara ke dalam pengertian yang lebih dalam tentang rencanaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga saat-saat dimana Saudara cuma diberi tahu tentang apa yang Roh Kudus ingin kerjakan melalui orang lain di dalam Tubuh Kristus. Hal itu tidak berarti bahwa Allah menginginkan Saudara untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan apa yang saya katakan. Jika Saudara ingat, kadang-kadang Paulus ingin mengatakan sesuatu dan ia berkata, "Inilah yang dikatakan Tuhan." Tetapi di lain waktu ia berkata, "Allah mengizinkan saya untuk mengatakan hal ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap Saudara mengerti bahwa saya mengatakan semua ini karena dorongan Roh Allah, sebab Allah ingin memperjelas beberapa hal sehingga Ia dapat bergerak di tengah-tengah kita. Banyak orang yang cukup peka terhadap Roh Kudus bisa merasakan apa yang Allah sedang kerjakan dan apa yang Ia ingin kerjakan. Mereka langsung menanggapi, melaksanakan dan membuat sesuatu dari hal itu. Tetapi karena Allah tidak secara khusus menyuruh mereka mengerjakannya, rencana mereka hanyalah rencana manusia, bukan rencana dan tujuan Allah. Mereka menambahi rencana Allah atau justru menguranginya. Mereka melaksanakan rencana Allah dalam kekacauan, dan bahkan kadang-kadang mereka justru menghambat rencana dan gerakan yang Allah inginkan. Kita tidak dapat membiarkan hal ini terjadi pada apa yang Allah kehendaki saat ini untuk dilakukan di dalam Tubuh Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa mengatasi hal ini? Apakah kita perlu berdoa? Jelas, kita perlu berdoa, tetapi itu tidak cukup. Kita harus mengajar jemaat tentang apa yang Alkitab katakan. Kita harus memberi pengertian kepada mereka. Sudah saatnya Tubuh Kristus mulai mengikuti rencana Allah, tujuan Allah, dan cara pelaksanaan yang Allah inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya membuat ilustrasi untuk menjelaskan apa yang saya maksud. Beberapa tahun yang lalu, dalam Kebaktian Tenda saya mengatakan bahwa kami akan memulai sekolah Alkitab. Banyak orang yang merasakan pimpinan yang sama untuk memulai sekolah Alkitab. Saya yakin bahwa Allah juga berbicara kepada beberapa dari antara mereka ini; yang lain hanya merasakan gerakan Allah pada hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami menyatakan bahwa kami akan memulai sekolah Alkitab, kami menerima banyak surat yang mengatakan, "Allah menyuruh kami memulai sekolah Alkitab, tetapi kami tidak tahu bagaimana caranya. Dapatkah Saudara memberi tahu kami?" Ketika Allah menyuruh kami memulai sekolah Alkitab, kami juga tidak tahu bagaimana caranya. Kami harus mencari rencana Allah untuk mengetahui apa yang Ia ingin kami lakukan. Kami menulis surat kepada mereka dan menjawab, "Jika Allah menyuruh Saudara untuk memulai sekolah Alkitab, Ia juga akan memberi tahu bagaimana caranya. Jika Ia tidak memberi tahu bagaimana caranya, berarti Ia tidak menghendaki Saudara untuk melakukannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, saya mengatakan dari mimbar, "Kami akan memulai Sekolah Kesembuhan Ilahi." Tepat setelah itu, kami menerima surat-surat dari orang-orang lain yang juga merasakan gerakan Allah dalam hal ini. Mereka menulis surat kepada kami, "Allah menyuruh kami memulai sekolah kesembuhan ilahi. Bagaimana kami melakukannya? Tolong beri tahu kami caranya." Ketika Allah menyuruh kami memulai sekolah yang kami kelola, kami harus mencari Dia untuk mengetahui "bagaimana caranya". Kami berdoa dan mencari Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya terjadi adalah banyak orang yang merasakan di dalam Roh bahwa Allah sedang bergerak ke arah sini, dan mereka berpikir bahwa Ia ingin mereka melakukannya. Mereka tidak menyediakan waktu untuk menunggu Allah untuk mendapatkan rencanaNya bagi mereka sendiri atau bagi gereja mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang merasakan ke mana Allah sedang bergerak, seringkali mereka mengira bahwa Allah menghendaki mereka untuk mengerjakan sesuatu. Memang, selalu saja ada orang yang mengerjakan sesuatu karena orang lain mengerjakannya. Mereka cuma ikut-ikutan. Sebagian besar dari mereka jatuh tertelungkup. Mengapa? Karena, &lt;em&gt;"Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha mereka yang membangunnya..." (Mazmur 127:1).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kita mengetahui rencana Allah dan mulai mengalir bersamanya, sangat penting bagi kita untuk tetap dalam keadaan tenang &lt;em&gt;(rest) &lt;/em&gt;di dalamNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering kali terjadi adalah Allah sungguh-sungguh menyuruh orang Kristen mengerjakan sesuatu, tetapi kemudian mereka mencoba untuk mengerjakannya sendiri. Mereka mencoba untuk melaksanakan rencana Allah dengan cara mereka sendiri dan mereka melakukannya dengan kekuatan mereka sendiri. Mereka berpikir mereka harus mewujudkannya, dan beberapa di antara mereka berusaha begitu kuat sehingga tekanan yang mereka terima benar-benar bisa membunuh mereka; mereka kena serangan jantung dan meninggal pada usia muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Saudara akan mendengar seseorang berkata, "Lihat, ini membuktikan bahwa kesembuhan ilahi tidak untuk semua orang, karena orang yang baik ini bekerja untuk Tuhan, tetapi ia meninggal pada saat sedang mengerjakan kehendak Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak! Dalam keadaan itu, jika Saudara mengerjakan semua usaha untuk mewujudkan rencana Allah, dan Saudara tidak mempercayakan Dia untuk mengerjakannya, Saudara bisa mendatangkan kematian kepada diri Saudara sendiri! Ketika Allah menyuruh Saudara untuk mengerjakan sesuatu, Saudara perlu tetap dalam keadaan tenang, tetap dalam keadaan rest sementara Saudara mengerjakannya. Kemuliaan hanya bagi Allah! Saya selalu merasa tenang di dalam Dia, selalu rest di dalam Dia! Alkitab berkata &lt;em&gt;"..... kita yang beriman akan masuk ke tempat perhentian... (Ibrani 4:3).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Terjemahan dari PLANS, PURPOSES, AND PURSUITS by Kenneth E. Hagin (Bab 3, Except The Lord Build The House), jcb, 09031994.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-2835678471175053878?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/2835678471175053878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=2835678471175053878' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/2835678471175053878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/2835678471175053878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/temukan-tempat-pengurapan-saudara.html' title='Temukan Tempat Pengurapan Saudara'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-2858665986134035744</id><published>2008-07-28T19:18:00.001-07:00</published><updated>2008-07-28T19:23:58.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenneth E. Hagin'/><title type='text'>Rahasia Sukses</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Beberapa tahun yang lalu, saya menghadiri apa yang disebut dengan "Pertukaran Ide". Para pelayan Tuhan dari berbagai gereja dan denominasi di seluruh negeri diundang ke pertemuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan tersebut, beberapa pelayan bertanya kepada saya, "Saudara Hagin, apa rahasia kesuksesan anda?" Seorang pelayan berkata, "Ketika pertama kali saya mengenalmu, tidak ada orang yang pernah mendengar namamu. Kau berkotbah di gereja-gereja kecil dan sekali-sekali di gereja besar. Tetapi kemudian, tiba-tiba, kau tidak hanya menjadi figur nasional; dalam waktu beberapa tahun saja kau menjadi figur internasional. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apa rahasia kesuksesanmu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab, "Satu-satunya rahasia sukses yang saya ketahui adalah berjalan sesuai dengan Firman Tuhan, berdoa dan memperhatikan apa yang dikatakan Roh Kudus. Saya cuma memperhatikan apa yang dikatakan Roh Allah untuk saya lakukan, dan kemudian melakukannya." Sebenarnya, setiap hal yang sedang saya kerjakan saat ini adalah akibat kepercayaan saya pada Firman Tuhan, berdoa dalam bahasa roh, dan taat pada apa yang Allah katakan kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk nilai yang tidak terukur dari berbahasa roh. Kadang-kadang saya menafsirkan doa saya sendiri. Justru, itulah saat pertama saya belajar menafsirkan - yaitu dengan menafsirkan doa saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dengan jujur saya berkata kepada Saudara, berdoa dalam bahasa roh adalah alat yang dipakai Tuhan untuk menunjukkan kepada saya tentang pernikahan saya dan anak-anak saya. Saya menggembalakan sebuah gereja Pentakosta di Tom Bean, Texas, pada tahun 1938 tempat saya bertemu dengan isteri saya yang tercinta. Saat itu saya adalah seorang pendeta berusia 21 tahun dan saya membutuhkan seorang penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang berdoa di dalam ruang di atas lumbung milik salah seorang diaken saya. Saya sudah kenal Oretha beberapa lama saat itu. Saya mulai berdoa dalam bahasa roh tentang masa depan saya, dan saya mendoakan hal ini semuanya dalam bahasa roh. Lalu saya menafsirkan doa tersebut: saya melihat dalam Roh bahwa saya akan menikah dengannya dan kami akan mempunyai dua anak, dan itulah yang terjadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapatkannya di dalam doa. Saya tidak mendapatkannya karena saya seorang nabi, sebab saat itu saya bukan seorang nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Saudara berlutut dan mencari apa rencanaNya bagi diri Saudara sendiri - karena Ia akan menyetujui dan memberkati rencanaNya – Saudara akan mendapatkannya dengan lancar tanpa masalah yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat bagaimana Allah memberi tahu saya sebelum datangnya apa yang disebut dengan Gerakan Karismatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulan Desember 1962, saya sedang berkotbah di sebuah gereja Injil Sepenuh di Houston. Tiba-tiba saya merasakan tiupan angin pada saya. Datangnya begitu kuat sehingga saya jatuh terlentang di atas lantai dan saya diliputi kuasa ilahi. (Di dalam Kisah 10:9,10, Alkitab berkata bahwa Petrus naik ke atas rumah untuk berdoa dan rohnya diliputi kuasa ilahi.) Semua indera fisik saya saat itu tidak bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat sebuah taman bunga yang bagus dikelilingi dengan pagar yang terdiri dari tiang-tiang putih. Di tengahnya ada sebuah pondok. Taman itu penuh dengan bunga-bunga yang paling indah dari berbagai jenis. Pondok itu sendiri terbuat dari tanaman bunga yang menjalar. Setiap bunga dalam keadaan berkembang penuh dan menyebarkan bau yang harum. Aromanya terlihat oleh mata pada saat menyebar di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya datang dari sebelah timur pintu pagar. Yesus sedang berdiri di dalam. Ketika saya tiba di sana, Ia membuka gerbang, dan mendorongnya sehingga terbuka. Ia mengulurkan tanganNya, memegang tangan kanan saya, memimpin saya masuk, dan menutup gerbang. Lalu Ia memegang tangan kanan saya dengan kedua tanganNya, dan menuntun saya ke pondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua bangku marmer di kedua sisi pondok. Ia duduk di bangku sebelah selatan dan tanpa mengatakan sepatah kata, Ia menarik saya di sampingNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat ke sekeliling. Dari sebelah barat, saya melihat sebuah sungai mengalir ke dalam taman. Hulunya yang lebar terletak di langit, dan kemudian menyempit pada saat mengalir ke taman yang kecil ini. Pada saat saya melihat, sungai itu berubah. Sungai itu menjadi orang-orang dari berbagai bangsa dengan berbagai macam pakaian dan gaya hidup. Mereka mengalir ke taman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata, "Tuhan, siapakah mereka ini? Apakah artinya semua ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berkata kepada saya, "Inilah orang-orang dari apa yang kau sebut dengan 'denominasi gereja' dan bahkan dari berbagai jenis agama di dunia ini. Pada hari-hari ini, Aku mengunjungi setiap hati yang lapar di mana saja. Aku akan mengunjungi tempat-tempat yang tidak pernah kau sangka - tidak hanya mengunjungi apa yang kau sebut dengan gereja dari berbagai denominasi, tetapi juga mengunjungi agama-agama lain yang mempunyai hati yang lapar dan terbuka padaKu. Inilah orang-orang yang datang kepada terang kelahiran baru dan kemudian dipenuhi Roh Kudus. Mereka akan mengalir menjadi satu. Bau harum yang naik adalah puji-pujian mereka yang naik ke surga, ssperti kemenyan di jaman Perjanjian Lama yang naik kepadaKu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau harus mengambil bagian dalam hal ini," Yesus berkata. "Aku ingin kau melayani seluruh Tubuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus terus berkata: "Aku ingin kau melayani seluruh Tubuh," sementara saya memperhatikan penglihatan berikutnya yang terus berlanjut di depan saya sama seperti sedang menonton acara televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat diri saya sedang melayani di gereja Baptis. Saya melihat diri saya sedang melayani di gereja Presbiterian, gereja Metodis, gereja Murid-murid Kristus, bahkan juga di gereja Katolik Roma - dan hal itu sudah terjadi! Saya melihat orang-orang rebah karena kuasa Roh Kudus dan terbaring di depan orang-orang Metodis, Baptis, Presbiterian, Katolik, dan denominasi lainnya. Itu semua sudah terjadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Saudara saat ini mungkin tidak aneh, tetapi hal itu merupakan kejutan bagi aliran Injil Sepenuh saat itu. Saya seorang pengkotbah dari Pentakosta yang hanya berkotbah di gereja-gereja Pentakosta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terjadi dalam bulan Desember 1962. Dalam bulan Januari 1963, saya sedang memimpin kebaktian di gereja Injil Sepenuh lainnya di Houston. Suatu malam, tiba-tiba roh doa turun ke atas kami. (Kita tidak melihat hal ini lebih banyak sekarang; bahkan kita tidak melihatnya sama sekali. Saudara lihat, kita hanya mengizinkan Roh Kudus bekerja di aliran Karismatik saat ini. Tetapi pada saat kita belajar untuk mengikuti Tuhan dan bersungguh-sungguh menyembah Dia, Roh Kudus akan sanggup untuk menyatakan DiriNya sebagaimana yang Ia inginkan.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kebaktian dalam tahun 1963 itu, saya sedang berkotbah dan roh doa turun ke atas kami. Setiap orang jatuh ke lantai dan berdoa. Saya tidak menyuruh jemaat untuk berdoa - Roh Kudus yang datang dan menggerakkan mereka untuk berdoa. Saya melihat ke jemaat dan tidak seorangpun yang duduk di bangku. Setiap orang berlutut mengelilingi altar dan berdoa atau berlutut di tempat mereka duduk sambil berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya turun dari panggung, berlutut di tangganya, dan mulai berdoa. Saya baru berdoa beberapa saat ketika kemudian saya dikuasai Roh. Karena tidak tahu kata yang tepat, saya menyebutnya "terhilang di dalam Roh". Saat seperti itu, sementara waktu berlalu Saudara kira Saudara hanya berdoa selama beberapa menit padahal lama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya akan membuka mata, saya kira saya cuma berdoa selama lima belas menit. Saya tidak sadar akan apapun yang terjadi di sekitar saya, padahal saya sudah berdoa selama satu setengah jam. Saya melihat ke sekeliling dan tidak ada seorangpun kecuali pendeta gereja tersebut dan saya sendiri. Saya berkata kepadanya, "Jam saya rusak. Seharusnya lebih cepat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," ia berkata, "itu waktu yang benar. Saya melihatmu dikuasai Roh,jadi saya tidak mengganggumu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir doa saya, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya sedang mengerjakan sesuatu sehingga saya membuka mata saya. Dengan jempol dan jari telunjuk saya, saya membuat lingkaran. Dengan telunjuk lainnya, saya menelusuri lingkaran di dalam jari-jari saya. Saya menunjuk dengan jari tersebut, membentuk lingkaran dalam satu arah, dan kemudian kembali lagi ke arah yang lain, sambil terus berbahasa roh sepanjang waktu. Saya menunjuk, menelusuri sampai tiga perempat lingkaran dan kemudian berbalik arah, terus berbahasa roh. Saya menunjuk setengah lingkaran, dan kemudian berbalik arah, sambil terus berbahasa roh. Saya menunjuk seperempat lingkaran dan berbalik arah, dan terus berbahasa roh. Saya berpikir, Apa yang sedang saya lakukan? Lalu saya mulai menafsirkan apa yang sedang saya doakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tafsirannya: "Engkau sedang berputar-putar di dalam pelayananmu. Engkau bergerak ke satu arah dalam lingkaran itu dan kemudian kembali ke arah yang berlawanan. (Saya sedang merencanakan untuk kembali lagi ke gereja yang sudah pernah saya gembalakan sembilan kali.) Engkau pergi tiga perempat keliling lingkaran, dan kemudian kembali lagi tiga perempat lingkaran. Engkau pergi setengah keliling lingkaran dan kemudian kembali lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Tuhan berbicara kepada saya, "Sekarang keluar dari lingkaran itu. Berhenti melaksanakan kebaktian-kebaktian di dalam gereja; pergi ke tempat yang netral. Buat kebaktianmu di hotel-hotel atau di ruang pertemuan. Sebut kebaktianmu 'Kebangunan Rohani Bagi Semua Orang Beriman' dan undang semua orang dari berbagai jenis denominasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus menjelaskan mengapa Ia ingin agar saya berhenti melayani kebaktian di gereja-gereja. Ia berkata, "Denominasi yang satu menentang denominasi yang lain. Disamping itu, hampir semua gereja Injil Sepenuh memancing keluar dari bak kamar mandi mereka, dan sekarang bahkan tidak ada ikan lagi di dalam bak mandi mereka." Jadi saya keluar dan memancing manusia, kemuliaan bagi Tuhan! Kita sedang menikmati hasilnya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Yesus berkata, "Buat lingkaran lain. Lingkaran pertama menyatakan kepergianmu ke tempat yang netral untuk menyelenggarakan kebaktian." Lalu saya mendapatkan diri saya sedang membuat sebuah lingkaran yang sedikit lebih besar. Yesus berkata, "Lingkaran kedua tersebut menyatakan kegiatanmu mencetak semua pelajaran Alkitab yang kau berikan." Kami sudah mengerjakannya. Bahkan, dalam bahasa Inggris saja, kami sudah menerbitkan 37 juta buku. Kami sedang terus menerbitkan lebih dari satu juta buku setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, saya tidak berpikir hasilnya akan sebanyak ini. Kemudian Yesus berkata, "Ketiga, rekam semua kotbahmu dalam tape. Pada saat itu, kami baru saja mempunyai tape kuno reel-to-reel. Sekarang kami mencetak 40.000 kaset dalam sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Yesus berkata, "Masuk ke stasiun radio dan mulai mengajar – jangan berkotbah." Pada masa itu, tidak seorangpun di aliran Injil Sepenuh yang mengajar lewat radio. Mereka semua berkotbah. Jadi saya masuk ke radio dan mengajar. Setiap saat kami mengalami apa yang ditunjukkan oleh lingkaran pada saat saya berdoa itu, semuanya berjalan lancar. Mengapa? Karena itu adalah rencana Allah. Kami mendengarnya dari sorga dan rencana tersebut diberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang baru saja saya ceritakan hanyalah sekilas tentang hal-hal yang Allah nyatakan bagi kehidupan dan pelayanan saya. Tetapi Ia tidak hanya punya rencana dan tujuan buat saya. Ia juga punya rencana untuk Gereja. Ia punya rencana dan tempat bagi anak-anakNya, dan anak-anakNya dapat tahu tentang rencanaNya itu dan melaksanakannya dalam hidup dan pelayanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Saudara harus menemukan rencanaNya dari Dia. Saudara harus berusaha mendapatkannya di dalam doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Pentakosta jaman dulu punya istilah, "berperang di dalam doa", tetapi banyak orang salah dalam penggunaannya. Mereka akan berkata kepada rekan seimannya, "Apakah kau sudah berperang di dalam doa hari ini?" Sesungguhnya, jika Saudara ada dalam persekutuan dengan Allah, Saudara tidak perlu berperang di dalam doa untuk mendapatkan rencana Allah. Tetapi, apabila kondisi rohani Saudara sedang undur, Saudara harus berperang di dalam doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah itu muncul karena kadang-kadang orang-orang berdoa memerangi kuasa-kuasa jahat. Kadang-kadang Saudara harus memerangi kuasa-kuasa jahat. Daniel berdoa dua puluh satu hari sampai ia merebut kemenangan. Jadi kadang-kadang ada kekuatan rohani sehingga Saudara harus berperang di dalam doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang Saudara harus berdoa dan menunggu Tuhan untuk menemukan apa rencanaNya, tujuanNya, dan cara pelaksanaanNya. Saudara harus menemukan rencana Allah untuk kehidupan Saudara, pelayanan Saudara, gereja Saudara - atau apa saja yang Allah kehendaki Saudara kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu menantikan Tuhan di dalam doa, semua yang saya kerjakan cuma taat pada apa yang Allah tunjukkan pada saya untuk dikerjakan. Saya tidak berbuat apa-apa kecuali berusaha untuk tetap sejalan dengan Dia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, seorang pelayan Tuhan (yang adalah teman saya) dan isterinya datang mengunjungi saya dan isteri saya. Kami menunjukkan kepada mereka RHEMA dengan segala fasilitasnya. Mereka berkata, "Pasti kau memikul beban yang berat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak!" saya berkata. "Saya tidak memikul beban yang berat. Kau salah; bahkan saya tidak merasa tertekan oleh beban sekecil apapun. Bukan ide saya atau rencana saya untuk membuat suatu tempat latihan. Saya sendiri juga tidak mau memulainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara lihat, saya sudah menyerahkan semua persoalan saya kepada Tuhan. Saya telah menyerahkan semua ini kepada Tuhan dan saya memiliki rencanaNya dalam hal ini. Pada awal pembuatan program, saya menceritakan kepada Tuhan tentang kebutuhan keuangan. (Tuhan adalah sahabat kita dan Ia adalah Bapa kita. Ia perduli akan kita, dan Ia bisa mengerti kita ketika kita berbicara kepadaNya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya saya tidak memikul beban! Jika memang rencana Tuhan, Ia akan mengambil alih beban Saudara! "Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha mereka yang membangunnya...." (Mazmur 127:1). Dan saya tahu bahwa Allah bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang kami kerjakan adalah hasil dari apa yang telah Allah katakan untuk dikerjakan, bukan apa yang saya inginkan. Itu bukan rencana atau maksud saya melainkan rencana dan tujuan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Terjemahan dari PLANS, PURPOSES, AND PURSUITS by Kenneth E. Hagin (Bab 3 - Except The Lord Build The House), jcb, 09031994.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-2858665986134035744?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/2858665986134035744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=2858665986134035744' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/2858665986134035744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/2858665986134035744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/rahasia-sukses.html' title='Rahasia Sukses'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-1387726541606961549</id><published>2008-07-28T18:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T18:53:31.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenneth E. Hagin'/><title type='text'>Jikalau Bukan Tuhan Yang Membangun Rumah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya... - Mazmur 127:1&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih dari lima puluh tahun dalam pelayanan, Mazmur 127:1 telah menjadi ayat utama yang saya pakai sebagai dasar hidup saya. Sebelum melakukan sesuatu, saya selalu memastikan bahwa Tuhan menghendaki saya untuk melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan ayat tersebut; mereka membangun rumah. Mereka membangunnya, tetapi semua usaha mereka sia-sia karena Tuhan tidak menghendakinya. Sering kali di dalam pelayanan, apa yang kita kerjakan memang baik, tetapi itu bukan rencana Tuhan. Itu cuma rencana manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur 127:1 tidak hanya berbicara tentang membangun rumah. Memang, secara alamiah jika Allah tidak menyertai Saudara dalam melakukan sesuatu, maka Saudara akan menemui kegagalan. Tetapi apa yang dikatakan Alkitab di sini juga termasuk hal rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Saudara sedang mengerjakan sesuatu, tanyakan pada diri Saudara sendiri, apakah ini rencana Allah? Ingat, jika bukan Tuhan yang membangun rumah, maka semua usaha Saudara sia-sia. Saudara dapat membuat sebuah rumah tetapi tidak sesuai dengan rencana Allah. Ayat ini menunjukkan bahwa mereka harus berusaha membangunnya sebab Allah tidak menyertainya. Libatkan Allah dalam apa saja yang Saudara kerjakan. Cari kehendakNya sebelum Saudara mulai membangun, sebelum Saudara mulai mengerjakan suatu proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah untuk keluar dari rencana Allah. Para pelayan Tuhan, khususnya, sangat mudah untuk keluar dari rencana Allah dengan melakukan sesuatu yang nampaknya baik, bagus, dan tidak melanggar hukum. Tetapi jika Allah tidak menyuruh mereka untuk melakukannya, dan memang bukan rencanaNya bagi mereka, mereka akan melaksanakan rencana yang salah. Ketika hal ini terjadi, mereka tidak bisa mengalami berkat Allah secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pada tanggal 1 Oktober 1979 kami memulai Sekolah Kesembuhan Ilahi di kampus RHEMA sesuai dengan petunjuk Tuhan. Selama bertahun-tahun, kami menerima banyak kesaksian yang mengherankan dari orang-orang yang disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kami memulai pelajaran kesembuhan ilahi ini dengan puji-pujian yang dipimpin oleh seorang pemimpin pujian. Sering kali, kami menghabiskan waktu sampai 45 menit dalam pujian dan penyembahan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari pada waktu saya sedang berjalan menuju Sekolah Kesembuhan Ilahi ini, Tuhan berbicara kepada saya. SuaraNya begitu jelas sehingga seolah-olah memang ada seseorang yang sedang berjalan di samping saya. Tuhan berkata, "Apa tujuan kebaktian ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab, "Ini adalah kebaktian kesembuhan ilahi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebaktian kesembuhan ilahi macam apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...., kami mengajar jemaat yang perlu disembuhkan tentang bagaimana menerima kesembuhan dan kami mengajar orang lain untuk melayani orang sakit. Itu tujuannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu," Tuhan berkata kepada saya, "ini bukan kebaktian penyembahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, betul," saya berkata, "ini bukan kebaktian penyembahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, jangan mengubahnya menjadi kebaktian penyembahan. Nyanyikan saja beberapa lagu, sekedar untuk menyiapkan jemaat, dan langsung mulai dengan pengajaranmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu kami mengubah kebiasaan kami dalam mengelola Sekolah Kesembuhan Ilahi ini. Kami kembali ke rencana Allah. Kami menyanyi dan memuji Tuhan selama kurang lebih lima belas menit dan kemudian langsung ke materi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya dalam bidang penyembahan kami salah dalam mengelola Sekolah Kesembuhan Ilahi ini. Tanpa sadar, kami mengubahnya menjadi tempat konsultasi masalah. Pada mulanya, kami membangun gedung yang disebut dengan "Pusat Doa dan Kesembuhan Ilahi", tetapi kami mengubahnya menjadi ruang konsultasi. Banyak orang datang dan juga permohonan lewat telepon untuk segala macam konsultasi - pernikahan, keuangan, kerohanian, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, kami dapat merasakan ada sesuatu yang kurang beres. Sepertinya kami sedang "mencuci kaki kami tanpa melepaskan kaos kaki".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kami berdoa. Isteri saya dan saya berdoa dengan pemimpin Pusat Doa dan Kesembuhan Ilahi. Kami meminta orang-orang yang datang secara teratur untuk berdoa di RHEMA juga membantu kami dalam mendoakan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam dalam pertemuan doa tersebut, pada saat saya berlutut di samping kursi di atas panggung, Tuhan berbicara kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, "Engkau mengkotbahkan Yakobus 5:14,15 selama bertahun-tahun. Apakah pernah kau perhatikan bahwa yang tertulis di situ adalah doa dan kesembuhan bukan doa, konsultasi, dan kesembuhan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar kami mengajar jemaat tentang Firman Tuhan. Itulah pelajaran yang kami ajarkan setiap hari tentang kesembuhan ilahi. Tetapi Tuhan berkata kepada saya, "Coba pergi ke luar untuk melihat tulisan yang ada pada bangunan ini. Bunyinya adalah 'Pusat Doa dan Kesembuhan Ilahi' - bukan Doa, Konsultasi, dan Kesembuhan. Aku sama sekali tidak menyuruhmu untuk memberikan konsultasi. Kau yang menambahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ia berkata kepada saya, "Jangan lagi memberikan konsultasi kepada seorangpun kecuali mereka yang memang adalah jemaatmu. Kau boleh memberikan bimbingan, konsultasi kepada karyawanmu dan para siswa yang ada di sekolah ini karena mereka adalah jemaatmu. Tetapi jangan membimbing orang lain. Jika mereka membutuhkan konsultasi, mereka harus dilayani di dalam gereja mereka sendiri, di dalam jemaat mereka sendiri. Jika mereka tidak mempunyai tempat berjemaat, itulah masalah utama mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji Tuhan untuk para guru. Puji Tuhan untuk para penginjil. Puji Tuhan untuk para rasul dan para nabi. Tetapi kita tetap membutuhkan jabatan gembala. Para gembala tinggal bersama domba mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saya melayani di berbagai tempat, saya selalu mendorong semua orang: "Berikan perpuluhanmu kepada gereja lokalmu. Alkitab mengajarkan tentang perpuluhan dan persembahan khusus. Saudara dapat memberikan saya persembahan khusus jika mau, tetapi tetap pelihara gerejamu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara membutuhkan gembala. Berbagai macam krisis kehidupan datang kepada kita semua. Mungkin ada saatnya Saudara atau orang yang Saudara kenal berada di rumah sakit. Saudara dapat menghubungi kantor kami dan kami akan berdoa sebab Alkitab mengajar untuk berdoa. Tetapi, saya tidak akan datang ke rumah sakit tersebut. Saya tidak bisa datang, tetapi pendeta Saudara akan datang. (Saudara mungkin tidak terlibat atau mendukung gereja lokal Saudara. Bahkan, jika gereja lokal tersebut tergantung pada Saudara, gereja tersebut sudah lama mati dan bangkrut.) Jika Saudara menghubungi pendeta Saudara, ia akan datang untuk mengurapi Saudara dengan minyak dan berdoa, dan tetap mendampingi Saudara pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari kerabat Saudara mungkin meninggal (Allah tidak berkata bahwa kita akan hidup selamanya) dan Saudara mungkin membutuhkan orang untuk mendampingi Saudara. Jangan panggil saya karena saya tidak dapat datang. Atau mungkin seseorang di keluarga Saudara akan menikah. Jangan panggil saya atau pengkotbah televisi atau pengkotbah radio karena kami tidak bisa datang untuk melayani pernikahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta gereja lokal berurusan dengan hal-hal tersebut. Inilah rencana Allah bagi gereja lokal. Tetapi kalau soal Pusat Doa dan Kesembuhan Ilahi, Allah punya rencana khusus, dan kami harus mengikuti rencana Allah bagi kami. Dalam hal ini, kami juga harus mengikuti rencana Allah dengan tidak melanjutkan lagi pelayanan konsultasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang lain dimana saya juga keluar dari rencana Allah adalah dalam hal bentuk kebaktian tenda kami yang diadakan setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu, saya mulai mengadakan kebaktian di Tulsa, di Sheridan Assembly Christian Center. Gedung tersebut tidak bisa memuatlebih dari 800 orang, dan biasanya jemaat yang selalu hadir berjumlah sekitar 400 orang. Pada malam hari, orang-orang di sekitar akan datang dan memenuhi gedung. Biasanya saya mengadakan kebaktian kebangunan rohani di dalam gereja tersebut - saya cuma memakai gedung untuk mengadakan kebaktian yang saya pimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam saya mengejutkan diri saya sendiri (saya terkejut karena saya terus-menerus mengatakan sesuatu dari roh saya). Saya berkata, "Pada musim semi ini, kita akan mengadakan seminar iman dan kebaktian tenda dalam ruang tertutup. Allah berkata bahwa kita akan memulainya." Setelah berkata demikian, saya menoleh ke sekeliling dan berkata, "Siapa yang mengatakan hal itu?" dan kemudian menyadari bahwa perkataan itu keluar dari mulut saya sendiri! Ternyata saya berbicara karena inspirasi; saya tidak pernah memikirkannya sebelumnya. Perkataan itu keluar begitu saja dari roh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang saya mengatakan sesuatu karena dorongan Roh Allah, dan kemudian isteri saya atau Ken (anak laki-laki saya) atau Lynette (anak perempuan saya) akan mengatakan kepada saya apa yang telah saya katakan. Saya lalu berkata, "Saya tidak mengatakan itu – saya tahu pasti." "Ah, memang kau telah mengatakannya!" mereka menjawab. Ketika saya memutar ulang kaset rekaman, ternyata memang benar bahwa saya mengatakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin saya ceritakan di sini adalah bahwa Tuhan yang memberikan kami rencanaNya dan tujuanNya untuk melaksanakan Kebaktian Tenda sehingga kami mulai membuat seminar iman dan kebaktian tenda dalam ruang tertutup. Kemudian tiga tahun yang lalu, Tuhan berbicara kembali kepada saya tentang Kebaktian Tenda, karena tanpa sadar kami telah menyimpang dari rencanaNya dan tujuanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat saya sedang berdoa sekitar jam tiga pagi, dan Tuhan berbicara kepada saya, "Pada saat Aku menyuruhmu memulai seminar iman dan kebaktian tenda dalam ruang tertutup, dengan jelas Aku mengatakan bahwa kebaktian pagi adalah seminar iman, kebaktian sore adalah kebaktian sebagaimana dipimpin Roh Kudus, dan kebaktian malam adalah Kebaktian Tenda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah rencana Allah. Tetapi kemudian, dengan beberapa cara, tanpa sadar kami telah menukarnya dengan rencana kami sendiri, dan kemudian berbagai pengajar datang dan mengajar topik apa saja yang mereka sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang muda biasanya tidak mengerti tentang Kebaktian Tenda. Beberapa orang dari Pentakosta kuno mengerti hal ini. Mereka akan datang dari mana-mana dan berkemah di tempat terbuka. Mereka akan datang dengan kereta kuda mereka, membawa makanan dan juga jerami untuk kuda mereka. Mereka tinggal di tenda-tenda sampai kebaktian tenda tersebut berakhir. Di zaman modern ini, kita selalu dalam keadaan terburu-buru sehingga kita datang ke kebaktian gereja dan baru duduk 30 menit kemudian sudah ingin pulang! Itu bukan kebaktian tenda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaktian Tenda adalah waktu di mana kami semua datang bersama-sama untuk menikmati hal-hal dari Allah dan santai di Hadirat Allah. Kami datang dari jarak yang jauh, meninggalkan pekerjaan dan kegiatan kami sehari-hari, dan kemudian membiarkan Roh Kudus mengerjakan apa yang ingin dikerjakanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Tuhan berbicara kepada saya tentang Kebaktian Tenda, kami segera melaksanakan rencanaNya. Kami kembali ke rencanaNya - bukan rencana saya atau rencana siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendeta suatu ketika berkata kepada saya, "Tidak terhitung berapa banyak uang yang sudah saya gunakan untuk naik pesawat dan terbang melintasi negeri ini untuk membangun gereja saya. Saya selalu mau belajar dari seorang pendeta yang sudah sukses. Saya akan pergi ke sana, belajar bagaimana ia melakukan hal itu, dan kemudian kembali dan melakukan rencana&lt;br /&gt;tersebut di gereja saya sendiri. Bukannya berhasil, saya justru gagal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendeta yang lain mencoba melakukan rencana tersebut dan jemaatnya menjadi tiga kali lipat. Saya mencobanya dan kehilangan 20% dari jemaat saya. Sejak saat itu, saya terbang ke seluruh bagian negeri ini ke gereja lain dan tinggal selama seminggu, mengamati, dan membuat catatan. Saya kembali ke gereja saya dan menerapkan rencana tersebut. Lalu saya kehilangan lebih&lt;br /&gt;banyak lagi jemaat saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya berbicara kepada pendeta itu, jemaatnya tinggal 1/3 dari jumlah semula. "Apa yang harus saya lakukan?" ia bertanya kepada saya. Ia ingin saya memberi saran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata, "Saya tidak tahu apa yang Allah rencanakan bagimu. Menyendirilah bersama Tuhan dan temukanlah sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, "Saya tidak punya waktu - saya sangat sibuk melaksanakan tugas saya sebagai pendeta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara yang saya kasihi, jika Saudara terlalu sibuk untuk menantikan Allah, untuk menemukan rencanaNya, Saudara bisa melalui seluruh hidup Saudara dan setiap hal yang Saudara kerjakan akan selalu gagal. Lalu, apa yang akan Saudara katakan kepada Allah pada saat Saudara berdiri di hadapanNya dalam kekekalan? Ia tidak akan bertanya tentang hal-hal yang Saudara kerjakan menurut ide dan rencana Saudara. Ia akan bertanya tentang apa yang Saudara kerjakan terhadap rencanaNya bagi hidup Saudara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Terjemahan dari PLANS, PURPOSES, AND PURSUITS by Kenneth E. Hagin (Bab 3 - Except The Lord Build The House), jcb, 09031994.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-1387726541606961549?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/1387726541606961549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=1387726541606961549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/1387726541606961549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/1387726541606961549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/jikalau-bukan-tuhan-yang-membangun.html' title='Jikalau Bukan Tuhan Yang Membangun Rumah'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-7739243826907757555</id><published>2008-07-17T02:56:00.001-07:00</published><updated>2008-07-17T03:08:55.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Hati Yang Merindukan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran Dari Maria Magdalena&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi itab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.&lt;br /&gt;Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadaNya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.' (Yohanes 20:1-18)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah bangkit dari antara orang mati, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada banyak orang. Tetapi kepada siapa mula-mula Ia menampakkan diri? Maria Magdalena. Tuhan ingin sekali menampakkan diri kepada Petrus, karena kondisi kerohanian Petrus sedang dalam keadaan sangat lemah. Walaupun demikian, Ia lebih ingin menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Ia ingin menampakkan diri kepada dua orang murid yang sedang berjalan ke Emaus karena mereka telah pergi ke arah yang salah. Tetapi Ia lebih ingin menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Ia ingin sekali menampakkan diri kepada Yohanes, karena Yohanes sangat Ia kasihi; tetapi Ia lebih ingin menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Ia juga ingin menampakkan diri kepada Tomas sehubungan dengan ketidakpercayaannya; tetapi Ia lebih ingin menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Memang pada kenyataannya Tuhan menampakkan diri kepada banyak murid yang lain; walaupun demikian, Ia menampakkan diri mula-mula kepada Maria Magdalena. Mengapa Ia mengenyampingkan Petrus, Yohanes, Tomas dan semua murid yang lain dan kemudian menampakkan diri mula-mula kepada Maria Magdalena?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S A T U&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan bahwa Maria Magdalena adalah orang terakhir yang meninggalkan salib di Kalvari dan merupakan orang pertama yang tiba di kuburan. Ia bukan satu-satunya orang yang diselamatkan, juga bukan hanya ia yang dilepaskan dari roh-roh jahat; tetapi pagi-pagi benar ia datang ke kuburan untuk mencari Tuhan. Memang benar, ada banyak hal yang tidak ia mengerti (beberapa orang justru berpikir bahwa Maria tidak terlalu pandai), tetapi ia mempunyai kerohanian yang sangat baik - sesuatu yang mungkin tidak banyak di antara kita yang memilikinya. Ia mempunyai kerinduan akan Tuhan. Inilah yang seharusnya ada pada setiap orang Kristen - kerinduan akan Tuhan.&lt;br /&gt;Tercatat di Yohanes 1:29 bahwa ketika Yohanes Pembaptis melihat Yesus datang ke arahnyaz, ia berseru, "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." Inilah perkataan yang diucapkan Yohanes Pembaptis ketika ia pertama kali melihat Tuhan. Kemudian, di dalam ayat 36 kita membaca bahwa ia melihat Tuhan Yesus lagi dan mengatakan: "Lihatlah Anak Domba Allah!" Apakah ia lupa menambahkan kata-kata lainnya seperti pada perkataannya sebelumnya ("yang menghapus dosa dunia") ? Tidak, karena ini menjelaskan pengalaman seseorang yang sudah diselamatkan. Ketika seseorang pertama kali melihat Tuhan, tidak lain yang ia pikirkan adalah Tuhan dan dirinya sendiri. Ia melihat Tuhan sebagai Domba Allah yang menghapus dosanya. Tetapi pada kesempatan berikutnya, ia melupakan semua hal yang menyangkut dirinya dan hanya memikirkan Tuhan. Pada kesempatan pertama, ia mengucap syukur karena kemurahan yang Tuhan berikan kepadanya; pada kesempatan kedua, ia mendekat kepada Tuhan karena keberadaan Tuhan sendiri. Di dalam baptisan, kita disatukan dengan Tuhan; tetapi pada saat pemecahan roti, kita hanya mengingat Tuhan saja. Pada kesempatan pertama, kita menjadi orang-orang percaya di dalam Tuhan; pada kesempatan kedua, kita menjadi "kekasihNya". Langkah pertama adalah percaya pada pekerjaan Tuhan; langkah kedua adalah mendekat kepada Tuhan sebagai suatu pribadi.&lt;br /&gt;Banyak orang yang hanya mengerti kemuliaan pekerjaan Tuhan tetapi tidak mengenal kemuliaan pribadi Tuhan sendiri. Mereka tahu kemurahan yang mereka terima, tetapi mereka tidak mengenal kasih Tuhan. Yang membedakan Maria Magdalena dengan yang lainnya adalah bahwa ia tidak hanya menghargai keselamatan yang ia terima, tetapi juga pribadi Juruselamat itu sendiri.&lt;br /&gt;Banyak orang yang sudah dilepaskan dari ikatan roh-roh jahat, tetapi hanya satu orang yang mencari Tuhan - Maria Magdalena. Walaupun wanita- wanita lain juga datang mencari Tuhan, yang pertama tiba di kuburan adalah Maria Magdalena. Ia datang pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu sementara hari masih gelap. Ia tidak memperdulikan apa-apa kecuali mencari Tuhan. Benar sekali apa yang dikatakan oleh seorang saudara tentang hal ini, yaitu setelah Tuhan Yesus mati, seluruh dunia di mata Maria menjadi kosong! Seluruh dunia sama sekali tidak dapat mempesonanya karena ada satu orang yang benar-benar telah merebut hatinya. Hati Maria terpaut sepenuhnya pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D U A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Maria tiba di kuburan, apa yang ia lihat? Apa yang ingin ia lakukan? Ia berpikir bahwa karena Tuhannya yang sangat ia kasihi sudah mati, cukuplah jika ia dapat melihat tubuhNya sekali lagi. Tetapi di luar dugaan, tubuhNya juga hilang! Jadi ia lari untuk menceritakannya kepada Petrus dan Yohanes, "Mereka telah mengambil Tuhan dari kuburan, dan kami tidak tahu di mana ia diletakkan." Segera kedua murid tersebut berlari ke kuburan. Yohanes berlari lebih cepat dari Petrus sehingga ia tiba di kuburan lebih dulu. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kapan tergeletak, tetapi ia tidak masuk ke dalam. Simon Petrus tiba setelah itu dan masuk ke dalam kubur dan melihat kain kapan yang tergeletak; juga kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus sekarang sudah tergulung di tempat lain. Lalu Yohanes juga masuk. Ia melihat dan percaya. Tetapi apa yang mereka lakukan setelah melihat keadaan ini? Kedua murid ini "kembali ke rumah mereka". Mereka masih memiliki sebuah rumah yang indah di dunia ini ke mana mereka bisa pergi. Walaupun mereka menyadari bahwa Tuhan sudah tidak hadir bersama mereka lagi, mereka tetap merasa bahwa mereka harus pulang ke rumah mereka. Terpisah dari Tuhan, mereka masih memiliki tempat yang mereka sebut sebagai "rumah".&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Maria? "Tetapi Maria berdiri di dekat kubur itu dan menangis." Ia tidak punya tempat ke mana ia dapat pergi! Ia tidak dapat pergi! Betapa dalam arti kata "tetapi" ini. Maria berpikir di dalam hatinya: "Engkau mungkin mempunyai rumah untuk didatangi, tetapi aku tidak bisa pergi karena Tuhan tidak ada. Engkau mungkin tidak merasa kehilangan hadirat Tuhan, tetapi aku merasakan hal itu. Siapa yang telah mengambil Diat? Bagaimana aku bisa pergi dari sini?" Baginya, seluruh dunia menjadi kosong. Tuhan sudah pergi; tidak ada lagi yang bisa dikerjakan kecuali menangis. Hati Maria adalah hati seorang janda! Murid-murid yang telah mengikut Tuhan dapat pergi. Mereka yang mempunyai pengenalan yang dalam akan Tuhan bisa pergi. Yohanes yang mengasihi Tuhan dapat pergi; Petrus yang "berani" juga pergi. Hanya seorang wanita sederhana, yang pernah dibebaskan oleh Tuhan dari tujuh roh jahat, yang hatinya terpaut pada Tuhan. Ia tidak bisa tenang; ia tidak memiliki penghiburan. Ia idak dapat pergi. Tanpa Tuhan semuanya sudah berakhir. Maria hanya dapat menangis, karena setelah itu ada kekosongan yang sangat besar di dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T I G A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sambil menangis, ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: 'Ibu, mengapa engkau menangis?' Jawab Maria kepada mereka: 'Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.'"&lt;br /&gt;Ketika Maria melihat malaikat-malaikat tersebut, ia tidak terkejut ataupun takut. Mengapa? Karena hatinya terpaut sepenuhnya pada "Tuhanku telah diambil orang." Dengan satu hal ini yang ada di dalam pikirannya, ia tidak perduli pada apapun yang lain. Hatinya begitu terpusat pada Tuhan sehingga kehadiran para malaikatpun tidak bisa menarik perhatiannya. Ia tidak tertarik dengan malaikat-malaikat; hatinya terpaut penuh pada Tuhan.&lt;br /&gt;Beberapa orang merasa bahwa sangat indah jika mereka, walaupun hanya sebentar, bisa bersama-sama Yohanes yang sangat mengasihi Tuhan; atau betapa indahnya jika mereka bisa mendengar satu kali saja kotbah Petrus yang sangat didisiplinkan Tuhan. Tetapi hati Maria tidak tertarik pada hal-hal yang demikian. Baginya, kehadiran Petrus dan Yohanes tidak cukup, karena hatinya adalah hati seorang janda. Orang-orang mungkin mengira betapa senangnya Maria karena malaikat-malaikat tersebut berbicara kepadanya; tetapi kenyataannya, ia tidak merasakan sesuatu yang istimewa.&lt;br /&gt;Penampilan para malaikat ini pasti sangat berbeda dengan orang biasa; mereka pasti sangat menarik, bajunya putih dan bersinar; tetapi Maria hanya bisa memikirkan satu hal, yaitu bagaimana Tuhannya bisa diambil orang. Bahkan malaikat-malaikat dengan pakaian yang bersinar tidak bisa mengisi kekosongan hatinya.&lt;br /&gt;Hanya satu hal yang dapat ia kerjakan, yaitu menangis. Tanpa Tuhan, tidak ada yang bisa memuaskannya. Kehadiran Petrus tidak bisa memuaskannya, Yohanes tidak bisa memuaskannya, bahkan para malaikat juga tidak bisa memuaskannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E M P A T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu, mengapa engkau menangis?" tanya kedua malaikat. "Tuhanku telah diambil orang, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan," jawabnya. Dalam pikirannya, walaupun Tuhan telah mati, tubuhNya masih tetap berharga. Ia tidak berpikir tentang kebangkitan Tuhan. Empat kali, sebagaimana tercatat di dalam Injil Matius, Tuhan memberitahukan murid-muridNya bahwa setelah kematianNya Ia akan bangkit dari antara orang mati (Matius 16:21; 17:23; 20:19; 26:32). Tetapi Maria tidak tahu sama sekali akan hal ini. Jadi, pada hari itu semua harapannya telah hancur. Ia kemudian hanya menginginkan tubuh Tuhan. Tetapi dengan mengabaikan ketidaktahuan Maria, Tuhan menampakkan diriNya kepada Maria karena kerinduan Maria kepada Tuhan yang begitu kuat.&lt;br /&gt;Tuhan menampakkan diri kepada Maria untuk memuaskan sebuah hati yang lapar dan haus akan Dia. Petrus dan Yohanes pulang ke rumah, dan Tuhan tidak mencari mereka. Tetapi di sini ada sebuah hati yang sepenuhnya terpaut kepada Tuhan, dan akibatnya Ia mencari hati tersebut. Izinkan saya mengatakan bahwa bukanlah kerugian yang besar jika kita kurang pengetahuan; tetapi memiliki sebuah hati yang bisa menggugah hati Tuhan merupakan sesuatu yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L I M A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: 'Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?' Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadaNya: 'Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya.'"&lt;br /&gt;Maria melihat Tuhan Yesus, tetapi ia mengira bahwa yang dilihatnya adalah penunggu taman. "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia," Maria lupa untuk mengatakan bahwa ia sedang mencari Tuhan - Yesus dari Nazaret. Ia cuma mengatakan "dia". Bagi Maria, hanya satu "dia" di dalam dunia ini. Maria berpikir bahwa setiap orang harus tahu siapa yang dimaksud dengan "dia" bagi dirinya. Ia menganggap bahwa setiap orang harus tahu siapa "dia" ini! Itulah hati Maria.&lt;br /&gt;"Kiranya ia mencium aku dengan kecupan" (Kidung Agung 1:2a.). Perkataan ini diucapkan oleh mempelai perempuan sebagai pernyataan kerinduannya kepada Salomo. Sama seperti itu, yang Maria rindukan di dalam hatinya adalah "Dia" ini, dan yang ia bicarakan adalah "Dia" ini juga. Kita perlu untuk memiliki "Dia" ini di dalam hati kita. Tidak terlalu penting memiliki pengetahuan rohani; memiliki "Dia" adalah yang terutama. Kita tidak membutuhkan lebih banyak pengetahuan; kita memerlukan sebuah hati yang sempurna di hadapan Dia, seperti yang dimiliki Maria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N A M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Maria ini? Ia cuma seorang wanita. Kita tidak tahu apakah fisiknya kuat atau lemah, tetapi kita tahu keinginan hatinya untuk membawa tubuh Tuhan. Pada saat itu, ia tidak berpikir apakah ia cukup kuat atau apakah jalan yang harus ia tempuh untuk membawa tubuh Tuhan itu cukup jauh. Ia cuma berpikir untuk membawaNya. Kasih tidak mengenal kesulitan. Satu hal yang sangat mengherankan di dalam dunia ini adalah di mana ada kasih, tidak ada masalah. Ia tidak memikirkan hal yang lain kecuali membawa tubuh Tuhan. Itulah hati Maria.&lt;br /&gt;Dihadapkan pada keadaan seperti ini, Tuhan tidak mempunyai pilihan lain kecuali menampakkan diriNya kepada Maria. Ia tidak bisa membiarkan Maria menangis. Ia harus memuaskan hati yang penuh kerinduan ini dan menampakkan diri kepada Maria sebelum Ia selanjutnya dapat mencari Petrus, Yohanes, dan dua murid yang sedang dalam perjalanan ke Emaus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T U J U H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Tuhan menampakkan diri kepada Maria? "Kata Yesus kepadanya: 'Maria!' Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani:'Rabuni!'" Apakah kita sudah pernah mendengar suara ini, yang didengar Maria? Jika kita pernah mendengar suara ini - "Maria" - pada saat kita berdoa di dalam kamar, kita akan dipuaskan. Pada saat Tuhan berkata "Maria", Maria langsung mengenaliNya. Ini adalah wahyu. Sudah cukup jika Tuhan mengatakan satu kata. Seperti gembala memanggil domba-dombanya, mata domba-dombanya tersebut segera terbuka. Ketika Maria mendengar suara Tuhan, ia segera tahu bahwa ini bukan suara penunggu taman, tetapi suara Sang Guru. Jadi ia tidak perlu menangis lagi. Pada saat Tuhan menampakkan diriNya kepada seseorang, tidak diperlukan kata-kata yang lebih jauh. Apakah kita, seperti Maria, mengenali suara Tuhan kita?&lt;br /&gt;Ada sebuah keluarga yang hanya terdiri dari dua orang, seorang ibu dan anak laki-lakinya. Setiap malam ketika anaknya pulang dengan mengendarai sepeda, ia sudah bersiul dari jauh sampai tiba di rumah. Ibunya segera tahu bahwa anak laki-lakinya sudah pulang. Suatu hari seorang saudara di dalam Tuhan sedang berbicara dengan ibu ini di rumahnya. Pada saat ia akan pulang, ibu ini menahannya dan memintanya untuk menunggu beberapa saat karena anak laki-lakinya sudah hampir tiba di rumah. Karena ingin tahu dari mana ibu ini bisa mengetahui hal tersebut, ibu ini menjawab bahwa ia telah mendengar siulan anaknya. Bagi orang lain, siulan itu tidak ada artinya, tetapi bagi telinga ibu tersebut siulan itu punya arti khusus. Ketika Tuhan berkata "Maria", mungkin hal itu tidak berarti apa-apa bagi orang lain, tetapi Maria mengenali suara ini dan tahu bahwa itu adalah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D E L A P A N&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata Yesus kepadanya: 'Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.'"&lt;br /&gt;Di dalam Matius 28 tercatat bahwa beberapa wanita menyentuh Tuhan. Ia mengizinkan mereka melakukannya karena hal itu merupakan penyembahan. Tetapi mengapa di sini Ia melarang Maria menyentuhNya? Karena Tuhan tahu bahwa Maria ingin menahanNya untuk tetap tinggal di dunia dan tidak akan membiarkanNya pergi. Tetapi, apa yang telah Tuhan dapatkan selama di dunia? Tidak ada, kecuali sebuah mahkota duri, sebuah salib, dan sebuah kuburan. Sekarang Ia akan naik ke sorga - kepada BapaNya yang juga Bapa kita, kepada TuhanNya yang juga Tuhan kita. JadiIa berkata kepada Maria untuk tidak menyentuhNya; artinya, jangan menahan Ia di bumi. Tuhan tidak hanya sudah dibangkitkan. Ia juga telah naik ke sorga untuk menjadi Kepala dari sebuah umat yang baru dan juga sebagai wakil umat manusia.&lt;br /&gt;Tidak pernah sebelumnya seorang manusia berada di sorga. ada aktu kenaikanNya, Tuhan Yesus menjadi orang pertama di dalam sorga, dan setelah Dia akan ada orang-orang lain yang percaya kepadaNya. "....yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, ...... yang bagiNya dan olehNya segala sesuatu dijadikan -, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, ..." (Ibrani 2:9,10). Karena penderitaan maut, sekarang Tuhan dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, dan Ia akan membawa banyak orang juga ke dalam kemuliaan. Tuhan telah pergi lebih dulu, dan setelah itu murid-murid akan mengikuti. Setelah kebangkitanNya, Ia mulai memanggil murid-muridNya dengan "saudara". Dengan kata lain, Tuhan sekarang menjadi Anak Sulung Allah dan kita menjadi anak-anak Allah. Lewat kebangkitan dan kenaikanNya, BapaNya menjadi Bapa kita, dan AllahNya menjadi Allah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S E M B I L A N&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yang dapat dikatakan oleh Maria? Tidak ada, karena ia benar benar sudah dipuaskan. Jadi, ia pulang karena sekarang ia dapat pulang. Dapatkah kita menyalahkan Tuhan jika kita kurang memiliki wahyu seperti yang dialami Maria ketika melihat dan mendengar Dia? Jelas tidak, karena hal itu hanya disebabkan oleh kekurangan kita akan kelaparan dan kehausan akan Tuhan, seperti yang dimiliki Maria. Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sungguh-sungguh merindukan Tuhan? Apakah kita merindukan Anak Allah dengan sepenuh hati kita? Apakah kita tidak perduli pada kenyataan bahwa kedudukan kita atau keterkenalan kita sama sekali tidak bisa menjamah hati Tuhan? Hati Tuhan hanya bisa tersentuh jika kita benar-benar merindukanNya. Semoga Allah menanamkan kerinduan yang demikian di dalam hati kita sehingga kita bisa merindukan Anak Allah dan mengasihi Dia dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Terjemahan dari GRACE FOR GRACE (Bab 9, Mary Magdalene by Watchman Nee), 24091993, jcb&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-7739243826907757555?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/7739243826907757555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=7739243826907757555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/7739243826907757555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/7739243826907757555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/hati-yang-merindukan-tuhan.html' title='Hati Yang Merindukan Tuhan'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-889357427218170814</id><published>2008-07-15T23:36:00.002-07:00</published><updated>2008-07-15T23:41:00.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Charles - Frances Hunter'/><title type='text'>Bahasa Supranatural</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa tahun yang lalu, ketika kami berbicara di Texas bagian Barat, seorang laki-laki dari India datang ke sebuah pertemuan dan ingin disembuhkan karena gigitan ular. Kakinya amat bengkak dan ia sudah banyak minum alkohol. Roh Kudus menyuruh saya memanggilnya datang ke atas mimbar. Saya bertanya kepadanya apakah ia sudah diselamatkan dan ia menjawab, "Belum". Kemudian saya mengajak dia berdoa untuk mengakui dosa sebelum saya meletakkan tangan atasnya untuk baptisan Roh Kudus dan kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia jatuh di bawah kuasa Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa lidah ketika tiba-tiba ia melompat, heran dengan apa yang terjadi dengan kakinya dan mulai berbicara dengan saya dalam bahasa asing. Jelas ia menanyakan sesuatu pada saya, jadi saya berbicara dengannya dalam bahasa lidah. Ia terus bertanya dan setiap kali saya menjawabnya dengan bahasa lidah. Begitulah seterusnya. Hal ini berlangsung selama sepuluh atau lima belas menit di mana seluruh jemaat berada di bawah sukacita Allah karena kami berdua kelihatan seperti sedang berbicara dalam bahasa lidah. Nampaknya ia puas, jadi ia meninggalkan mimbar dalam keadaan diselamatkan, dibaptis Roh Kudus, jatuh di bawah kuasa Allah dan disembuhkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian kami kembali ke kota yang sama dan pasangan yang mensponsori pertemuan tersebut menceritakan kepada kami hal yang menarik. Mereka berkata, "Ingatkah anda berdua pada orang India yang digigit ular yang datang ke pertemuan yang kami adakan?" Kami berkata bahwa kami ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berkata, "Ketika dia meninggalkan pertemuan tersebut, ia mendatangi kami dan berkata, 'Di mana wanita itu belajar berbahasa India? Bukan saja ia berbicara dalam bahasa India, tetapi ia juga berbicara dengan dialek saya. Saya bertanya kepadanya apa yang sebenarnya telah terjadi dengan saya di atas mimbar, karena saya merasa seperti orang mabuk, dan ia menceritakan tentang Yesus yang mati di kayu salib untuk pengampunan dosa-dosa saya. Ia berkata bahwa dosa saya sudah dihapuskan karena kasihNya yang besar kepada saya. Ia berkata bahwa Ia mengutus Roh Kudus untuk memberikan kepada kita kekuatan untuk hidup sebagai orang Kristen dan itulah bahasa yang saya pakai. Kemudian ia menceritakan pada saya bahwa kuasa Allah telah menjamah saya dengan kuat dan itulah sebabnya saya jatuh'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, dengan cara yang supranatural telah memberikan saya sebuah bahasa yang tidak saya ketahui untuk berbicara dengan orang ini supaya ia mengetahui tentang rencana keselamatan dan tentang apa yang sebenarnya telah terjadi padanya! Puji Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ini adalah cara Allah mempersiapkan kami untuk masuk ke dalam dunia Roh di masa mendatang supaya kami membawa lebih banyak orang untuk menjadi anggota tubuh Kristus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Teen Challenge Farm di Rehrersburg, Pennsylvania, Charles menyampaikan pesan dengan bahasa lidah dan saya menafsirkannya. Ia berkata, karena ini adalah pesan yang muncul dari rohnya, bahasa yang dipergunakannya adalah bahasa yang paling indah. Dengan pikiran alamiahnya ia bertanya kepada Allah, "Tuhan, hal ini sungguh di luar kebiasaan dan saya mengucapkan kata-kata yang sungguh berbeda; apakah yang sebenarnya sedang saya ucapkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan itu agak panjang, demikian pula tafsiran saya. Kami merasa diberkati ketika melihat bagaimana Allah memakai karunia ini lewat kami dalam pertemuan pertemuan kami. Pada umumnya tafsiran itu datang seolah-olah ada sesuatu yang memenuhi pikiran kami, namun kami dapat membedakannya dengan pikiran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak menyadari bahwa ini adalah suatu pengalaman yang aneh sampai pada suatu saat pada malam berikutnya kami bertemu dengan seorang guru berkebangsaan Belanda yang sudah pensiun. Beliau adalah ahli bahasa. Beliau datang pada kami sebelum pertemuan dan berkata' "Charles, pesan yang anda sampaikan tadi malam adalah hal paling indah yang saya dengar. Anda berbicara dalam bahasa Jerman tingkat tinggi dan yang sempurna, anda bahkan mempergunakan aksen yang dipakai orang Jerman dalam pembicaraan dengan artikulasi dan pelafalan yang sempurna. Begitu sempurna, dan kemudian Frances bukan hanya menerjemahkan, namun itu adalah terjemahan setiap kata dalam bahasa Inggris yang sempurna!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak satu pun dari kami yang berbicara bahasa Jerman, kecuali "Gesundheit" dan itu bukanlah bahasa Jerman tingkat tinggi! Sekali lagi Allah membuka roh kami untuk mempersiapkan hal yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sedang melayani di sebuah pertemuan yang diadakan malam hari di PTL Club Barn dan Charles melayani baptisan Roh Kudus kepada sebuah kelompok yang beranggotakan 150 orang, ketika saya menumpangkan tangan ke atas orang sakit. Ketika kami menceritakan kepada orang-orang Kristen yang ada di situ bagaimana menerima karunia Roh Kudus, kami menggambarkannya dengan berbicara dalam bahasa Roh supaya mereka sungguh-sungguh mendengarkan orang berbicara dalam bahasa roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus 14:2 mengatakan, "Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles sedang berbicara kepada Allah dengan rohnya dan ketika ia sudah selesai, ia memandang lekat-lekat seorang wanita muda dalam kelompok tersebut yang mengira bahwa Charles sedang menggambarkan bagaimana berbahasa roh sekali lagi. Itu hanyalah sebuah kalimat pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka semua sudah menerima baptisan Roh Kudus dan berbicara dalam bahasa lidah, wanita muda itu menghampiri Charles dan berkata, "Charles, saya adalah orang Yahudi. Saya memerlukan waktu lama untuk percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, namun saya lahir baru dan Dia adalah Juruselamat saya. Ketika anda menjelaskan bagaimana menerima karunia Roh Kudus, keraguan itu datang - keraguan yang sama seperti waktu saya mau menerima Kristus. Hampir saja saya tidak mau menerima itu, namun anda memandangi saya dan berkata dalam bahasa Ibrani yang sempurna, (Charles sama sekali tidak dapat berbahasa Ibrani) "Tenanglah dan karunia itu akan datang dengan mudah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah Charles mengatakan hal itu padanya, wanita itu mengangkat tangannya dan mulai berbicara dalam bahasa Roh seperti yang diberikan Roh itu kepadanya. Allah telah memberikan kepada satu dari anaknya sebuah tanda dan kebesaran supaya dia percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kis. 2:1-11, Petrus menyatakan setelah mujizat ini terjadi, bahwa hal ini sudah dinyatakan oleh nabi Yoel. Kita adalah bagian dari angin yang besar dan yang berkuasa yang dihembuskan oleh Roh Kudus yang masih bertiup dengan kuat dan akan terus seperti itu sampai Tuhan Yesus datang untuk kita! Puji Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dalam bahasa yang tidak kami ketahui itu penting supaya orang-orang yang mengetahui bahasa tersebut akan mengerti dan melihat kemuliaan Tuhan yang sedang terjadi sekarang di seluruh dunia. Kami banyak mendengar kejadian semacam ini dan kami mungkin sudah berbicara dalam delapan atau sepuluh bahasa yang menurut orang-orang dikenal sebagai bahasa Korea, bahasa Hawai, bahasa Cina yang hampir mati, bahasa Yunani, bahasa Ibrani, bahasa India dan mungkin saja bahasa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, seorang wanita Kristen datang ke pertemuan kami dan membawa suaminya yang belum bertobat. Pada malam itu salah satu dari kami menyampaikan pesan dalam bahasa lidah dan Charles menafsirkannya. Wanita ini menelepon kami keesokan harinya untuk menceritakan apa yang dikatakan suaminya. Suaminya bertanya pada istrinya mengapa kami mengatakan sesuatu kemudian berbalik dan mengatakannya lagi! Puji Tuhan, ia sudah mendengar pernyataan mengenai indahnya pekerjaan Allah dalam bahasa Inggris dan bahasa lidah dan tidak mengetahui perbedaannya. Haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah meneguhkan dengan begitu banyak cara dengan menaburkan benih sejalan dengan kemajuan pelayanan kami bagiNya untuk panen jiwa di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terjemahan bebas dari SUPERNATURAL HORIZONS (Bab 4, Supernatural Languages by Frances Hunter), mia wenas, 28021994&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-889357427218170814?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/889357427218170814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=889357427218170814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/889357427218170814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/889357427218170814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/bahasa-supranatural.html' title='Bahasa Supranatural'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-3308948823114958816</id><published>2008-07-15T20:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T20:42:00.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benny Hinn'/><title type='text'>Meraih Urapan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Untuk mengalami jamahan Tuhan, kita harus selalu dalam keadaan siap, peka terhadap RohNya, dan terus menantikan jamahanNya yang sangat berharga itu."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya teringat akan sebuah kebaktian yang diadakan oleh Kathryn Kuhlman, yang saya hadiri hampir 20 tahun yang lalu, yang kemudian mengubah hidup saya secara total. Ingatan saya tentang kebaktian tersebut masih begitu kuat. Saya dapat mengingat suatu saat dimana seolah-olah Tuhan menghembuskan nafasNya ke atas pertemuan itu. Saya begitu haus akan urapan dan juga sangat merasakan kehadiran Tuhan. Pada saat itu, ketika saya merasakan nafas Allah berhembus di atas kepala saya, saya langsung meraih dan menangkap urapan itu, dan selanjutnya tidak pernah menjadi orang yang sama. Hidup saya berubah oleh kuasa dan kehadiran Allah. Saya meninggalkan kebaktian itu dengan urapan baru dalam hidup saya yang secara total mengubah seluruh masa depan saya. Akan tetapi, beribu-ribu orang yang juga hadir pada kebaktian tersebut tetap pulang dengan keadaan yang sama. Di antara sekitar 3000 atau 4000 orang yang hadir pada kebaktian Kathryn Kuhlman pagi itu, mungkin sayalah satu-satunya orang yang pulang dengan membawa dan menggenggam erat-erat urapan itu. Mengapa? Karena saya merasa begitu haus, saya menginginkan Dia lebih dari apapun dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat betul akan suatu kebaktian pagi pada pelayanan yang kami adakan di Phoenix, Arizona. Saya mulai mengajar sejak jam 10 pagi. Pada pukul setengah dua siang saya berkata kepada mereka, "Saudara-saudara sekalian, saya harus menghentikan dulu kebaktian ini. Kini saatnya buat Saudara sekalian untuk makan siang." Tiba-tiba seorang pria yang duduk di barisan depan berteriak: "Jangan berhenti! Saya sudah menempuh perjalanan seribu mil hanya untuk mendengar pengajaran ini. Engkau tidak boleh pergi!" teriaknya. Seluruh hadirin berteriak setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanapun saya pergi, saya melihat orang-orang begitu haus akan urapan. Dalam pelayanan kami, bukan hal yang aneh lagi kalau kami melihat ratusan orang yang hadir di kebaktian pagi menangis dan roh mereka sangat tersentuh, merindukan dan mencari urapan itu. Kita harus selalu dalam keadaan siap untuk menerima jamahan Tuhan, kita harus peka akan Roh KudusNya, dan terus menantikan jamahanNya yang indah dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara sekalian, ada sesuatu hal yang perlu Saudara ketahui tentang Roh Kudus. Ada saat-saat yang mungkin Saudara tidak akan ketahui, tetapi hanya dalam waktu sekejap urapan itu dapat datang, dan kalau Saudara tidak menangkapnya, Saudara akan kehilangan kesempatan itu, dan mungkin untuk seumur hidup Saudara. Seringkali dalam suatu kebaktian saya berteriak, "Ya, sekarang !" Saudara tahu mengapa? Karena saya mengenal urapan itu. Saya tahu kapan urapan itu datang dan kemudian pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Filipus sedang berjalan kaki ketika Roh Kudus tiba-tiba berkata: "Masuklah ke dalam kereta kuda itu." Filipus tidak berjalan tetapi berlari. Mengapa? Karena ia bisa kehilangan kesempatan itu kalau ia berlambat-lambat. Dalam cerita lain dikisahkan bahwa Yesus sedang berjalan di atas air laut di Laut Galilea, ketika murid-muridNya berada di atas perahu. Mereka tidak tahu bahwa sosok yang sedang berjalan di atas air itu adalah Tuhan Yesus. Mereka bahkan menyangka bahwa itu adalah hantu. Murid-murid baru tahu bahwa itu adalah Yesus setelah mereka berteriak. Ketika Dia berjalan ke atas perahu, maka perahu itu seperti dipindahkan ke pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara mungkin bertanya, pelajaran apa yang dapat kita ambil dari cerita tersebut? Roh Kudus juga dapat melintas ke arah kita dengan cara yang sama seperti Yesus. Kalau Saudara tidak memanggilNya, kalau Saudara tidak mengejarNya, kalau Saudara tidak mau menjamahNya, maka Saudara akan kehilangan kesempatan itu. Dan ada kalanya pengalaman seperti itu tidak terjadi lagi selama bertahun-tahun, bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi lagi seumur hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elisa dan Elia bergaul karib dan selama bertahun-tahun melayani bersama-sama. Mereka saling mengenal satu sama lain. Elisa sangat ingin mengenal kuasa Allah dan urapan Allah seperti yang dimiliki Elia sehingga ia memutuskan untuk tidak pernah pergi dari sisi Elia. Elia mencoba untuk mempengaruhi keputusan Elisa yang sama sekali tidak mau meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pernah Elia mengusulkan supaya Elisa tinggal saja di rumah dan tidak usah mengikutinya lagi, tetapi Elisa menjawab: "Demi Allah yang hidup, aku tidak akan meninggalkan engkau." Elisa bertekad untuk menangkap urapan yang dimiliki oleh Elia itu. Tidak perduli pagi, siang ataupun malam, Elisa selalu berada di dekat Elia, supaya ia dapat menangkap urapan Elia kalau Elia nanti terangkat ke surga. Ia memutuskan untuk membayar harganya, yaitu supaya ia tetap berada di sisi Elia,baik hari ini, besok atau bahkan tahun depan. Pada suatu hari mereka sedang berjalan bersama sambil bercakap-cakap, dan tanpa tanda-tanda kereta api dari surga datang dengan tiba-tiba dan Elia lenyap. Jubahnya jatuh dan Elisa langsung menangkapnya. Dan karena ketekunannya, Elisa mendapatkan dua kali urapan Elia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Saudara ingin mendapatkan urapan dua kali lipat dalam kehidupan Saudara? Jangan lewatkan kesempatan itu. Mungkin kesempatan itu adalah saat ini. Kita harus selalu siap setiap waktu. Roh Kudus selalu datang dengan tiba-tiba, tanpa tanda-tanda atau pemberitahuan terlebih dahulu. Ia tidak memberi tanda-tanda mengenai kedatanganNya. Dia hanya hadir, dan Saudara harus sudah siap tatkala ia datang. Alkitab mengatakan, "Siap sedialah, baik atau tidak baik waktunya." Mengapa? Karena kehadiran Roh Kudus dapat turun setiap saat. Dan Saudara harus siap untuk meraih urapan itu apabila Ia datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara mungkin bertanya: "Mengapa saya membutuhkan urapan?" Karena tanpa urapan, kita mati. Tanpa urapan kita tersesat. Urapan itu membuat hidup kita berbeda. Apakah Saudara mau diurapi? Mari kita perhatikan tujuh hal penting yang Tuhan katakan kepada Musa, yang sangat perlu bagi mereka yang ingin diurapi. Ketujuh hal ini memberikan suatu contoh tentang bagaimana caranya supaya kita dapat meraih urapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urapan tidak lain adalah kehadiran Tuhan di dalam kehidupan Saudara. Kehidupan doa Saudara akan dipengaruhi, pembacaan Alkitab Saudara akan berubah. Saudara tidak akan lagi sekedar membaca, tetapi Saudara akan menjadi bagian dari segala sesuatu yang Saudara baca dan Saudara akan mengalaminya sendiri. Alkitab menjadi bagian hidup Saudara. Ketika Saudara berdoa, Saudara akan disegarkan dengan kehidupan dan iman. Yesus akan menjadi begitu nyata dalam kehidupan Saudara, sehingga dengan hanya membisikkan namaNya saja, Saudara sudah akan merasakan kehadiranNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang pria sedang berkhotbah di gereja kecil, dan sementara ia sedang berkhotbah, ia tidak menyadari apa yang sedang terjadi di luar. Kuasa Allah begitu kuat menyelimuti kebaktian tersebut sehingga orang-orang yang lewat di depan gereja tersebut seperti ditarik oleh suatu kekuatan yang tak terlihat untuk masuk ke dalam gereja tersebut. Mereka adalah orang-orang yang belum bertobat, tetapi mereka ditarik masuk kesitu. Begitu mereka masuk ke dalam gereja, setiap orang yang masuk langsung jatuh tertelungkup ke lantai. Kejadian seperti itu terus berlangsung setiap malam. Akhirnya mereka harus memindahkan kebaktian tersebut ke tempat lain yang lebih besar di kota. Tidak ada pengumuman atau pemberitahuan khusus atau promosi apapun tentang kebaktian itu. Ribuan orang ditarik masuk ke dalam kebaktian tersebut. Kegerakan rohani terbesar yang pernah dialami Chicago terjadi karena hal itu. Orang yang berkhotbah itu tidak lain adalah D.L. Moody. Urapan Allah atas dirinya begitu kuat sehingga ketika ia berkhotbah, orang-orang seperti ditarik dari jalan untuk ikut kebaktian tersebut. Inilah yang disebut urapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Mary Woodworth Edder, seorang wanita yang kotbahnya selalu berapi-api, sedang berkhotbah ketika tiba-tiba, di tengah-tengah khotbah yang sedang ia sampaikan, orang-orang mulai berjatuhan dari tempat duduk mereka. Karena begitu kuatnya tekanan yang mereka rasakan, mereka terjatuh ke lantai dan mengakui dosa-dosa mereka kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kesempatan Amy Semple McPherson sedang berkhotbah di London, Ontario, di dalam sebuah gereja kecil di hadapan sekumpulan jemaat yang suam-suam dan tidak ada sesuatupun yang terjadi saat itu. Tidak ada orang yang bertobat. Roh Kudus menguasainya dan ia berlari ke luar pintu. Ia berlari sambil berteriak, "Ikuti saya!" Mereka semua berlari mengikutinya ke luar. Ia berlari ke luar sambil menyambar sebuah kursi. Seluruh jemaat mengikutinya. Ia membawa mereka sampai ke pinggiran kota. Ketika sampai di sana, ia melompat ke atas kursi yang dibawanya dan mengangkat kedua tangannya ke langit dan terus berdiri di situ. Penonton mengira ingatannya sudah hilang. Jam demi jam, ia tetap berdiri di sana, tanpa bergerak, tanpa berkata-kata dengan kedua tangan terangkat ke atas. Akhirnya setelah empat jam, jumlah orang yang berkumpul menjadi kira-kira 6000 sampai 7000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba, tanpa diduga ia memandangi wajah orang-orang yang berkerumun itu sambil berteriak, "Ikuti saya!" Cepat-cepat diambilnya kursi yang tadi dibawanya dan berlari kembali ke arah gereja. Segera setelah orang banyak itu memasuki gedung gereja, ia memerintahkan untuk menutup dan mengunci pintu gereja. Itulah awal suatu kegerakan rohani besar yang melanda kota tersebut, membawa kelahiran banyak gereja-gereja yang hingga saat ini masih ada di sana. Pelayanannya pada waktu itu menghasilkan lebih banyak petobat-petobat baru dibandingkan dengan pelayanan-pelayanan lain yang pernah diadakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Keluaran 25 Allah memerintahkan Musa untuk membuat tabernakel bagiNya. Tabernakel ini mempunyai sebuah gerbang yang melambangkan Yesus Kristus. Gerbang tersebut mempunyai empat warna yaitu ungu, putih, merah tua dan biru, yang merupakan lambang dari empat jabatan Yesus. Warna ungu melambangkan Yesus sebagai raja, warna putih melambangkan Yesus sebagai manusia, warna merah tua melambangkan Yesus sebagai juru selamat dan warna biru melambangkan Dia sebagai Anak Allah. Inilah yang menjadi pesan dari keempat Injil. Dalam Injil Matius kita melihat Yesus sebagai Raja, dalam Injil Markus kita melihat Yesus sebagai manusia, dalam Injil Lukas kita melihat Yesus sebagai Juru selamat dan dalam Injil Yohanes digambarkan Yesus sebagai Anak Allah. Tanpa mengenal Yesus dengan cara ini Saudara tidak akan pernah mendapat urapan itu. Kunci pertama dari urapan adalah kepenuhan Yesus di dalam kehidupan Saudara. Saudara harus menghampiri dan kemudian mengenalNya - sebagai Raja yang harus ditaati, sebagai Anak Allah yang patut disembah, sebagai manusia yang sama dengan Saudara, dan sebagai Juru selamat dunia yang menanggung dan menghapuskan semua dosa Saudara. Sekali Saudara mengenalNya dalam keempat jabatanNya - sebagai Raja dalam Injil Matius - saya akan mentaati Dia; sebagai manusia dalam Injil Markus - saya menjadi sama dengan Dia; sebagai Juru selamat di dalam Injil Lukas - saya bergantung pada Dia untuk pengampunan atas segala dosa saya, dan sebagai Anak Allah yang patut saya sembah seperti yang terdapat dalam Injil Yohanes. Injil dimulai dengan ketaatan, dan diakhiri dengan penyembahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kedua untuk menerima urapan adalah mezbah persembahan. Sekali Saudara melewati gerbang yang merupakan gambaran Yesus dalam segala kesempurnaan dan kemulianNya, Saudara datang kepada darah yang dipersembahkan di atas mezbah, tempat dimana darah dicurahkan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara tidak akan mengenal urapan itu sampai Saudara dicuci dalam darah Anak Domba. Roma 3 : 25 mengatakan bahwa kita "menyatakan apa yang telah dilakukan oleh darah itu." Dengan iman kita menyatakan bahwa darah adalah pendamaian bagi dosa-dosa kita. Jangan Saudara pergi kemanapun tanpa mengenakan darah Yesus itu. Sebelum Imam besar dapat masuk ke dalam Ruang Maha Kudus, ia harus terlebih dahulu memakai darah anak lembu dan domba jantan. Kitab Ibrani menyerukan, "Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu mudamenguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus menyucikan kamu?" Jika darah binatang itu dapat menguduskan orang yang najis, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh Kudus, mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah, untuk menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan jahat supaya kita dapat melayani Allah yang hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati darah, imam tersebut kemudian menghadapi sebuah bejana pembasuhan yang berisi air, air jernih yang melambangkan Firman Allah yang hidup. Allah berkata kepada Musa dan Harun untuk mengatakan kepada para imam, "Apabila kamu tidak membasuh kakimu dan tanganmu dengan air, kamu akan mati." Kalau kita tidak membersihkan hidup kita dengan Firman Allah, maka kita akan mati secara rohani. Kalau Saudara melalaikan Firman Allah, akan ada kematian di dalam roh Saudara. Firman Tuhan berkata bahwa kalau Saudara berdoa dengan hati yang kotor, maka Saudara menambah dosa-dosa Saudara. Allah tidak mendengarkan dan tidak akan menerima doa Saudara. Jika Firman Allah tidak ada di dalam diri Saudara, maka Saudara akan dipenuhi keduniawian. Diri Saudara tidak pernah kosong. Diri Saudara pasti diisi oleh sesuatu hal atau oleh hal-hal lainnya. Apabila Firman Tuhan tidak memenuhi pikiran Saudara, maka pikiran-pikiran jahatlah yang akan mengisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Saudara melewati bejana pembasuhan, Saudara akan sampai ke Ruang Kudus. Yang pertama Saudara akan lihat di sana adalah kaki dian yang berarti kemerdekaan dan pengetahuan ilahi. Kalau Firman Tuhan tinggal di dalam diri Saudara, Saudara akan berjalan di dalam wahyu. Allah sendiri akan berbicara kepada Saudara. Kalau Saudara membaca Alkitab, Saudara tidak membutuhkan lagi ulasan-ulasan atau tafsiran dan pelajaran tambahan untuk membantu Saudara memahami Firman Tuhan. Saudara akan dapat mendengar suara Roh Kudus yang memberikan pengetahuan ilahi dan pengertian kepada Saudara. Betapa sangat menyenangkan untuk mempelajari Alkitab dan memiliki Firman Tuhan yang rhema yang mencengkeram hati Saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka melewati kaki dian yang berbicara tentang wahyu pengetahuan dari roh, mereka akan menjumpai meja dengan 12 roti, pada sisi yang lain. Meja tersebut dalam Alkitab ditulis sebagai Meja Roti Pertunjukan. Seseorang pernah berkata kepada saya, bahwa pada saat seseorang berhenti menerima wahyu, maka pada saat itu ia akan mati. Meja Roti Pertunjukan di Ruang Kudus adalah tempat di mana para imam menuangkan kemenyan ke atas roti tersebut. Hal ini berbicara tentang penganiayaan. Yesus berkata bahwa penganiayaan akan selalu menimpa orang-orang yang mengasihi Firman Tuhan. Ingat, sekali Saudara meminta Allah supaya berbicara kepada Saudara, Saudara mungkin akan diejek. Tetapi Petrus mengatakan, "Kalau mereka mengejekmu karena kebenaran, berbahagialah, karena Roh Kemuliaan itu ada padamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Saudara memandang lurus ke depan, Saudara akan melihat sebuah meja dengan ukupan yang menghadap kepada Allah. Meja ini disebut Mezbah Pembakaran Ukupan. Asap ukupan ini memenuhi seluruh Ruang Kudus sehingga imam yang masuk bahkan tidak dapat melihat ke mana ia pergi. Allah begitu teliti dalam memberikan perintahNya kepada Musa. Dia memerintahkan Musa untuk menggunakan bahan-bahan tertentu untuk membuat ukupan tersebut. Jika ia mempersembahkan jenis bahan yang salah, ia bisa mati. Dua orang anak Harun, Nadab dan Abihu mempersembahkan ukupan yang lain kepada Allah, dan mereka mati karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan ukupan itu didapat dari dasar Laut Teberau dan dari padang gurun. Bentuk aslinya adalah semacam karang. Saudara mungkin bertanya, "Bagaimana cara Musa mendapatkannya? Apakah seseorang harus menyelam untuk mengambilnya?" Tidak! Saya percaya bahwa mereka memungutnya dari dasar laut yang kering ketika mereka menyeberangi Laut Teberau yang dibelah oleh Tuhan. Sampai sekarang orang-orang Arab masih menggunakan bahan seperti itu; mereka mengancurkannya dan ketika mereka membakarnya, maka ular dan kalajengking lari karena baunya. Sampai saat ini bahan ukupan itu masih punya pengaruh yang sama terhadap ular. Mereka tidak bisa tinggal di dekat ukupan itu dibakar. Ukupan adalah lambang dari penyembahan. Penyembahan Saudara kepada Allah akan menyingkirkan setiap setan dan kalajengking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengagumkan bahan ukupan tadi dapat juga dipakai untuk pengobatan. Jika bahan tersebut digiling halus dan dicampur air dan diminumkan kepada penderita, maka tubuhnya akan sembuh. Penyembahan juga dapat menyembuhkan tubuh Saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali dalam setahun Imam besar masuk ke dalam Ruang Maha Kudus. Sebelum masuk, ia harus membuka tirai Ruang Maha Kudus dan asap dari ukupan itu akan mendahuluinya masuk. Penyembahan akan membuka jalan bagi Saudara untuk memasuki hadirat Allah. Ketika asap ukupan sudah masuk ke dalam Ruang Maha Kudus, maka Saudara bisa masuk ke dalam hadirat Allah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci pertama dari urapan adalah pribadi Yesus. Kunci kedua adalah darahNya, kunci ketiga adalah Firman Tuhan, kunci keempat adalah wahyu, yang kelima adalah penganiayaan, kunci keenam adalah penyembahan, dan kunci ketujuh dari urapan adalah keberanian. Kita dengan keberanian memasuki Ruang Maha Suci. Walaupun Imam besar masuk dengan takut dan gentar, tetapi Paulus menyatakan bahwa kita harus "dengan penuh keberanian menghampiri tahta Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Allah, kita harus memiliki urapan di dalam seluruh kehidupan kita. Saya tidak dapat hidup tanpa urapan itu. Saya tidak mau melayani tanpa urapan. Setiap kali saya naik panggung untuk pelayanan mujizat, saya membisikkan sebuah doa dan mengundang Roh Kudus untuk berjalan bersama-sama saya. Saya meminta Roh Kudus untuk mengurapi saya sekali lagi. Saya tahu, tanpa jamahanNya Yang Mulia, tidak akan ada urapan, tidak akan ada mujizat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada saat itu saya akan merasakan urapan itu, begitu dahsyat dan penuh kuasa, hampir-hampir seperti sebuah sungai deras yang menerjang ke arah saya. Dan saya tahu, bahwa hanya karena anugerah dan kemurahanNyalah urapan itu dapat menjamah hidup mereka, mengangkat mereka ke dalam kemuliaan hadirat Tuhan, dan tanda-tanda mujizat mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah tempat yang kudus bagi kehadiran Allah, tempat Ia akan bersemayam. Belajarlah untuk menunggu di hadapan Allah, untuk mengasihi Dia, untuk mengenal Dia, untuk berbicara secara akrab dengan Dia, terbuka tanpa ada yang tersembunyi di hadapanNya. Maka secara tiba-tiba, dalam kediaman itu, saat-saat hening dimana Saudara memusatkan segala perhatian dan merendahkan diri dalam hadiratNya, tiupan angin Roh Kudus akan berhembus ke atas kehidupan Saudara. Roh KudusNya akan turun ke atas Saudara, dan Saudara akan dibakar dengan kuasa kehadiranNya. Saudara akan meraih urapan itu. Sekali Saudara menggenggam erat-erat apa yang diberikan urapan itu, maka Saudara tidak pernah dan tidak akan pernah lagi menjadi sama seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Terjemahan dari Majalah CELEBRATE JESUS (Capturing The Anointing by Benny Hinn), dea, 03021994.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-3308948823114958816?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/3308948823114958816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=3308948823114958816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/3308948823114958816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/3308948823114958816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/meraih-urapan.html' title='Meraih Urapan'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-1295722574582998696</id><published>2008-07-15T03:44:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T03:56:28.313-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Pelajaran Dari "Anak Yang Hilang"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: Lukas 15 :11-32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah pernah membahas perumpamaan yang ada di dalam perikop ini beberapa kali. Saat ini, saya tidak bermaksud membahas keseluruhan perumpamaan ini, tetapi hanya akan memberi penekanan pada beberapa bagian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;S A T U&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku salah satu orang upahan bapa." (ayat 17-19).&lt;/em&gt; Seorang berdosa yang ditekan oleh lingkungan sehingga menjadi sadar akan keadaannya selalu memiliki konsep tersendiri tentang keselamatannya. Ia akan berpikir bagaimana caranya agar ia bisa diselamatkan. Ia akan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, "Apa yang harus saya perbuat supaya selamat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saudara bertanya kepada orang-orang berdosa bagaimana caranya supaya mereka dapat diselamatkan, maka saudara akan mendengar berbagai macam jawaban. Allah punya cara tersendiri supaya manusia bisa selamat, tetapi mereka yang tidak mengenal Tuhan juga punya cara tersendiri. Jika ada 100 orang berdosa, maka akan ada 100 macam jawaban yang berbeda tentang keselamatan. Semua itu tergantung pada pengertian dan penilaian mereka masing-masing. Demikian juga halnya dengan si anak hilang dalam perumpamaan tersebut di atas. Ia juga memiliki pengertian sendiri tentang keselamatan. Ia berpikir, jika ia datang menemui ayahnya, maka ayahnya pasti akan sangat marah terhadap dia. Dan akibatnya, mungkin ia sudah siap memberi jawaban seperti ini, "Saya sudah menghabiskan semua warisan saya, Bapa. Saya tidak mempunyai hak lagi untuk memakai sepeserpun dari uang Bapa. Tetapi Bapa adalah orang yang kaya, yang mempunyai banyak orang upahan. Maukah Bapa mempekerjakan saya seperti Bapa mempekerjakan orang-orang upahan Bapa yang lainnya?" Dari sini jelas terlihat bahwa pengertiannya tentang keselamatan cuma sebatas menjadi seorang pelayan, menjadi seorang upahan! Ia tidak berpikir untuk diterima kembali sebagai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang berdosa, keselamatan dari Tuhan cuma berarti: Saya bekerja untuk Tuhan dan Tuhan memberi saya upah. Menurut banyaknya pekerjaan yang saya lakukan untuk Tuhan, maka sebanyak itulah upah yang saya terima. Cara berpikir seperti ini adalah cara berpikir seorang upahan, bukan cara berpikir seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;D U A&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari dan mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya." (ayat 20-22).&lt;/em&gt; Anak hilang tersebut akhirnya bangun dan kembali pulang kepada ayahnya. Ketika ia melihat ayahnya, ia mengucapkan kata-kata yang telah ia siapkan sebelumnya. Tetapi ketika ia hendak mengatakan kalimat: "Aku tidak layak lagi disebut anak bapa", kalimat yang akan diucapkannya itu segera terpotong. Tetapi ayahnya memerintahkan......! Haleluya! Saya mengucap syukur kepada Tuhan, karena keselamatan tidak tergantung pada konsep saya, tetapi tergantung pada apa yang ada di dalam pikiran Allah. Jika keselamatan itu tergantung pada pengertian yang dimiliki anak tersebut, maka ia cuma menjadi seorang upahan. Pikiran manusia penuh dengan aturan, penuh dengan "hukum". Artinya, seseorang hanya dapat berharap untuk menerima sesuatu sesuai dengan apa yang sudah dikerja-kannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak hilang tersebut sudah menyiapkan kata-kata untuk diucapkan kepada ayahnya, tetapi kasih ayahnya begitu kuat menyentuh hatinya sehingga ia tidak mampu untuk menyelesaikan ucapannya dengan kata-kata,"Jadikanlah aku sebagai orang upahan Bapa saja." Kalau kita membaca bagian ini dengan seksama, maka kita akan melihat bahwa ayahnya sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk mengatakan hal tersebut. Kalimat yang diucapkan sebelumnya sudah cukup. Tanpa menunggu anaknya menyelesaikan kata-katanya, ia segera memerintahkan pelayan pelayannya untuk membawa jubah yang terbaik untuk sang anak, juga cincin dan sepatu untuk dikenakan pada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan di atas menyatakan bagaimana Allah memandang kita. Cara pandangNya tidak tergantung pada apa yang ada di dalam pikiran kita. Bila Ia bertindak berdasarkan pikiran kita, kita hanya akan menjadi orang upahan seumur hidup. Kita berpikir bahwa kita adalah orang yang berdosa; tetapi Tuhan menyatakan bahwa kita adalah anak-anakNya. Kita berpikir bahwa kita pasti akan binasa; tetapi Tuhan justru melayakkan kita untuk duduk bersama Dia di meja perjamuan. Jadi, sama sekali bukan hal yang berlebihan kalau kita katakan bahwa anugerahNya bagi kita sungguh luar biasa. Kita berpikir bahwa kita benar-benar tidak layak untuk disebut sebagai anak-anakNya, tetapi Ia melakukan sesuatu yang lebih jauh dari apa yang pernah kita pikirkan. Oleh sebab itu mari kita mengucap syukur kepada Tuhan, karena keselamatan yang telah diberikanNya kepada kita tidak berdasarkan konsep atau pikiran kita sendiri, melainkan berdasarkan pikiran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak tersebut masih jauh, ayahnya telah melihatnya dan tergerak oleh belas kasihan. Ada seorang pria yang dirampok habis-habisan, dan kemudian ada seorang Samaria yang melihat dia dan tergerak oleh belas kasihan (lihat Lukas 10:33). Apa yang dimaksud dengan belas kasihan itu? Belas kasihan ditujukan kepada orang yang berada dalam posisi yang begitu lemah. Belas kasihan selalu datang dari atas, dari posisi yang lebih tinggi, dan ditujukan kepada suatu keadaan atau suasana yang memprihatinkan. Seandainya anak tersebut pulang dalam keadaan yang berkecukupan atau dengan kekayaan yang berlimpah-limpah, maka ayahnya tidak bisa menunjukkan belas kasihan. Bagaimana hatinya bisa tergerak oleh belas kasihan? Hanya karena ia melihat bahwa anaknya telah jatuh sehingga keadaannya tidak beda dengan seorang pengemis. Sejak saat itu "si pengemis" telah diterima kembali sebagai anak; ia yang mulanya mengemis-ngemis di depan pintu, kini telah diangkat sehingga ia boleh duduk di meja. Kita yang sama seperti pengemis, jauh terpisah dari Allah, telah menggerakkan belas kasihanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita perhatikan hal yang lainnya; anak yang hilang itu berpikir bahwa dirinya tidak layak lagi disebut sebagai anak sehingga ia hanya berharap untuk bisa diterima sebagai orang upahan. Tetapi sang ayah memerintahkan supaya pelayan-pelayan mengenakan jubah yang terbaik, juga cincin dan sepatu kepada anaknya. Ini menun-jukkan kekayaan Allah, bukan kemiskinan kita. Keselamatan berbicara tentang kekayaan Allah yang luar biasa. Betapa sering kita berpikir bahwa diri kita tidak layak, tidak berharga. Bahkan sekalipun kita sudah sadar, kalau kita berdoa tetap saja kita merasa tidak yakin apakah Allah mau mengampuni kita atau tidak. Kelihatannya orang-orang seperti kita ini tidak punya pengharapan dalam doa. Tetapi saat ini saya mau katakan kepada saudara, bahwa saudara sungguh keliru! Seorang yang sangat kaya tidak akan memikirkan tentang berapa banyaknya uang yang telah dipergunakan oleh anaknya. Sebaliknya ia akan berpikir berapa banyak uang yang bisa ia berikan kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah ilustrasi yang menarik. Suatu saat saya berjumpa dengan seorang anak dari keluarga yang kaya. Dengan sungguh-sungguh saya menasehati dia supaya bertobat dan percaya kepada Tuhan. Suatu kali ia mengajak saya untuk bertemu dengan ayahnya. Saya meminta kepada si ayah supaya tidak menghalangi anaknya untuk percaya kepada Tuhan. Saya katakan kepadanya bahwa kalau anaknya mau bertobat, ia tidak akan memboroskan harta kekayaannya lagi. Sang ayah berkata bahwa ia memiliki sejumlah besar uang; berapapun besarnya si anak mempergunakan uang tersebut, ia tidak kuatir sama sekali. Seperti itulah Allah kita. Ia tidak kuatir kita akan menghabiskan uangNya. Kita mungkin berpikir bahwa Tuhan hanya punya seratus dollar sementara yang kita butuhkan seratus satu dollar. Kita mungkin takut seandainya semua uang itu kita habiskan, maka kita tidak punya uang sama sekali. Tetapi karena yang Allah miliki begitu banyak, dan karena Ia begitu kaya maka kita tidak perlu membatasi Dia.Ingatlahbahwa keselamatan kita mewakili besarnya kekayaan Tuhan. Ia memiliki persediaan berlimpah-limpah untuk kita gunakan sampai habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara mungkin berpikir, saudara mempunyai suatu dosa yang tidak pernah bisa saudara kalahkan. Tetapi saya ingin bertanya kepada saudara, apakah Allah tidak mampu berbuat apa-apa sehubungan dengan dosa saudara tersebut? Seringkali sebagai orang Kristen kita begitu lemah dan kalah oleh dosa; hati kita mengatakan bahwa riwayat kita sudah tamat. Tetapi yang dikatakan suara hati kita adalah keadaan kita sendiri. Hati kita mengatakan orang seperti apa kita ini, padahal darah Kristus yang mulia dan kudus telah menyatakan bagaimana sebenarnya pandangan Allah terhadap kita. Hati nurani kita telah diperciki oleh darah Kristus yang kudus itu sehingga yang kita miliki sekarang bukan lagi sekedar sebuah hati nurani dan semangkok darah, melainkan sebuah hati yang telah diperciki oleh darah Kristus. Jangan saudara pisahkan hati nurani dan darah Kristus ataupun sebaliknya. Yang ada sekarang adalah hati nurani yang sudah diperciki dengan darah Kristus, sehingga hati kita sekarang lebih putih dari salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah punya jubah untuk saudara kenakan dan Ia sama sekali tidak takut saudara akan menjualnya. Ia punya cincin untuk saudara pakai dan Ia juga tidak takut kalau saudara akan menggadaikannya; demikian juga Ia memberikan sepatu untuk saudara kenakan, dan Ia juga tidak kuatir kalau saudara akan melepaskannya. Sepantasnyalah kalau setiap anak Tuhan didandani dengan baik, karena di rumah Bapa banyak tersedia berbagai jenis benda yang bisa kita nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T I G A&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan ambilah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan mari kita makan dan bersukacita" (ayat 23).&lt;/em&gt; Jubah, cincin dan sepatu hanya dapat dipakai oleh si anak, karena benda-benda tersebut hanya dapat dikenakan kepada satu orang saja. Akan tetapi anak lembu tambun itu tentu tidak mungkin habis dimakan hanya oleh satu orang saja, karena dalam ayat itu juga dikatakan, "Marilah kita makan dan bersukacita." Ijinkan saya memberikan pengertian baru kepada saudara, yaitu tentang sukacita Allah. Pada malam ketika saya diselamatkan, semakin lama saya merenung-kan hal itu, semakin saya bersukacita; saya ingin terus bernyanyi memuji Tuhan. Saya tidak peduli lagi bagaimana susunan kata-katanya ataupun nadanya. Itulah sukacita karena kelahiran baru. Tetapi ayat di atas dengan jelas menyatakan kepada kita bahwa ayahnyalah yang bersukacita saat itu. Jadi, yang ingin diceritakan di sini adalah sukacita Allah ketika Ia menyelamatkan satu orang berdosa. Yang biasa kita pikirkan adalah, betapa besar sukacita yang dimiliki oleh orang berdosa ketika ia bertobat, dan juga betapa besar sukacita kita ketika mendengar hal itu. Kita tidak menyadari sukacita Bapa di surga ketika Ia menyelamatkan satu orang berdosa. Kalau kita mengerti hal ini, barulah kita dapat mengerti hati Bapa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;E M P A T&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi ia (anak yang sulung) menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku." (ayat 29). Inilah kata-kata yang diucapkan anak yang sulung kepada ayahnya. Keinginan hati anak sulung tersebut adalah supaya ayahnya memberikan kepadanya "sukacita" supaya ia dapat bersenang-senang. Sementara itu si bungsu yang sudah berfoya-foya dan menghabiskan uangnya justru mendatangkan sukacita dan kebahagiaan kepada ayahnya ketika ia kembali. Sebenarnya si sulung telah benar-benar melakukan kewajibannya di rumah ayahnya, akan tetapi kekeliru annya adalah ia menghendaki ayahnya memberikan sukacita kepadanya. Padahal ayahnya mengundang dia untuk turut bersukacita bersamanya. Di sini kita perlu me-ngerti bagaimana hati Bapa. Ia ingin supaya kita juga turut merasakan sukacita dan kebahagiaanNya. Namun si sulung menginginkan anak kambing supaya ia bisa bersenang-senang dengan teman-temannya sendiri. Ingatlah, Allah dengan caraNya sendiri tidak akan pernah memberikan sesuatukepada seseorang kalau itu hanya untuk dinikmati oleh orang itu sendiri; Ia selalu menghendaki kita dapat menikmati segala sesuatu bersama-sama dengan Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;L I M A&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya marilah kita membandingkan kedua hal ini yaitu: "mencium" dan "meja". Sang ayah merangkul anaknya dan mencium dia. Ciuman seperti ini telah membuat anaknya bahagia dan puas. Dengan ciuman itu ia tahu bahwa ayahnya sudah mengampuni dia. Semua kesalahannya tidak diungkit-ungkit lagi. Jadi, ia dibebaskan (dimerdekakan) dan dipuaskan karena semua dosa-dosanya sudah diampuni. Si bungsu kini bisa duduk bersama-sama ayahnya di meja dan hati ayahnyapun puas dan bersukacita, karena hari itu ia telah mendapatkan anaknya yang hilang. Banyak orang tidak mengerti betapa besar sukacita Allah kita jika ada satu orang diselamatkan. Mereka mengira mereka bisa selamat karena mereka memohon dengan sungguh-sungguh untuk diselamatkan. Siapa yang benar-benar tahu bagaimana sukacitanya Allah ketika Ia menyelamatkan jiwa-jiwa? Ketahuilah bahwa ada suatu sukacita yang luar biasa yang Allah rasakan ketika menyelamatan jiwa-jiwa yang tersesat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mendengar Bapa di surga berkata, "Aku telah mengampuni dosamu", kita merasakan damai dan sukacita. Kita tidak memerlukan hal-hal lain lagi untuk membuktikannya. Satu kata saja dari Allah sudah cukup buat kita, karena sekali Ia mengampuni kita, maka kita telah benar-benar diampuni. Sungguh sayang jika kita hanya memiliki sebagian sukacita dan tidak mau masuk sepenuhnya ke dalam sukacita Allah. Padahal kalau kita turut menikmati sukacita yang Allah rasakan sama artinya dengan kita menyenangkan Dia dan membuatNya bersukacita. Penyembahan keluar dari hati yang dipenuhi sukacita ilahi; penyembahan itu lebih dari sekedar ucapan syukur belaka. Penyembahan adalah kegembiraan di dalam Tuhan. Kita mengambil sukacita Allah menjadi sukacita kita. Pemazmur mengatakan, "... Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku," (Maz 43:4). Baiklah kita menjadikan Allah sebagai sukacita kita yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;E N A M&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria." (ayat 24).&lt;/em&gt; Allah mengajak kita untuk bersukacita karena dua alasan: pertama, karena anak ini telah mati dan menjadi hidup kembali; dan yang kedua, karena ia telah hilang dan kemudian didapat kembali. "Mati dan hidup kembali" adalah sesuatu yang didapat si anak. "Hilang, dan kemudian didapat kembali" adalah apa yang diperoleh sang ayah. Dulunya ia adalah anak yang hilang. Sekarang ia menjadi anak bapanya lagi. Awalnya, manusiapun diciptakan oleh Allah, tetapi mereka jatuh ke dalam dosa dan binasa. Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan dan membangkitkan mereka dari kematian. Inilah kebangkitan itu. Tetapi penekanan kita sekarang adalah kepada pengertian "hilang dan didapatkan kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Lukas pasal 15 kita dapat menemukan tiga perumpamaan. Perumpa maan tentang domba yang hilang, perumpamaan tentang dirham yang hilang, dan perumpamaan tentang anak yang hilang. Pernahkah saudara merenungkan siapakah yang kehilangan semua itu? Yang sering menjadi pusat perhatian kita adalah betapa malangnya domba yang hilang tersebut. Barangkali ia tersesat dan berada di antara batu-batu yang tajam atau di tengah-tengah semak duri. Kita lupa untuk memperhatikan keadaan gembala yang kehilangan dombanya. Gembala tersebut pasti juga menderita. Betapa malangnya ia. Demikian pula kita sering memusatkan perhatian kita pada dirham atau mata uang yang hilang. Kita ikut berpikir di mana kira-kira jatuhnya uang tersebut. Kita lupa bahwa sesungguhnya si wanita itulah yang kehilangan uangnya. Ialah yang dirugikan karena kehilangan uang. Dan dalam perumpamaan anak yang hilang ini kita juga memikirkan betapa malangnya anak yang hilang itu. Berada jauh dari kampung halamannya dan bahkan tidak memiliki makanan walaupun sekedar makanan babi untuk meredakan laparnya. Kita juga turut bersukacita ketika ia diterima kembali di rumahnya, karena itu merupakan anugerah yang besar buat dia. Akan tetapi siapa yang menderita karena kehilangan anak? Sudah tentu bukan si anak hilang, tetapi ayahnya. Ayahnyalah yang paling menderita. Ia sudah menghabiskan uang untuk menyekolahkan anaknya tetapi tidak ada hasilnya. Oleh karena itu ia berkata, anaknya telah hilang namun didapat kembali. Itulah sebabnya sang ayah dan orang-orang lainnya mulai berpesta dan bersukaria.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernahkan kita renungkan bahwa setiap pertobatan dan ketaatan selalu mendatangkan sukcita bagi hati Bapa di surga? Inti dari berita injil bukan terletak pada apa yang diterima oleh orang-orang berdosa, tetapi pada apa yang diterima Bapa di surga. Saudara dan saya yang menghambur-hamburkan uang, tetapi Bapa kitalah yang mengalami kerugian. Sungguh sepatutnyalah kita mempersembahkan seluruh hidup kita dan keberadaan kita kepadaNya. Berapa banyak yang bisa kita berikan kepada Tuhan? Jangan lagi kita beranggapan bahwa tidak apa-apa kalau kehidupan rohani kita agak suam-suam.Kita harus tahu apa akibatnya bagi Allah kalau kita bersikap suam-suam. Janganlah berpikir bahwa sedikit mengasihi dunia dan ikut-ikutan dengan dunia adalah hal sepele dan bukan persoalan besar. Kita harus mengerti bahwa hal itu sangat mempengaruhi hubungan kita dengan Allah, membuat Bapa kita dirugikan. Setiap kali kita menyadari keadaan kita seperti yang dialami anak yang hilang tersebut, kita memperbaharui penyerahan kita kepadaNya. Jika kita mau mempersem bahkan diri kita kepada Allah, maka kita membuat Ia sangat bersukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya peroleh ataupun yang hilang dari milik saya tidaklah penting; yang penting adalah apa yang seharusnya Allah peroleh. Setiap kali saya menyadari bahwa saya sedang membuat hati Bapa gembira melalui ketaatan saya, betapa indahnya. Allah mampu menciptakan alam semesta ini dan Ia juga mampu memberikan segala sesuatu kepada manusia. Tetapi Ia bisa kehilangan hati manusia. Ia tak pernah memaksakan kehendakNya kepada siapapun. Ketika saya merenungkan kebesaran Nya, kemahakuasaanNya dan segala kelimpahanNya, Ia yang adalah pencipta segala sesuatu, saya sungguh terpesona mengetahui bahwa Ia dapat memperoleh sesuatu dari makhluk seperti saya, yang tidak ubahnya seperti setitik debu atau seekor cacing yang sangat tak berarti. Ia berkata: "Marilah kita bersukacita!" Kembalinya anak yang hilang telah membuat hati Allah bersukacita. Ia yang mengisi alam semesta ini dapat bergembira dan bersukacita karena ketaatan kita yang kecil. Penyerahan tidak dipaksakan kepada kita untuk membuat kita menjadi budak; hal itu justru memampu kan kita untuk masuk ke dalam sukacita ilahi, sukacitanya Allah, sehingga Ia boleh bersukacita karena kita. Betapa indahnya hal itu! Biarlah saat ini kita mau datang kepada kebahagiaan dan sukacita Allah sehingga Iapun dapat bersukacita oleh karena kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Terjemahan bebas dari GRACE FOR GRACE by Watchman Nee (Bab 2, Gleanings from the Parable of the Prodigal Son), dea, 270793.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-1295722574582998696?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/1295722574582998696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=1295722574582998696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/1295722574582998696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/1295722574582998696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/bacaan-lukas-15-11-32-saya-sudah-pernah.html' title='Pelajaran Dari &quot;Anak Yang Hilang&quot;'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2391042251863492748.post-6943928464544880336</id><published>2008-07-14T21:01:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T03:44:04.460-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Watchman Nee'/><title type='text'>Tuhan Tidak Pernah Kecil Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;o &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadaNya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. (Yoh. 4:13-14)&lt;br /&gt;o Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam namaNya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakanNya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diriNya kepada mereka karena Ia mengenal mereka semua.(2:23-34)&lt;br /&gt;o Karena Yesus tahu bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja. Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. (6:15)&lt;br /&gt;o Maka kata saudara-saudara Yesus kepadaNya: "Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-muridNya juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan. Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum... Maka jawab Yesus kepada mereka: " WaktuKu belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu...Demikianlah kataNya kepada mereka, dan Iapun tinggal di Galilea.(7:3-4,6,9)&lt;br /&gt;o Aku berkata kepada: "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (12:24)&lt;br /&gt;o Kata Petrus kepadaNya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. (13:37-38)&lt;br /&gt;o Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (16:31-33&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Apa pun yang dilakukan oleh Tuhan kita di dunia ini tidak ada yang gagal. Dalam Injil Markus tertera: "Ia menjadikan segala-galanya baik" (7:37). Apa pun yang Dia lakukan memang baik. Di sini kita akan membicarakan apa yang sebenarnya Yesus lakukan dan memperhatikan secara khusus apa yang tertulis dalam Yoh. 4:13-14.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam ayat ini dikatakan bagaimana Dia akan memenuhi hati orang Kristen supaya kita merasa puas. Dia sendiri menjanjikan kepada kita hal ini: "Barangsiapa minum air ini akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya." Setiap orang yang minum dari air yang diberikan Yesus tidak akan haus lagi selama-lamanya artinya dia tidak akan merasa kekurangan atau kecewa. Namun kita pasti akan bertanya, benarkah demikian. Jawabannya adalah "ya". Benar, orang yang menerima Yesus Kristus tidak akan haus lagi. Kalau begitu, mengapa banyak orang merasa tidak puas? Karena ada beberapa orang yang terus menerus berkata: Saya masih haus; Saya belum mencapai beberapa hal. Apakah itu karena janji Tuhan tidak ditepati? Tentu saja tidak, karena dengan jelas Dia menyatakan bahwa "barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya." Allah memberikan kepuasan yang tetap kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau begitu, mengapa beberapa di antara kita masih merasa haus? Mengapa kita tidak puas? Mengapa masih ada keinginan di dalam diri kita? Mengapa kita merana? Mengapa kita masih merasa sedih? Dan mengapa masih ada rasa kasihan terhadap diri sendiri? Hal ini terjadi karena kita hanya memperhatikan janji yang tertulis dalam ayat 14 dan melupakan ayat 13. Tuhan memang mengatakan, "Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya, namun perhatikanlah apa yang dikatakanNya sebelumnya: "Barangsiapa minum air ini ia akan haus lagi - karena "air ini" mengacu kepada air dunia, air yang ditinggalkan Yakub, air terbaik di dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang tidak mengerti sifat yang sesungguhnya dari air di dunia ini. Mereka begitu bebal dan tidak memikirkan sifat apa yang melekat pada hal-hal yang ditawarkan dunia ini: apakah itu sementara atau permanen, kelihatan atau tidak kelihatan, bersifat materi atau rohani. Akibatnya mereka tidak menyadari bahwa, agar janji Allah dapat memuaskan hati mereka, mereka harus mengerti dahulu bahwa air dunia ini tidak dapat memuaskan mereka. Mula- mula ketahuilah bahwa "barangsiapa minum air ini ia akan haus lagi"; setelah itu mareka harus mengerti apa yang Allah katakan kemudian yaitu bahwa "ia tidak akan haus lagi". Allah ingin sungguh-sungguh memuaskan kita; supaya dengan kepuasa yang kita miliki, jangan kita mengharapkan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sini tidak akan dibahas mengapa air dunia ini tidak dapat memuaskan hati manusia, namun akan dijelaskan mengapa begitu banyak orang Kristen masih merasa haus. Alasannya adalah karena manusia terus kembali kepada air yang disebutkan dalam ayat 13. Mengapa orang kecewa? Bila tidak ada sesuatu yang diharapkan, tidak akan ada kekecewaan. Bila manusia tidak berharap untuk menjadi kaya, dia tidak akan pernah kecewa karena tidak memiliki kekayaan. Di sisi lain, bila kita berharap bahwa air dunia ini akan memuaskan kita, yaitu bila mata kita tertuju pada arah yang salah kita akan haus lagi. Saya percaya inilah alasannya mengapa kebanyakan dari kita merasa sakit hati atau kecewa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa kita tidak puas? Pasti ada alasannya. Yaitu bila kita hanya mencari hal-hal sementara untuk memuaskan keinginan kita. Kita tidak akan pernah puas bila kita mencari hal-hal yang akan berlalu seperti kemasyhuran dan kekayaan. Karena ketika kita mendapatkannya kita akan melihat bahwa hal-hal itu tidak membuat kita merasa tentram, senang atau puas. Dan segera kita akan menginginkan hal lain. Dengan demikian kita akan merasa haus, haus dan haus lagi. Jadi, kesalahan kita adalah karena kita mengharapkan bahwa hal-hal yang mudah lenyap ini mengisi hati kita. Ketika kita memegang erat-erat hal-hal ini, kita melihat betapa cepatnya semua itu lenyap sehingga hati kita tidak pernah benar-benar dipuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tuhan Tidak Pernah Kecil Hati&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kita Yesus Kristus tidak pernah berkecil hati. Mengenai hal ini, marilah kita bersama-sama memusatkan pikiran pada apa yang tertulis dalam Injil Yohanes (tentu saja ketiga Injil yang lain pun membahas hal ini). Dengan mengingat apa yang terjadi sepanjang hidupNya, keadaan yang dihadapiNya selama ia hidup di dunia, seringkali dapat saja Tuhan Yesus merasa putus asa atau kehilangan harapan. Namun, hal itu tidak pernah Ia rasakan.Yes. 49 berbicara mengenai Yesus, dinyatakan di sini bahwa Allah akan memakaiNya untuk membawa Yakub kembali dan untuk mengumpulkan Israel. Namun apa yang nyatanya terjadi? Kita tahu bahwa dilihat dari luar, pekerjaan itu gagal total. Bagaimana perasaan Allah sendiri seperti yang dinyatakan dalam pasal yang sama dari surat Yesaya? "Aku telah bersusah-susah dengan percuma. Dia berkata, "dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun hakku terjamin pada Tuhan dan upahku pada Allahku" (ay. 4). Dia tidak pernah putus asa. Yes. 42 mengacu juga kepada Yesus: "Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai" (ay. 4). Walaupun hal-hal yang terjadi padaNya dapat dengan begitu mudah memusingkan atau membuatNya kehilangan harapan, namun Ia tidak pernah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila kita melihat dalam Perjanjian Baru, kita melihat bahwa ada perbedaan penekanan antara Injil Yohanes dan Injil Matius. Dalam Injil Yohanes Tuhan ditolak oleh manusia hanya pada bagian permulaan, sedangkan dalam Injil Matius diperlihatkan bahwa Ia ditolak sampai dengan pada pasal 12. Pada bagian pertama dari surat Yohanes diperlihatkan bahwa "Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya"(ay. 11). Dia datang untuk menanggung dosa orang Israel dan dosa orang kafir. Namun manusia menolakNya dan tidak mau menerimaNya. Ketika Ia di atas kayu salib manusia menolak Dia dan bahkan Allah meninggalkanNya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila kita ditempatkan dalam situasi semacam ini, pasti kita akan kecewa, putus asa dan sangat sakit hati. Namun di atas kayu salib Tuhan berteriak dengan keras: "Sudahlah genap"!(Yoh. 19:30). Bila kita yang berada di situ, kita akan berteriak:"Kita sudah dikalahkan!" namun Dia berteriak seperti tentara yang mengalami kemenangan: "Sudahlah genap!" Sepanjang hidupNya, Dia menjadikan Allah sebagai sumber kepuasanNya. Dia tidak pernah menaruh pengharapan atas manusia dan mengharapkan apa pun dari manusia. PengharapanNya hanya terletak pada Allah. Karena sebagai gantinya adalah Allah sendiri. Allah sendiri menyatakan bahwa tidak seorang pun mengenal Anak kecuali Bapa dan bahwa Dia tidak akan menerima kemuliaan dari manusia. Lebih jauh lagi, dikatakanNya bahwa Dia datang bukan untuk melakukan kehendakNya, melainkan kehendak yang mengutus Dia. Dia menyatakan bahwa Dia selalu melakukan kehendak BapaNya. Sepanjang hidupNya Yesus menyatakan kehendak BapaNyalah yang menjadi kepuasan bagiNya. KepuasanNya terletak pada Allah dan hanya Allah sendiri. Karena itulah betapapun manusia dan keadaan dan kejadian di dunia ini mudah berubah, tidak ada yang dapat membuatNya putus asa. Jadi, siapa pun yang kepuasanNya terletak pada Allah, tidak pernah merasa putus asa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karenanya kita sepatutnya menyadari bahwa kita tidak pernah dapat menaruh pengharapan pada manusia. Bila kita tidak pernah mengharapkan kemashyuran, kemuliaan, pertolongan, kesenangan, makanan dll. dari manusia, kita tidak akan pernah merasa haus. Baiklah kita berhati-hati terhadap air yang terdapat di dunia ini. Karena cara kita memandang dunia akan menentukan apa yang kita harapkan dari dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Allah Tidak Mencari Kemuliaan Dari Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari Raya Paskah, banyak orang percaya dalam namaNya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakanNya. tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diriNya kepada mereka" (Yoh. 2:23-24).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita mencatat dari pasal kedua surat Yohanes bahwa Tuhan melakukan dua mujizat besar. Setelah Dia melakukan mujizat pertama, murid-muridNya percaya padaNya dan setelah Dia melakukan mujizat kedua lebih banyak orang lagi yang melihat tanda-tanda yang dibuatNya dan percaya pada namaNya. Dilihat dari sudut pandang kita, bila kita melihat semakin banyak orang datang ke persekutuan kita dan semakin banyak orang percaya, secara tidak sadar kita akan terjebak dalam pekerjaan kita. Namun, tidak demikian dengan Allah kita. Lihatlah ayat 24: "Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diriNya kepada mereka." Dia menolak untuk disenangkan oleh manusia dan sama sekali tidak mempercayakan diriNya kepada mereka, karena Dia tahu bahwa orang-orang ini akan menyalibkan Dia. Tidak diragukan bahwa Allah merasa senang bila banyak orang percaya padaNya; namun demikian Ia tidak melibatkan diriNya dengan mereka. Masalahnya bukanlah karena orang-orang ini tidak dapat menjamah hatiNya; namun hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan tidak pernah menggoncangkan hatiNya walaupun pekerjaan itu berhasil. Akibatnya, Dia dapat mempertahankan objektivitasNya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Aku tidak memerlukan hormat dari manusia" (Yoh. 5:41). &lt;/em&gt;Di sini diceritakan tentang orang yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan selama 38 tahun yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus dalam waktu sekejap. Orang-orang tidak menentang Dia lagi. Malahan mereka memuliakan Allah. Namun Tuhan Yesus berkata: "Aku tidak memerlukan hormat (dalam bahasa Inggris dikatakan &lt;em&gt;'glory' &lt;/em&gt;yang berarti kemuliaan) dari manusia." Bila hal yang sama terjadi pada kita, kita mungkin akan siap untuk menerima kemuliaan itu. Dan bila kita adalah orang yang mengharapkan hal itu, kita akan senang ketika kita menerimanya namun akan sangat kecewa bila kita tidak menerimanya. Namun, Tuhan kita tidak pernah menerima kemuliann dari manusia. Dia tidak pernah mengharapkan atau menerima apa pun dari manusia dan karenanya Dia tidak pernah kecewa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri" (Yoh. 6:15).&lt;/em&gt; Pada waktu itu beribu-ribu orang berkumpul. Dan karena mereka melihat pembagian roti, mereka menyambutNya sebagai Raja. Walaupun manusia sangat meninggikan Dia, Yesus menolaknya. Dia tidak ingin menerima kemulian dari mereka. Apa yang ingin diberikan manusia padaNya, tidak ingin diterimaNya. Dia tidak akan minum air dunia ini. Karena Allah yang di dalam Dia memuaskan hatiNya, Dia dapat menolak semua yang dapat diberikan oleh dunia padaNya. Jadi reaksinya yang kelihatan adalah menarik diri. Menarik diri adalah sikap terbaik. Penarikan diri dapat menghindarkan anak Allah dari pengagungan oleh manusia. Dengan penarikan diri, orang dapat merasakan kepuasan yang datang dari Allah. Penarikan diri disebabkan oleh adanya kepuasan di dalam yang berasal dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Maka kata saudara-saudara Yesus kepadaNya: "Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-muridMu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan. Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jika engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diriMu kepada dunia."... Maka jawab Yesus kepada mereka: "WaktuKu belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu....Demikianlah kataNya kepada mereka, dan Iapun tinggal di Galilea." (Yoh. 7:3- 4,6,9).&lt;/em&gt; Pada saat itu saudara-saudara Yesus mengira bahwa Ia akan menjadi terkenal bila Ia memberikan banyak tanda. Di Galilea Dia tidak dilihat, baik oleh murid-muridNya maupun oleh orang Yahudi, jadi bagaimana mereka dapat percaya padaNya? Yerusalem, di pihak lain, adalah sebuah kota metropolitan tempat banyak orang berkumpul. Di sini, Ia dapat menjadi terkenal dan banyak orang akan menjadi percaya. Namun demikian, Yesus "tinggal di Galilea". Meskipun mudah sekali bagiNya untuk pindah ke tempat lain yang memungkinkan Dia memiliki banyak keuntungan, Yesus menolak untuk melakukan hal semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebanyakan orang ingin tahu dan hal ini berlawanan dengan sifat Yesus. Dan berapa banyak pujian yang timbul karena keingintahuan manusia. Kalau saja Tuhan Yesus mau pindah ke tempat lain, Dia akan memiliki banyak kesempatan untuk menerima pujian dari manusia. Namun Dia tidak mempercayakan diriNya pada mereka. Dia menolak untuk menerima pujian dari manusia. Mengapa? Karena di dalam diriNya begitu penuh, sehingga Dia tidak memerlukan apa pun dari luar. Karena Yesus begitu mengenal sifat air yang ada di dunia ini, Yesus dapat berkata kepada wanita-wanita yang meratapi Dia dalam perjalananNya ke kayu salib dengan cara seperti ini: "Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu." (Lk. 23:28). Dia tidak pernah kecewa ataupun putus asa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." (Yoh. 12:24).&lt;/em&gt; Dalam Injil Yohanes ini seolah-olah Tuhan kita telah mengalami hari yang paling indah dalam hidupNya. Bukan hanya sahabat- sahabatNya percaya padaNya, orang Farisi pun demikian juga. Bahkan di antara orang Farisi sendiri mereka berkata: "Kamu lihat sendiri, bahwa kamu sama sekali tidak berhasil, lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia." (ay.19). Semua musuhNya mengakui kekalahan mereka, sahabat-sahabatNya mempercayaiNya dan banyak orang Yahudi percaya padaNya. Lebih lagi, bahkan orang kafir datang padaNya. Karena tercatat bahwa beberapa orang Yunani mendekat dan meminta pada Filipus untuk mengatakan pada Yesus bahwa mereka ingin menemuiNya. Lewat perkataan dan perbuatan mereka, semua orang ini dengan suara bulat mengakui bahwa hari itu memang hari kemenangan Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila kita sendiri yang berada dalam situasi semacam ini kita pasti akan menjadi sombong. Namun bagaimana dengan Kristus? Pada saat itu Ia menjawab murid-muridNya seperti ini: "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." Dan di sini kita tahu bahwa Dia sedang membicarakan kematianNya sendiri (lih. ay. 33). Tuhan seperti sedang berkata seperti ini kepada Filipus: jalan yang harus Aku tempuh tidak selalu jalan ke Yerusalem yang penuh kemenangan, juga tidak selalu Aku disambut atau dicari oleh manusia. Dunia mengkin menawarkan semua itu kepadaNya, namun Ia tidak ingin menerima dan menikmatinya. Dia tidak minum setetespun air dari dunia ini. Dia menolak apa yang dapat diberikan manusia padaNya dan Dia hanya menginginkan pemberian Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita perlu mempelajari hal ini. Pekerja Allah harus menyimpan hal ini dalam hatinya. Karena bisa saja hari ini orang-orang memandang saudara dan esok hari mereka sama sekali melupakan saudara. Orang bayak yang dalam masa Yesus berteriak "Hosanna" pada hari kemenangan adalah orang yang sama yang tidak lama kemudian berteriak "Enyahkan Dia". Namun Tuhan Yesus tidak berkecil hati dengan sikap mereka yang berubah-ubah. Dia memiliki pertahanan rahasia di dalam diriNya untuk melawan kesenangan manusia. Dia tidak pernah mempertahankan hubungan langsung dengan lingkunganNya. Yang Dia pikirkan hanyalah Allah dan kehendakNya. Dengan demikian, jalanNya tidak seperti jalan manusia yang dengan jelas berliku-liku; jalanNya selalu lurus. Tuhan kita tidak pernah mengijinkan sahabat-sahabatNya untuk membengkokkan jalanNya, baik melalui pujian manusia maupun perlawanan dari musuhNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Bapa Menyertai Aku"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kata Petrus kepadaNya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." (Yoh. 13:37-38). &lt;/em&gt;Semua ujian yang sampai sejauh ini dibahas, datang baik dari manusia maupun karena kelihaian iblis. Dan Tuhan diperhadapkan dengan ujian yang bahkan lebih halus yang dilakukan oleh Petrus: "Mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu." Tuhan Yesus menjawab "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nampaknya walapun Petrus telah berjalan dengan Tuhan Yesus cukup lama dan telah menolong Dia, namun Tuhan Yesus tidak mempercayakan diriNya pada Petrus. Bila saya mempunyai murid (tapi tentu saja saya tidak pernah memilikinya) dan seorang murid yang khusus bagi saya telah membantu saya banyak di masa lampau, saya pasti akan mengusir setan dari kehidupannya bila ia berani menyangkal saya sementara kami berada di tempat yang sama. Dengan pandangan sekilas terhadapnya saya akan berkata kepada murid ini: "Betapa beraninya engkau menyangkal saya?" Namun tidak demikian halnya dengan reaksi Tuhan terhadap Petrus. Dia memalingkan wajahNya dan memandang Petrus dengan cara sedemikian rupa sehingga Petrus ke luar dan menangis dengan penuh kepahitan. Ada lagu yang menggambarkan hal ini dan sebagian dari lagu itu berbunyi demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang mencabik keindahan yang nampak pada idola dunia ini?&lt;br /&gt;Hal itu bukanlah mengenai hak atau tugas melainkan harga yang tiada taranya&lt;br /&gt;Itu adalah pandangan yang meluluhkan Petrus&lt;br /&gt;Itu adalah wajah yang dilihat oleh Stefanus&lt;br /&gt;Itu adalah hati yang menangis bersama Maria&lt;br /&gt;Hanya itulah yang dapat diambil idola-idola dunia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mata Tuhan kita dapat memandang ke arah kita, hanya itulah yang dapat sungguh-sungguh meluluhkan kita. Namun pandangan yang diarahkan kepada Petrus ini adalah pandangan yang memiliki wahyu lain. Kita berharap terlalu banyak dari murid kita. Jadi kita akan menjadi sangat kecewa dan sakit hati ketika ia gagal atau membicarakan yang tidak pantas mengenai kita. Tidak seperti Tuhan Yesus, kita tidak dapat tahan dengan ketidakmengertian dan ketidaksetiaan murid kita. Sebanarnya, bila kita minum air dunia ini, mengharapkan teman dan saudara dan orang lain untuk memuaskan kita, kita akan selalu menjadi haus lagi. Namun bila kita hanya bersukacita dalam apa yang disediakan Allah bagi kita - apakah itu teman, rumah, makanan atau hal-hal lain - kita dapat bersukacita dengan Allah. Perubahan apapun yang terjadi tidak akan membuat kita kecewa atau sedih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh. 16:31-33). &lt;/em&gt;Pada titik ini murid-murid Kristus percaya padaNya. Namun Yesus berkata pada mereka, "Percayakah kamu sekarang?...kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku." Sama seperti Yoh. 17 yang mencatat doa Tuhan yang terakhir, Yoh. 16 ini adalah percakapan terakhir Tuhan Yesus dengan murid-muridNya di dunia ini. Wujud percakapan ini terlihat dalam ps. 16. Tuhan berkata: "kamu dicerai-beraikan... dan kamu meninggalkan Aku seorang diri." Bila kita yang mengalami situasi semacam ini kita akan mengeluh dan berkata, "Mengapa Engkau meninggkalkan saya seorang diri di sini?" Namun Tuhan berkata dengan dengan tenang, "Bapa menyertai Aku." Secara alamiah Dia berhak mendapatkan penghiburan dari murid-muridNya yang sudah lama berjalan dengan Dia, namun Dia tidak meletakkan pengharapanNya pada mereka. Dan seperti sudah kita ketahui dengan baik, walaupun pada akhirnya mereka tercerai-berai, Dia sama sekali tidak sakit hati dengan keadaan itu. Sebaliknya, Dia dapat menceritakan pada mereka, sebelum Dia mengalami kejadian itu yaitu pengalamanNya sendiri supaya mereka memiliki damai di dalam Dia. Dia tahu bahwa siapa pun yang minum air dunia ini akan haus lagi. Karena itu, meskipun air ini tersedia bagiNya, Dia tidak akan meminumnya. Mereka yang menolak air dunia ini tidak akan merasa haus lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Apakah Kita Memiliki Hidup yang Memuaskan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak memiliki hidup yang memuaskan? Mengapa kita kecewa? Karena kita memiliki harapan, harapan yang besar. Ketika kita gagal untuk mendapatkan apa yang kita pikir dapat memenuhi kebutuhan kita, kita putus asa. Saya ingin membagikan kesaksian pribadi. Seringkali saya dihina, namun sering juga saya dipuji (bahkan blis pun memuji saya). Namun Allah mengingatkan saya lewat ayat ini bila saya minum air dunia ini saya akan haus lagi dan menjadi kecewa. Ketika dunia menawarkan pada saudara kasih sayang, pertolongan, kekayaan, ketenaran, ketenangan, kemudahan dan lain-lain saudara akan beranggapan bahwa, karena sekarang semua ini sudah menjadi milik saudara, saudara akan minum dengan sepuas-puasnya. Namun bila itu yang saudara lakukan, suatu hari saudara akan merasa haus lagi. Seberapa banyak saudara minum air dunia ini, sebesar itu pula rasa haus saudara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa orang Kristen bertanya pada saya: "Mengapa orang-orang lain dapat merasakan bahwa Allah berharga, sedangkan saya tidak?" Saya menjawab mereka dengan cara seperti ini: "Hal ini disebabkan karena, selain Allah ada air lain yang diminum, karena itu saudara tidak menghargai Allah." Dengan melihat berapa banyak pengorbanan kita dan berapa banyak kehilangan yang kita alami di dunia ini, kita akan mengetahui berapa besar penghargaan kita terhadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Paulus tidak semata-mata berkata bahwa dia telah menjadikan Kristus sebagai harta bendanya, namun dia juga harus merasakan kerugian. Dia menganggap segala suatu kerugian, dia melepaskan segala sesuatu supaya dia mengenal dan memenangkan Tuhan Yesus Kristus. Bila saudara hanya mengetahui Kristus, saudara akan membuktikan juga betapa berharga dan memuaskannya Tuhan kita. Dengan mempertahankan roh yang terdapat dalam Yoh. 4 kita dapat mengatakan bahwa ukuran kerugian saudara adalah ukuran keuntungan saudara. Banyaknya hal yang berasal dari dunia yang saudara pertahankan akan menentukan banyaknya kenikmatan kekayaan Allah yang saudara alami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teman-teman yang terkasih, bila orang-orang memberikan pada saudara kasih sayang, ketenaran, ketenangan, kemuliaan, kekayaan dan lain-lain, apakah yang akan saudara lakukan? Bagaimanakah seharusnya saudara bereaksi? Apakah benar karena wanita Samaria sudah memiliki air yang hidup, dia tidak memerlukan lagi air dunia ini? Tidak, dia masih harus minum air dunia ini. Kita harus minum air dunia ini juga. Jadi, kalau orang-orang, teman atau saudara kita memberikan kepada kita kesenangan, kemasyhuran, kekayaan, ketenangan dan pertolongan, kita harus megijinkan mereka melakukan hal itu; namun kita tidak boleh membiarkan diri kita dipengaruhi oleh hal-hal ini ataupun mempercayai orang-orang ini. Hati kita tidak boleh tergoncang oleh hal-hal ini dan kita tidak boleh meminta apa pun dari mereka. Bila kita tidak minum dari sumber ini, kita tidak akan pernah kecewa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya percaya bahwa Yes. 53:2a yang berbicara mengenai kedatangan Mesias, Tuhan kita, adalah ayat yang paling berharga: "Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan Tuhan dan sebagai tunas dari tanah kering." Apakah artinya? Di atas tanah yang mengandung air, pohon akan tumbuh dengan mudah dan dengan cepat. Namun lingkungan yang dimasuki Tuhan Yesus sama sekali tidak menolongnya ke arah itu. Tidak ada yang dapat diberikan oleh lingkungan kepadaNya; dunia tidak memiliki apa pun untuk menolong Dia. Baik musuh maupun iblis tidak dapat menolongNya bahkan dalam hal yang paling kecil sekalipun. Bahkan malaikat tidak dapat menolongNya. Dia menerima semuanya dari Allah. Dia tidak menerima dorongan, dukungan atau penghiburan dari apa yang ada di sekeliling Dia. HidupNya adalah sebuah garis yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita tahu bahwa garis yang lurus adalah jarak terdekat yang dapat menghubungkan dua hal. Dari dunia ini ke alam baka, Tuhan kita melewati jalan yang lurus. "Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." (Lk. 9:62) Apakah artinya? Ini berarti bahwa dia yang membajak harus memandang ke muka, bila tidak tanah yang dibajaknya tidak akan terlihat baik. Bila matanya melihat ke depan, tanah yang dibajaknya terlihat lurus. Bila sekejap saja dia melihat ke belakang, tanah yang dibajaknya tidak akan terlihat lurus. Oh, biarlah kita menyadari bahwa Allah tidak ingin kita berbalik ataupun berpaling. Dia sendirilah yang harus menjadikan kita puas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau begitu bagaimanakah kita dapat merasa puas? Dengar apa yang diatakan Allah: "Air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal" (Yoh. 4:14). Ketenaran, ke- senangan, dan hal-hal lain yang hanya di luar sama sekali tidak berharga. Selain Allah dan Roh Kudus yang diam di dalam kita, tidak ada yang dapat memuaskan kita. Itu adalah hal yang sungguh benar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya berterima kasih dan memuji Dia, karena Dia telah mentrasfer jalan hidupNya kepada saya. Dia memang Allah yang terkasih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terjemahan bebas dari PRACTICAL ISSUES OF THIS LIFE by Watchman Nee (Bab 6, The Lord is Never Discouraged), mia wenas, 14041994&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2391042251863492748-6943928464544880336?l=gleaningsforlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/feeds/6943928464544880336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2391042251863492748&amp;postID=6943928464544880336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/6943928464544880336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2391042251863492748/posts/default/6943928464544880336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gleaningsforlife.blogspot.com/2008/07/tuhan-tidak-pernah-kecil-hati.html' title='Tuhan Tidak Pernah Kecil Hati'/><author><name>jcb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07384329882604685402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pKPKvNlqWio/Se2vcB_dqDI/AAAAAAAAAGI/-7ZkVOqojfs/S220/JCB+17+Feb+07.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
